Astrinovia.com

Journey to Catalunya

saya mau share tentang perjalanan paling menyenangkan dalam hidup saya, yaitu menginjakkan kaki di kota Barcelona dan tinggal disana. Hasil perjalanan ini membuahkan satu buku yang menjadi best seller, yaitu “Lucky Backpacker” yang diterbitkan oleh Penerbit Imania. Yuk, kita ikuti kisahnya sedikit demi sedikit. C’mon ….

Siapa tak kenal Barcelona? Seluruh dunia pasti tahu nama kota terkenal dan terbesar kedua di negara Spanyol itu. Kota yang memiliki keindahan alam serta sejarah yang sungguh menarik untuk ditelusuri. Catalunya, satu wilayah penuh potensi di bagian utara Spanyol, bersebelahan dengan Andorra, Perancis dan Italia, menyimpan jutaan keindahan dunia yang berbeda dari negara lain. Kalau bisa dibilang eksotik, ya itulah istilah yang tepat. Bagian utara Spanyol memiliki cuaca yang tidak begitu panas, berbeda dengan bagian selatan seperti Andalusia yang dekat dengan benua Afrika. Andalusia beriklim lebih panas daripada Catalunya.

Menginjakkan kaki di negara yang menjadi bagian dari mimpi terliarku adalah sebuah keajaiban. Ibu pernah bilang bahwa kebaikan yang kau tabur di negara sendiri akan menjagamu ketika kau berada jauh di negeri orang dan tak mengenal siapapun disana. Timbal balik dari kebaikan yang sudah kau berikan untuk orang lain dengan ikhlas akan menjadi semacam guardian angel bagiku dimanapun aku berada. Ternyata, ibu tak salah. Aku, pergi ke benua biru, untuk mengikuti satu program pertukaran budaya, sendirian, tanpa bekal uang yang cukup dan informasi yang luas. Hanya satu yang kupunya saat itu. Keberanian! Keberanian akan membuat kita pantang menyerah untuk terus berjuang dan meraih cita-cita.

Butuh waktu selama 22 jam untuk bisa sampai disana dengan dua kali transit di Changi airport, Singapura  dan bandara Schipol Amsterdam, Belanda. Badan rasanya pegal-pegal tak karuan, maklum saya terbang kesana menggunakan kelas ekonomi KLM. Tapi, setidaknya saya menggunakan maskapai penerbangan yang bagus dan pelayanan selama perjalanan sungguh luar biasa. Perjalanan ke luar dari Indonesia ini bukan yang pertama kalinya tetapi inilah pertama kalinya saya berangkat ke Eropa SENDIRIAN. Wow, sebuah pencapaian yang tinggi bagi saya pribadi. Bagaimana tidak, berani melangkah sejauh ribuan mil sambil degdegan menunggu penjemput yang belum pernah bertemu sebelumnya. Namun, teringat kembali wejangan ibu, bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan yang sama bahkan lebih. Alhamdulillah, setibanya di airport El Prat, Barcelona, nama saya tertulis besar di atas sebuah kertas karton yang dipegang seorang pria dewasa berwajah ganteng, keluarga angkat saya, Xevi Ribalta. Hmmm … mengenang dirinya juga seluruh keluarga di Llambilles sungguh membuatku rindu. T’enyorem a tots.

Sebenarnya saya tinggal di kota tetangga Barcelona yaitu Girona. Perjalanan ke Girona menggunakan mobil lewat jalan tol memakan waktu sekitar satu jam tanpa macet. Bisa dibayangkan jaraknya ya … sesaat saya ragu akankah Girona menjadi tempat yang menyenangkan untuk ratusan hari ke depan? Ternyata … sejak pertama kali menginjakkan kaki di Girona, saya langsung jatuh cinta pada kota ini. Bersih, teratur, tak begitu ramai, indah dan lingkungannya sangat menyenangkan. Saya suka sekali dengan kota Girona. Hari itu pertama kali saya bertemu dengan keluarga angkat yang baik hati, keluarga Xavier Ribalta Rochas, pasangan muda dengan dua anak perempuan yang cantik-cantik.

Kuhempaskan tubuh lelah di atas ranjang yang telah disiapkan oleh mereka. Memandangi langit-langit ruangan tanpa kedip dan merasakan dinginnya udara 4 derjat Celsius yang tidak pernah kurasakan di Bandung, kampung halamanku. Luar biasa!

Nantikan lanjutannya yaa .. Stay tune !

Any questions? please comment, I surely reply to you. Molt gracies meus amics

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *