Astrinovia.com

Pulau Bokori, Pulau Kecil Nan Cantik di Kendari, Sulawesi Tenggara

 

 

Ini kali kedua saya datang ke Sulawesi. Kali ini ke Kendari, wilayah Sulawesi Tenggara. Penerbangan ke Kendari membutuhkan waktu sekitar total 3 jam dari Jakarta, termasuk transit satu jam di Makassar. Sebetulnya ada penerbangan langsung dari Bandung ke Kendari cuma harganya gak nahan. Mahal banget. Jika untuk penerbangan Jakarta – Makassar – Haluoleo PP membutuhkan sekitar 1,6 juta maka dari Bandung ke Kendari langsung atau sebaliknya minimal kamu harus merogoh kocek sebanyak minimal 2,5 juta rupiah one way. Bisa-bisa gak makan di Kendari nanti hehe …

 

 

Sulawesi selalu menyelipkan kenangan manis tak terlupakan bagi saya. Kondisi pantainya selalu menggoda siapapun untuk kembali lagi. Wisata bahari yang dimiliki oleh pulau ini memang luar biasa. Begitu juga dengan salah satu pulau yang ada di kabupaten Konawe, Pulau Bokori, wilayah yang ditempati oleh suku Bajo, Sulawesi Tenggara.

 

Pulau ini kecil, berada di tengah lautan luas, dengan kedalaman pesisir pantai yang cukup dangkal sehingga memungkinkan kita untuk nyebur langsung disana. Dulu, Pulau Bokori ini dipadati oleh penduduk suku Bajo, namun karena kondisi alam yang mengancam keselamatan yaitu tingkat abrasi yang tinggi, maka semua penduduk di pulau ini direlokasi ke pesisir pantai yang letaknya berhadapan dengan pulau Bokori. Jadi, sejak tahun 2014 pemerintah daerah mulai menjadikan pulau Bokori sebagai destinasi wisata saja. Tidak ada lagi penduduk yang bermukim disana. Pembangunan pulau kecil yang indah ini sekarang mampu mendongkrak tingkat perekonomian masyarakat Bajo yang ada di sekitar pulau.

 

Pemandangan dari dermaga penyeberangan di Desa Mekar

 

Pertama kali melihat pulau ini dari atas perahu penyeberangan sudah membuat saya gak sabar menginjakkan kaki disana. Langit yang biru, matahari nan terik dan pasir pantai yang putih begitu menyilaukan mata. Kamu bisa menyusuri pinggiran pulau untuk mengelilingi keseluruhan luas pulau ini sambil menikmati pantulan bayangan dari deretan pohon kelapa di atas permukaan laut, menikmati birunya air laut yang seakan menyatu dengan birunya langit.

 

 

Kamu bisa menginap disini kok. Ada banyak villa dan bungalow yang disewakan untuk wisatawan. Satu bungalow bisa dihuni oleh sekitar 10 orang meskipun tempat tidur yang tersedia hanya satu berukuran king bed, tapi ada disediakan karpet tebal untuk sekadar beristirahat ramai-ramai. Tapi, kalau kamu datang kesini berdua saja dengan pasangan maka kamu akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan di pulau indah nan eksotis ini.

 

 

Oh ya, kalau kamu datang ke Pulau Bokori di bulan November maka kamu bisa sekalian menyaksikan Festival Pesona Pulau Bokori yang diselenggrakan oleh pemerintah setempat.

Apa yang saya dapatkan di Pulau Bokori:

  1. Belajar tarian persahabatan khas suku Tolaki, yaitu Molulo atau Lulo. Tarian ini seru lho. Gerakannya sih mudah tapi kalau belum hapal ya kaki kita bakalan bertabrakan dengan kaki penari lain haha. Sebagai gambaran, gerakan Molulo ini mirip dengan gerakan kaki Poco Poco. Seru deh.
  2. Belajar bahasa Tolaki. Meskipun hanya sedikit tapi bahasa daerah selalu menarik bagi saya. Ohawo kabara miu? Meambo Bokori!
  3. Keluarga baru. Sebelumnya saya selalu takut jika berkenalan dengan masyarakat luar pulau Jawa yang gaya bicaranya sedikit keras. Ya maklum, orang Sunda mah kan cara bicaranya agak lembut gitu. Ternyata, saya malah senang mendengarkan orang kendari bicara dengan bahasa mereka. Meski hanya sebentar disana tapi logat saya sudah mengikuti mereka. Artinya saya betah tinggal di Kendari hahaha. I’ll be back definitely!

    Molulo bersama anak-anak Indobarca regional Celebes. Seru!
Volley pantai suka suka. Yang menang dapat makan Sate Pokea sepuasnya hihi

 

Yang harus diperhatikan saat menginap di Pulau Bokori:

  1. Listrik menyala dari jam 6 sore hingga 6 pagi setiap harinya, begitu juga dengan air bersih.
  2. Jika tidak menginap, maka kamu bisa membersihkan diri (kalau habis renang di laut) di pancuran yang tersedia gratis.
  3. Biaya air bersih di toilet umum adalah 2000 rupiah untuk air dalam botol dan 10 ribu rupiah untuk air dalam ember. Silakan pilih mana.
  4. Kebersihan toilet menurut saya ada di nilai 3/5.
  5. Harga satu gelas es kelapa kopyor 10 ribu saja.
  6. Perahu penyeberangan menuju dan kembali ke dermaga desa tersedia setiap setengah jam sekali dengan kapasitas 23-25 orang per perahu dengan harga sekitar 15-20 ribu per orang pp.

Jangan lupa untuk membawa sunblock dengan SPF 30+, topi, pakaian renang, kipas portable, dan juga kacamata hitam jika kamu ke Pulau Bokori. Udara siang disini bisa mencapai 34 derajat Celcius. Jangan lupa juga banyak minum air mineral ya biar tidak dehidrasi.

So, are you ready to go?

 

 

2 thoughts on “Pulau Bokori, Pulau Kecil Nan Cantik di Kendari, Sulawesi Tenggara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *