Astrinovia.com

Dihukum Itu Seru!

“Oh, anakku sudah datang,” pikirku dalam hati sambil menghentikan pekerjaan sebentar dan menyambutnya di pintu rumah.
“Assalamualaikum!”
“ Waalaikumsalam. Haiii ,,, gimana sekolahnya, nak? Seru kan?”
Dia hanya tersenyum simpul sambil membuka sepatu dan pecinya. By the way, Anakku sekolah di TPA Al Ghofuriyyah di dekat rumah. Pergi ke sekolah dan pulang ke rumah sendiri tidak perlu diantar. Sedikit demi sedikit sudah mulai mandiri tetapi anakku sedang dalam fase-tak mau mendengar dan gimana mauku sendiri saja-di usianya yang mendekati angka 5.
Tiba-tiba dia mulai bercerita.
“ Mom, tadi di sekolah aku dihukum lho!”
“ Hah? Memangnya kenapa? “
“Tadi kita semua lagi nyanyi terus aku malah ketawa-ketawa jadi bu guru nyuruh aku ke depan kelas.”
“Ngapain di depan kelas?”
“ Aku disuruh megang telinga oleh dua tangan terus kakinya diangkat satu. Lamaaaaa banget sampe cape deh!”
Aku hanya bisa tersenyum kecil sambil menahan tawa yang sudah tak tahan untuk disemburkan. Wajahnya menunjukkan keriangan seakan bahagia dengan hukuman dari gurunya itu.
“ Lain kali, gak boleh seperti itu. Kalau Bu guru sedang menerangkan, kamu harus mendengar kalau tidak nanti dihukum lagi di depan kelas!”
“ Tapi tadi dihukumnya berdua kok, mom.”
“Sama siapa?”
“Sama Fadil. Jadi ada temen deh, kalau dihukum lagi nanti mau ngajak Fadil juga biar ada temen. Ya, mom?”
Ya ampun, anakku kok bisa berpikir seperti itu ya? Mungkin dia belum mengerti apa yang dimaksud dengan hukuman itu. Menurutnya “hukuman” hanyalah sebagian dari aktifitas sekolah yang menyenangkan. Itulah sebabnya mengapa guru pendidikan dasar wajib berwawasan luas dan memiliki sikap sabar. Anak adalah pribadi yang unik dan menggemaskan. Berkat mereka semua kita para orangtua bisa tersenyum menghadapi hari yang sulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *