Astrinovia.com

Cara Mudah Investasi Reksa Dana Dengan klikMAMI

 

IMG_20160423_121020

Pasti semua tahu rasanya ketika waktu gajian tiba. Tenang, karena kita bisa membayar tagihan-tagihan yang menumpuk. Terus, bisa belanja untuk keperluan keluarga selama satu bulan. Lalu, menggunakan sedikit uang untuk bersenang-senang bersama keluarga. Tapi eh tapi, kok baru satu minggu gajian ternyata uang di dompet sudah habis lagi. Ngecek saldo tabungan angkanya tidak juga bertambah, sedangkan menuju hari gajian berikutnya masih tiga minggu ke depan. Bingung, kan? Ketika tiba masa seperti ini pasti muncul pemikiran bahwa seharusnya saya bisa menyimpan lebih banyak bahkan berinvestasi. Tapi, masalahnya bingung investasi seperti apa yang cocok dan tidak membingungkan. Usia makin menua, tenaga makin berkurang, seharusnya bekal untuk masa depan makin besar. Kalau sudah begini saya suka sedih.

Kadang ngiler juga melihat teman saya yang berinvestasi logam mulia. Hm, tapi kemahalan buat saya. Kalau deposito gimana? Hm, masih berasa ngambang juga. Teman saya yang satu lagi malah sedang membangun sederet rumah kontrakan, padahal dia baru saja dipecat dari pabrik. “Pekerja buruh seperti saya kalau tidak investasi kayak begini mau makan apa nanti? Kerja aja gak jelas.” Saya jadi merasa tertampar, kok kalah cepat dengan teman saya itu. Yah, sebenarnya banyak sekali yang ingin diwujudkan tapi masalah biaya menjadi persoalan besar. Jadi, bagaimana caranya saya bisa menyimpan uang yang bisa bertambah banyak tanpa biaya besar? Ah, pikiran ini terus ada di kepala sampai beberapa minggu belakangan ini.

Sore itu seorang sahabat menyebarkan pesan bahwa ada bincang investasi reksa dana di Eduplex Dago bersama para blogger Bandung juga media. Kok ada media pers juga? Iya, katanya acara bincang santai ini sekaligus menjadi titik peluncuran perdana program investasi reksa dana online bernama klikMAMI. Wah, saya langsung teriak, “Ikutaaann …” –takut ketinggalan haha

 

Kita adalah penguasa untuk diri sendiri. Sikap dan karakter kita akan menentukan cara mengelola keuangan dengan bijak, dimana arus keuangan yang masuk bisa seimbang dengan pengeluaran

-Sefir Senduk

 

Kenalan dengan investasi

Pernah merasakan tidak saat kita harus pergi ke suatu tempat tapi hanya memegang uang pas-pasan di dompet? Kalau ada sesuatu hal mendesak di jalan bagaimana? Kalau tiba-tiba lapar, bagaimana? Sedihnya jika tidak memiliki dana darurat. Mirip seperti mobil yang tidak membawa ban serep saat beroperasi. Yuk, kita sadar diri. Sadar untuk tidak lagi membelanjakan semua pendapatan hingga tak bersisa dan hanya bisa merenung di tanggal tua. Sadar untuk tidak lagi seenaknya mempergunakan uang hasil kerja keras. Sadar untuk mengubah kebiasaan buruk soal pengaturan uang kita selama ini.

Pak Putut Andawarih, Direktur Pengembangan Bisnis Manulife, membuka sesi bincang-bincang dengan pertanyaan, “Kapan mau mulai berinvestasi?”

Hm, menjawabnya tidak susah. Maunya tidak pakai lama, sekarang saja. Tapi, dananya gimana ya? Mungkin bukan saya saja yang memiliki pemikiran seperti itu. Karena setahu saya, berinvestasi itu butuh dana besar. Jadi, setiap kali pendapatan bulanan cair, saya lebih mendahulukan keperluan rumah tangga, membayar tagihan, membeli buku sekolah, seragam, beli pulsa internet, lalu tinggal tersisa paspasan sampai akhir bulan deh. Pak Putut mengingatkan bahwa keinginan itu tidak pernah habis, dan kebanyakan kita lebih sering mengikuti keinginan daripada kebutuhan. Apalagi soal investasi, selalu tersisihkan. Padahal kalau diingat, kata Pak Putut, usia tidak bertambah muda, melainkan menua, tenaga makin berkurang, produktivitas juga menurun, tapi … kebutuhan hidup akan selalu ada. Inilah yang kadang luput dari pemikiran banyak orang, termasuk saya.

Jikamengingat usia, iya saya sudah tidak muda lagi. Apalagi seorang single parent seperti saya, seharusnya memiliki investasi yang lebih besar untuk persiapan masa tua nanti. Jika diingat-ingat ke belakang, tiap kali mendapat rejeki berlebih kok tidak ada yang tersisa untuk diinvestasikan ya. Dananya malah terpakai lebih dulu untuk bayar utang, bayar ini itu, belanja (lagi), kemudian dipakai makan bareng. Habis sudah. Hiks

Jadi, bagaimana dong?

Yuk, diingat terus tiga poin penting di bawah ini ya.

  1. Insyaf

Tuh, kan betul. Insyaflah wahai manusia. Pak Putut bilang kita harus insyaf untuk lebih mementingkan kebutuhan daripada keinginan. Jangan terlena oleh gaya hidup. Sekarang saja gaya nanti di masa tua malah menderita, kan sedih kalau begitu.

  1. Irit

Irit maksudnya segala terbatas? Makan sedikit, belanja sedikit, ingin ini itu ditahan, simpan saja uangnya, begitukah? Bukan. Irit itu maksudnya menentukan prioritas. Mendahulukan kebutuhan yang paling penting daripada keinginan. Lalu, jika sudah melakukan dua hal tersebut, cobalah membayar diri sendiri. Haa? Maksudnya gimana?

  1. Pay yourself first

Maksudnya adalah menyisihkan sebagian penghasilan yang didapat untuk ditabungkan atau berinvestasi. Tapi … lakukan cara ini sebelum kita membelanjakan uang untuk kebutuhan lain. Maknanya mungkin membayar kita sendiri dari penghasilan yang kita dapat untuk kebutuhan hidup kita juga nanti di masa depan. Kira-kira seperti itu. Iya, seharusnya investasi memang dilakukan dalam waktu jangka panjang. Jika memperhitungkan waktu jangka panjang jangan lupa untuk mengingat inflasi.

 

Inflasi, The Silent Robber

Dari sejak SD sampai sekarang sering kita dengar kata inflasi. Apa sih sebenarnya inflasi itu? Untuk mudahnya, inflasi itu adalah kenaikan harga. Selama kita masih membeli barang kebutuhan hidup maka kita pasti akan terkena imbas inflasi. Misalnya begini, dulu jaman kita SD uang bekal ke sekolah cukup 25 perak saja. Uang sebanyak itu bisa untuk membeli sepiring nasi uduk dan jajan es cendol sepulang sekolah. Tapi sekarang, untuk menu yang sama, mungkin kita harus membayar Rp 15.000. Terlihat kan perbedaannya? Itulah inflasi.

Sudah terbayang bukan, berapa uang yang harus disediakan di masa depan untuk mendapatkan menu seperti itu? Pasti lebih besar lagi. Trus kalau kita tidak mempersiapkan dari sekarang, apa jadinya nanti?

Bincang asyik tentang investasi bersama Mbak Ratri, Mbak Anggra, dan Pak Putut Andanawarih
Bincang asyik tentang investasi bersama Mbak Ratri, Mbak Anggra, dan Pak Putut Andanawarih

 

Reksa Dana Manulife

Kesimpulan sementara saya, investasi itu penting dan harus dimiliki. Tapi, apakah orang dengan penghasilan tidak tetap seperti saya bisa berinvestasi? Pasti bisalah, tapi caranya bagaimana? Manulife sekarang menawarkan investasi ringan namun memberikan keuntungan yang dinamakan dengan Manulife Dana Kas (MDK). MDK ini adalah salah satu produk dari 19 reksa dana yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Menurut Pak Putut, produk investasi yang ini memiliki risiko rendah, stabil, menguntungkan, juga bisa mengalahkan inflasi. Kok bisa? Iya, karena dibandingkan dengan produk lain, produk yang ini termasuk konservatif dan pergerakannya minim. Hm, sampai sini pahamkah? Jadi, dengan MDK ini nilai uang yang disimpan bisa bertahan, bahkan meningkat, dan tidak tergerus arus inflasi.

Eum, gimana, gimana jelasnya lagi?

Begini ….

MDK ini cocok bagi orang yang baru kenal dengan investasi. Ternyata, yang ingin belajar tentang investasi itu banyak, termasuk saya. Produk ini tidak terlalu agresif jadi saya bisa sambil belajar produk lainnya sambil berjalan. Keuntungan lain dari produk ini adalah MDK bisa diambil kapanpun kita membutuhkan, tidak usah menunggu dalam jangka waktu tertentu. Tidak sama dengan deposito. Jadi, bila dianggap sebagai dana darurat, produk ini cocok.

Lalu, berapa sih dana yang harus disiapkan untuk bisa berinvestasi di MDK? Kecil, hanya dengan dana minimal Rp 100.000,- kita sudah bisa mulai berinvestasi. Haa? Seriusan? Hooh. Kalau mau lebih besar dan disesuaikan dengan jumlah penghasilan kita sebulan, bisa. Terus, produk MDK ini juga tidak ditarik bea admin dan pajak, lho. Asyik, kan?

Untuk yang ingin berinvestasi secara syariah, MAMI juga punya produknya, yaitu reksa dana syariah. Jadi, dana yang diinvestasikan di reksa dana syariah ini dikelola untuk menjalankan bisnis sesuai syariah juga. Jadi jangan khawatir, bisnis yang dikelola ini tidak melanggar hukum Islam.

Contoh perbandingan antara menabung biasa dan reksa dana di Manulife
Contoh perbandingan antara menabung biasa dan reksa dana di Manulife / Credit: Triani Retno

 

Solusi Investasi Online KlikMAMI

Oh iya, ada satu pertanyaan atau lebih tepatnya kendala nih buat yang mau investasi. Saya misalnya, agak malas kalau harus datang ke bank, kemudian ngantri dan menghabiskan banyak waktu. Apakah berinvestasi di Manulife bisa dilakukan secara online? Nah, kabar baik untuk para investor yang ingin berinvestasi di Reksa Dana Manulife, pada tanggal 23 April, di acara bincang santai bareng blogger ini, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia resmi meluncurkan klikMAMI.

Layanan solusi online Reksa Dana Manulife klikMAMI bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang tidak punya waktu untuk datang ke bank karena kesibukan di kantor atau di rumah, atau malas membelah kemacetan di jalanan untuk sampai ke lembaga investasi atau bank. Cukup membuka situs www.klikmami.com kita bisa langsung mendaftar sebagai investor.

Jika sudah selesai mendaftar dan mendapat konfirmasi dari Customer Service maka kita sudah resmi terdaftar dan bisa mulai melakukan transaksi secara online di klikMAMI, seperti:

  • Membeli unit Reksa Dana Manulife (top up atau menambah produk baru)
  • Menjual unit Reksa Dana Manulife
  • Beralih produk ke unit Reksa Dana Manulife lainnya
  • Mengubah data pribadi
  • Melakukan monitoring dana investasi kita

Nah, solusi mudah berinvestasi sudah hadir. Masih ada alasan untuk menunda investasi? Jangan, jangan sampai terlambat. Ingat usia, ingat masa depan. Semakin lama kita menunda, makin sedikit waktu yang kita punya. Yuk, jangan ditunda. Investasi sekarang aja.

CgsnI4GU4AAj4cS
klikMAMI aja. Jangan Tunda-tunda, sekarang aja.

 

2c243de6b9e7653d8692b5b8d756d77f
Pak Putut, Pak Imam, dan Pak Legowo sedang mencoba mengoperasikan klikMAMI di di tabnya.

IMG_20160423_092946

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *