Astrinovia.com

FUNancial Tips Ubah Hobi #YangKamuMau Menjadi Bisnis

 

Hi, everyone.

Back to my blog. Kali ini saya mau cerita sedikit tentang keseruan acara FUNancial #YangKamuMau yang digelar oleh Home Credit Indonesia di Bandung. Di acara ini kita belajar dan menyerap ilmu tentang cara mengatur keuangan pribadi dengan baik dan rapi jali. Tak hanya rapi, kita juga mendapat pencerahan untuk mengelola keuangan dengan cara yang menyenangkan seperti yang kita mau.

Sebelumnya saya mau kasih tahu kalau Home Credit (HC) itu adalah perusahaan pembiayaan berbasis teknologi yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Home Credit mengembangkan programnya secara online dan offline juga. Jadi, ketika kamu butuh biaya multiguna untuk berbagai macam keperluan seperti elektronik, furniture, aksesoris kendaraan dan lainnya bisa dibantu oleh Home Credit, tentunya pembiayaan ini untuk digunakan secara bertanggung jawab ya.

 

 

Keseruan Acara FUNancial #YangKamuMau

Melihat judul acaranya saja saya sudah tertarik untuk datang. Bicara tentang keuangan memang hal yang sensitif, tapi akan sangat menyenangkan ketika kita tahu cara mengelolanya dengan baik dan menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan. Acara dilangsungkan pada 7 Desember 2019 di Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters di Jln. Cihampelas 96, Bandung. Temanya sendiri adalah Start-up Smart: Financial Tips for Turning Your Hobby into a Business. Nah, menarik kan? Acara ini gratis bagi siapa saja yang ingin menghadirinya. Selain mendapat makan siang, sertifikat, doorprize dan goodie bag, kita juga mendapat wawasan tentang pengelolaan keuangan yang melimpah.

Pematerinya juga seru, ada Dipa Andika, seorag Financial Planner dan co-Founder dari Hahaha Corp. Dipa bisa memaparkan tentang tips mengelola keuangan dengan fun dan seru, gak ngebosesnin deh pokoknya. Selain Dipa, ada juga Mohammad Takdis, owner Whatravel Indonesia yang menceritakan jungkir baliknya dia mengelola sebuah bisnis dari nol.

Dari temanya aja ini udah berasa aku banget gitu, yaitu menjadikan hobi sebagai bisnis. Jadi, yang punya hobi traveling kayak saya harus tahu caranya ngatur uang biar gak kehabisan duit di negeri orang. Pernah saya alami sih, makanya saya berdoa moga kalian gak seperti itu. Alasan kehabisan uang bukan karena hura-hura tapi keadaan mendesak lain. Saya pernah tertahan di bandara Srinagar dan tidak bisa menuju Delhi selama 7 hari karena saat itu ada ancaman bom dan juga badai salju. Semua akses jalan menuju New Delhi tertutup dan penerbangan ditunda. Jadi, mau gak mau saya harus extend masa tinggal selama 7 hari sambal menunggu badai reda dan informasi kapan saya bisa terbang ke Delhi. Dan, kondisi seperti itu wow banget loh. Jangan sampai kalian mengalaminya deh, karena jika sudah begitu maka untuk bisa sembuh ke kondisi normal itu butuh waktu yang cukup lama, setidaknya bagi saya.

Itu intermezzo aja ya.

 

 

Buat kamu yang membutuhkan pembiayaan multiguna dan prosesnya cepat kamu harus coba Home Credit. Saya sudah pernah coba sampai tiga kali dan semuanya berjalan lancer. Bahkan karena saya termasuk customer yang aman jadi saya ditawari untuk pembiayaan besar dengan term tertentu, tapi mikir-mikir dulu deh hahaha …

Intinya, mengelola uang itu harus bisa dan dilakukan dengan baik, itu juga kalau kamu gak mau jatuh misqueen, iya kan? Menurut Dipa, jangan lupa untuk berinvestasi karena ini penting untuk masa depan kita nanti. Tentukan tujuan investasi kita apa. Apakah untuk sekolah anak, dana pension atau asset dan liburan keluarga. Jadi, selain membulatkan niat untuk mulai berbisnis, jangan lupakan investasi ya.

Oh iya, dalam berbisnis itu ada hal-hal kecil yang suka terlupakan, seperti mencatat pengeluaraan sekecil apapun. Misalnya, bayar parker, bayar toilet, bayar tip restoran. Semua itu harus dicatat, karena kalau tidak dicatat sebenarnya semua uang yang dikeluarkan itu jumlahnya besar juga. Nah, pengeluaran seperti ini oleh Dipa disebut sebagai Latte Factor. Kalau Latte Factor kamu sebesar apa? Kepikiran gak?

Berikut beberapa tips untuk kita terapkan dalam mengelola keuangan bisnis agar pencatatannya lebih tertata dan rapi:

  1. Buat rekening berbeda antara rekening bisnis dan pribadi, agar pemasukan yang ada nanti tidak tercampur.
  2. Catat pemasukan dan pengeluaran dengan detil, kalau bisa hingga pengeluaran terkecil sekalipun. Eh tapi ini maksudnya bukan untuk menjadi pelit ya, karena masing-masing pengeluaran itu seharusnya sudah ada posnya masing-masing. Semua dicatat agar ada evaluasi nantinya.
  3. Membuat report keuangan secara regular, mau harian, bulanan, triwulan atau dalam jangka waktu yang kamu inginkan, yang penting secara teratur.
  4. Buat pos untuk dana darurat atau dana talangan, karena kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi esok ya, kan? Yang belum terpikirkan hari ini bisa jadi muncul kemudian.

So, overall acara FUNancial #YangKamuMau ini seru dan bermanfaat banget. Banyak hal penting lainnya yang disampaikan oleh narasumber dan terlewatkan oleh kita. Sekarang saya jadi makin tahu pentingnya pencatatan, pengelolaan keuangan dan penggunaan pos-pos keuangan dalam arus kas kita. Terima kasih Home Credit sudah mengundang saya, kapan-kapan saya mau banget datang lagi ke acara seperti ini. See you and thank you!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *