Astrinovia.com

Wake Up Wakaf! Gerakan Sejuta Wakaf Dompet Dhuafa

 

Selama ini mungkin kebanyakan orang hanya tahu bahwa berwakaf itu hanya untuk mereka yang memiliki harta berlebih dimana harta yang diwakafkan juga dalam jumlah besar. Namun, mindset itu ternyata tidak begitu tepat, karena berwakaf itu bisa dilakukan oleh siapapun dengan nilai wakaf minimal. Dompet Dhuafa memberi wawasan baru tentang wakaf ini dalam sosialisasi program ‘Wake Up, Wakaf!’ yang bersinergi dengan zakat, infaq dan sedekah.

Senang sekali rasanya bisa ikut berpartisipasi mengunjungi Kebun Indonesia Berdaya di Desa Cirangkong, Subang, yang dikelola oleh Dompet Dhuafa bersama teman-teman blogger Bandung (17/10/2019). Kebun ini adalah lahan seluas 10 Ha yang dibeli oleh lembaga amil zakat, Dompet Dhuafa, dengan dana wakaf untuk kemudian dikelola menjadi kebun yang produktif. Oleh karena itu dinamai Kebun Indonesia Berdaya.

 

 

Setelah lahan ini dikelola oleh Dompet Dhuafa, para petani mendapat banyak sekali bantuan termasuk permodalan pembibitan, pemupukan, perawatan hingga penjualan. Hasil panen petani juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hasil panen mengikuti musim maka kini petani bisa memanen buah kapan saja karena penggunaan teknik forsing yang bisa mengatur tumbuh bunga sesuai waktu yang ditentukan.

Tak hanya itu, di lahan ini juga akan dibangun sebuah pabrik pengolahan buah Nanas untuk mengambil ekstraknya dan dibuat selai. Yang belum kita tahu adalah ternyata ekstrak Nanas ini merupakan bahan baku dari berbagai cita rasa jus buah dalam kemasan. Jadi Nanas ini seperti induknya buah. Rasa asam segar yang kita rasakan dari minuman jus dalam kemasan itu berasal dari ekstrak buah Nanas. Itulah mengapa disini akan dibangun pabriknya, karena potensi marketnya besar dan termasuk sektor industri strategis.

Menurut Dompet Dhuafa, selama ini ekstrak buah dalam kemasan yang selama ini dipasarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat berasal dari Brazil. Jika program ini berjalan baik maka para petani di Kebun Indonesia Berdaya bisa berkompetisi kuat dengan pemasok ekstrak buah asal luar negeri. Dan kebetulan, Indonesia juga belum memiiki pabrik ekstrak buah yang berskala industri besar. Bagi petani sendiri, keberadaan program dari Dompet Dhuafa ini sangat membantu karena mereka bisa mendapatkan harga yang lebih bagus untuk hasil panennya sehingga kesejahteraan pun meningkat.

 

 

Wake Up, Wakaf!

Program ini merupakan sebuah program yang dijalankan untuk mengubah mindset masyarakat mengenai wakaf. Selama ini masyarakat masih menganggap wakaf merupakan ibadah yang identik dengan 3M yaitu makan, mesjid, dan madrasah. Masyarakat masih belum paham betul bagaimana potensi wakaf di Indonesia ini sangat besar dan bisa menjadi alat untuk membantu memeratakan ekonomi masyarakat.

Masyarakat kebanyakan menyalurkan wakaf melalui aset tidak bergerak atau wakaf sosial, padahal wakaf produktif atau wakaf uang memiliki peran yang besar untuk kebermanfaatan masyarakat, selain juga bisa mengembangkan surplus investasi wakaf itu sendiri. Kondisi seperti ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang wakaf dan belum banyak entrepreneur yang bisa membantu pengembangan wakaf produktif, seperti yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa di Kebun Indonesia Berdaya ini.

 

 

Jadi, mengikuti perkembangan teknologi dan pasar saat ini yang bergerak cepat memasuki era industri 4.0 Dompet Dhuafa menginisiasi gerakan yang bisa membuat masyarakat tersadarkan betapa pentingnya wakaf dalam menunjang percepatan pertumbuhan ekonomi umat. Gerakan ‘Wake Up, Wakaf!’ Ini menghadirkan layanan digital wakaf produktif , yaitu melalui tabungwakaf.com yang menyasar generasi milenial Indonesia untuk ikut berwakaf dengan mudah melalui lembaga terpercaya. Gerakan ini ditargetkan bisa mencapai sejuta wakaf untuk membantu mendorong pertumbuhan aset produktif dimana hasilnya akan kembali ke kesejahteraan masyarakat. Sangat diharapkan dari kolaborasi dan sinergi yang positif seperti ini bisa terbentuk ekosistem wakaf yang luas dan menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya berwakaf produktif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *