Astrinovia.com

7 Alasan Kamu Harus Berhenti Main Facebook | Lifestyle

www.reallifestl.com

 

10 tahun lalu Facebook hanyalah situs media sosial baru yang lumayan keren dimana fungsinya untuk menjaga ikatan pertemanan pengguna dengan orang-orang yang tidak begitu dekat di kampus. Pengguna berbagi pemikiran dan perasaan, berbagi makanan dan lokasi juga daftar film yang paling disukai, memamerkan status hubungan pribadi dengan si dia, menunjukkan pandangan politis tentang sebuah isu, berbagi link-link lagu favorit, juga informasi pribadi –semua itu agar tetap terkoneksi, dan awalnya tanpa memikirkan segi keamanan.

Satu dekade berlalu muncul pertanyaan bagaimana Facebook bisa menghasilkan uang terjawab sudah. Sebenarnya berbagi informasi secara daring itu bisa jadi membahayakan, tapi kita masih saja terus memakainya, meski mungkin banyak yang membuka Facebook karena terikat oleh ritual dan kebiasaan dan sulit untuk berhenti.

Tapi tunggu dulu …

Media sosial tidak melulu merugikan. Banyak hal yang juga menguntungkan, tapi sebelum kamu mengetuk aplikasi Facebook di smartphone kamu lagi, ini ada beberapa alasan kenapa kamu harus berhenti main Facebook di tahun 2016.

Check it out.

Membuang waktu

Katanya, diperkirakan rata rata pengguna menghabiskan waktu sekitar 17 menit per hari untuk Facebook dan sudah aktif di situs ini selama 10 tahun terakhir. Artinya, setiap orang sudah membuang waktu sekitar 40 hari dalam masa hidupnya asyik scrolling, memberi jempol, juga komen di foto dan status. Dan, orang yang lebih terikat lagi, menghabiskan waktu setidaknya satu jam per hari di situs ini, artinya ia sudah membuang waktu selama 150 hari untuk Facebook dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hmm … kalau kamu berapa lama menghabiskan waktu setiap harinya untuk Facebook dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengganti waktu tersebut agar lebih produktif? Hmm ….

 

Facebook manfaatin kamu untuk jualan produk

Pada tahun 2012 Facebook memanipulasi sekitar 689 ribu postingan dalam eksperimen apakah postingan tersebut berdampak pada emosi pengguna dengan membuat beberapa editan di beranda kamu. Menurut Facebook, eksperimen dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan melncari tahu apakan konten yang orang lihat di Facebook relevan dan menarik perhatian. Alasan ini tidak diiyakan oleh semua orang. Para manusia skeptis merasa kalau Facebook hanya memanfaatkan cara itu untuk mencari tahu keuntungan finansial dari sebuah Like. Wah …

 

Kamu jadi target iklan

Pas buka Facebook kamu melihat sebuah barang dan kepikiran untuk beli, lalu kamu terus mencari barang itu di Facebook. Dan, enam bulan kemudian Facebook masih mengingatkan kamu untuk membeli barang itu meskipun kenyataannya barang sudah dibeli. Ya, kebanyakan situs memanfaatkan cara ini berkat penggunaan cookies, tapi sepertinya hanya Facebook yang memosting iklan di beranda kamu dengan cukup teratur sampai sampai kamu bisa hapal.

 

Tidak bagus untuk kesehatan

Facebook bukannya tidak berbahaya buat kesehatan kita lho. Berkaitan dengan daftar tempat liburan kita, pilihan baju yang kurang trendi atau pemikiran tentang acara sport, hal-hal itu bisa jadi benih rusaknya sebuah hubungan. Katanya, hal seperti itu bisa berdampak terhadap sistem daya tahan tubuh dan memunculkan hormon yang tidak diperlukan, kurang lancarnya pencernaan, terbatasnya pemikiran dan membunuh kreatifitas, juga mengubah pola tidur dan kebahagiaan. Haduuh gimana dong ….

 

“Ini orang-orang siapa sih, gak kenal deh!”

Rata-rata pengguna dewasa punya lebih dari 300 teman di Facebook. Mungkin juga tidak kenal 10% nama dari jumlah itu, tidak kenal sama sekali. Kebanyakan orang membuat akun Facebook dengan nama baru, passion baru, gaya rambut baru dan kamu pasti gak akan kenal langsung meskipun yang meminta berteman adalah teman SMP kamu. Hati-hati juga dengan teman maya yang hanya membuang waktu dengan segala pendekatannya. Akan lebih baikkalau kamu punya teman yang nyata di dunia yang sebenarnya.

 

Gak peduli dengan privasi

Okay, itu hak kamu kok. Tapi masalahnya …. kamu harus mengerti apa dampak yang bakal muncul di masa depan nanti ketika kamu menampilkan semua bentuk kehidupanmu di Facebook, termasuk bahkan hal yang bersifat sangat pribadi. Apa yang dibagikan di internet akan selalu berbekas, and they even stay forever. So, hati-hati dengan pilihan kamu ya.

 

IMG_20160803_164743

 

Setiap postingan sebenarnya tidak ada artinya

Tidak banyak yang benar-benar care dengan apa yang kamu lakukan, kamu lagi dengan siapa, apa yang kamu makan atau baru saja kamu beli. Pernah lihat video Ice Bucket Challenge? Pasti pernah muncul di beranda, kan? tapi kalau belum pernah melihat juga gak apa. Tapi, saat kamu terlalu intens di Facebook, kamu bakal tidur nyenyak tanpa tahu betapa sebuah mainan yang kamu punya di masa kecil dulu bisa bernilai jutaan sekarang. Apa yang ada sekarang hadir karena kamu membaginya di Facebook dan kamu membagikannya karena ada.

 

Pusing gak?

Gini deh, lebih baik undang seorang atau beberapa teman untuk bertemu kemudian kamu bisa ngobrol dan berbagi banyak hal secara langsung. Itu akan lebih baik.

Ingat satu hal, internet pada akhirnya hanya membawa banyak kenangan saja.

 

4 thoughts on “7 Alasan Kamu Harus Berhenti Main Facebook | Lifestyle

  1. tapi dari Facebook saya bisa dapat pekerjaan bu
    cerita ada teman lama yang mau tawarkan pekerjaan, tapi karena nomor hp saya ganti, dia menghubungi saya via facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *