Astrinovia.com

Punya Honor Dollar? Kamu Wajib Tahu Tentang P3B

 

 

Halo, mau bahas topik yang agak berat soal pajak nih, yaitu tentang Perjanjian Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Mungkin ada di antara kamu yang punya masalah pajak yang sama dengan saya, maka info ini saya bagikan semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Begini, jika kamu punya penghasilan yang bersumber dari luar negeri, maka kamu wajib tahu tentang P3B atau Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda. Mendengar namanya aja kayaknya asing banget ya? Ya, sebelum saya punya penghasilan yang bersumber dari luar negeri juga tidak pernah tahu menahu tentang ketentuan ini. Yang saya tahu adalah penghasilan yang didapat dan masuk dalam rekening sudah terpotong pajak. Jadi, yang mengurus soal potongan pajak adalah klien yang memberi project pada saya.

Nah, kebetulan, sudah hampir empat tahun ini saya kenal dengan P3B. Setiap tahun saya harus membuat sertifikat fiskal untuk mencairkan honor yang berasal dari Eropa. Jadi, honor tidak akan cair jika saya tidak mengirimkan surat sertifikat fiskal pada klien yang meng-hire saya sebagai penulis konten di situs mereka.

 

Berikut sedikit keterangan tentang P3B

P3B adalah Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda, yaitu sebuah perjanjian internasional di bidang perpajakan yang disetujui oleh dua negara berbeda. Fungsi perjanjian ini adalah untuk menghindari pemotongan pajak berganda yang dipungut dari wajib pajak. Perjanjian ini juga dimaksudkan untuk menghindari terhambatnya laju perekonomian antar dua negara dimana perjanjian dibuat untuk saling menguntungkan dan dilaksanakan oleh warga dua negara yang terlibat dalam perjanjian ini. Jadi, perjanjian ini digunakan oleh wajib pajak di dua negara untuk menentukan aspek perpajakan yang muncul dari suatu transaksi antara mereka. Penentuan aspek perpajakannya dibuat berdasarkan klausul-klausul yang terdapat dalam tax treaty yang bersangkutan sesuai dengan jenis transaksi yang sedang dihadapi.

Perjanjian ini berada di bawah Pasal 32A Undang-undang Pajak Penghasilan (PPh). Jadi berdasarkan pasal ini, pemerintah memiliki wewenang untuk melakukan perjanjian dengan pemerintah negara lain dalam rangka penghindaran pajak berganda dan pencegahan pengelakan pajak. Tarif P3B di setiap negara mitra cek disini.

Sampai disini mengertikah?

Pemotong/Pemungut Pajak wajib memotong atau memungut pajak yang terutang atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri (WPLN) sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.

Pemotong/Pemungut Pajak harus melakukan pemotongan atau pemungutan pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam P3B, dalam hal :

  1. Penerima penghasilan bukan Subjek Pajak dalam negeri Indonesia,
  2. Persyaratan administratif untuk menerapkan ketentuan yang diatur dalam Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) telah dipenuhi dan
  3. Tidak terjadi penyalahgunaan P3B oleh WPLN sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tentang pencegahan penyalahgunaan P3B.

 

 

Jadi, kalau kamu punya penghasilan dari luar negeri maka penghasilan tersebut tidak akan dikenai pemotongan pajak lagi di dalam negeri. Misalnya, saya punya penghasilan yang bersumber dari negara Spanyol. Setiap honor dicairkan maka honor tersebut mendarat di saldo rekening saya sudah terpotong oleh pajak di Spanyol. Nah, untuk menghindari pemotongan pajak lagi di dalam negeri, maka saya harus melaksanakan perjanjian ini, yaitu membuat surat keterangan bahwa saya adalah wajib pajak dan berdomisili di Indonesia.

Terkait dengan poin nomor 1, bagaimana jika subjek pajak atau wajib pajak adalah warga negara Indonesia?

Penerapan P3B ini erat kaitannya dengan Surat Keterangan Domisili (SKD) yang juga harus diurus oleh wajib pajak dalam negeri. SKD ini digunakan untuk mengurus surat keterangan fiskal atau Certificate of Taxpayer Residency. Setelah sertifikat fiskal ini terbit maka perusahaan sumber penghasilan bisa mencairkan honor kita.

Untuk mendapatkan surat keterangan fiskal ini mudah jika semua persyaratan sudah dipenuhi dengan lengkap. Untuk mendapatkan sertifikat ini maka kita harus mengajukan formulir pembuatan SKD. Nah, dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk membuat SKD ini? Yuk, lanjut di sini:

 

Tentang Surat Keterangan Domisili (SKD)

Lebih banyak tentang P3B atau Double Taxation Treaties

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *