Astrinovia.com

Smile, Everlasting!

Senyum, satu kata yang memiliki berjuta makna. Hanya dengan menarik sedikit bibir kita ke samping ditambah sorotan mata ceria akan membuat dunia tampak lebih berkilau. Tak dapat dipungkiri, siapapun yang tersenyum hari ini, itulah mereka yang dapat mengalahkan kelemahan dalam dirinya. Siapa yang tahu di balik senyuman itu mereka sednag bersedih? Apa sebenarnya yang sedang dirasakan oleh orang-orang itu.

Anak-anak berseragam lusuh tetap tertawa-tawa dan bercanda di jalan bersama teman-temannya seakan dunia hanya milik mereka. Ibu penjual jamu menawarkan dagangannya sambil tersenyum meskipun dia tahu belum tentu semua orang akan membeli produk yang ditawarkan. Bapak tua berjalan terpincang-pincang menuju pasar tradisional tersenyum sambil menjinjing tas kain untuk diisi dengan sedikit barang belanjaan sepulangnya nanti. Meskipun dia tahu harga sembako dan sayuran melonjak tajam tapi siapa tahu ada yang bisa mampir ke dalam tasnya dan menjadi santapan untuk hari ini.

Manusia hidup bukan tanpa sandungan. Masalah selalu muncul baik disadari ataupun tidak. Namun begitu, masalah itu untuk dicari solusinya bukan untuk dihindari atau dihilangkan paksa. Usaha menghindari masalah itu bisa saja dilakukan namun sifatnya hanya sementara. Mereka akan balik lagi dan tetap meminta jawaban dari kita. Lalu apa yang mesti diperbuat? Mencari solusi, itu yang terbaik. Dalam setiap masalah selalu menyisakan sedikit kekecewaan, kesedihan, kemarahan dan energi negative lainnya. Tapi jangan buat energi negative menguasai hari-hari kita. Salurkan energi negative dengan berbagai kegiatan positif. Ingatlah bahwa di setiap kerumitan dan kesulitan hidup selalu tampak cahaya terang di ujung sana. Berlaku bagi mereka yang mau berusaha dan mencari solusi dari setiap permasalahan.

Lalu apa hubungannya dengan senyum? Smile, setiap kali mengerjakan sesuatu dengan senyum maka pekerjaan itu akan terasa ringan. Kalau bertemu dengan orang lain lalu saling tersenyum, rasanya hati ini nyaman dan hidup lebih enteng. Berhadapan dengan orang yang sedang mengeluarkan amarahnya lalu kita berikan senyuman, amarah itu kadangkala reda. Namun begitu, berikan senyuman yang tulus. Keluar dari hati yang paling dalam. Jangan dibuat-buat atau hanya untuk menutupi kesedihan yang sedang berkecamuk dalam diri.

Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan kita, jadi yakinlah bahwa dalam setiap kesusahan selalu ada sedikit ruang yang bisa membuat kita tersenyum. Optimalkan ruang itu sehingga energi negative akan terbawa arus energi positif. Yakinlah selalu bahwa Tuhan memberikan anugrah kenikmatan hidup yang tiada bandingannya bagi kita manusia dibandingkan makhluk ciptaannya yang lain. Apapun kekurangan kita jangan dibesar-besarkan tetapi gunakan kekurangan itu untuk lebih memacu diri dan mendorong semangat untuk lebih berkarya. Semua orang diciptakan unik dan memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri. Tak usah ragu, lakukan apa yang kita suka dan berikan yang terbaik untuk itu sehingga menghasilkan karya yang penuh manfaat bagi banyak orang.

Senyum, lagi-lagi memberikan satu semangat yang berperan lebih menghidupkan aktifitas keseharian kita. Bukankah lukisan yang dibuat dengan senyum akan terlihat lebih indah? Bagaimana dengan penulis yang menuangkan pikirannya sambil tersenyum? Tulisan itu akan lebih memiliki jiwa. Coba lihat tukang cabai di pasar yang menawarkan dagangan dengan senyum, pasti lebih banyak calon pembeli yang mendekati lapaknya. Siapa mau belanja di lapak yang ditunggui oleh orang dengan muka ditekuk? Pernahkah kita menyadari bahwa senyum tulus akan membuat orang lain bahagia?

Pernahkah ada yang berkata, senyummu menyemarakkan duniaku? Betapa indahnya perasaan hati ini saat ada orang mendekat lalu membisikkan kalimat itu di telinga kita. Jadi, tersenyumlah meskipun saat sedang sedih sekalipun, kita tidak akan tahu siapa yang bakal terpesona dan jatuh cinta pada kita hari ini. So smile and make things brighter today.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *