Astrinovia.com

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan

 

Pada tahun 2003 silam, di masa peralihan gubernur R. Nuriana pada Danny Setiawan, warga melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menggagas sebuah ide mengenai pembangunan bandara bertaraf internasional di Jawa Barat. Warga menilai Bandara Husein Sastranegara Bandung tidak lagi layak menampung mobilisasi transportasi udara penduduk Jawa barat yang sudah mencapai angka 37 juta penduduk di awal tahun 2000-an. Kelayakan studi kemudian dilaksanakan dan pada tahun 2005 melalui ijin pemerintah pusat dengan SK Menteri Perhubungan No 5/2005 menetapkan kecamatan Kerjajati Majalengka sebagai lokasi pembangunan bandara internasional yang baru.

Namun begitu, studi kelayakan ini dinilai tidak berjalan dengan baik. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui bahwa pembangunan bandara tersebut dinilai tanpa kajian yang mendalam. Itulah sebabnya hingga tahun 2019 bandara ini masih terbilang sepi pengunjung. Bahkan kalau bisa dibilang mati suri, karena rute penerbangan yang tersedia sekarang pun hanya beroperasi satu dari 11 rute yang tersedia. Target penumpang sebelumnya yang membidik angka 2,7 penumpang per tahun seakan pupus dari harapan.

Sebenarnya Indonesia, khususnya warga Jawa Barat patut berbangga dengan hadirnya Bandara Kertajati ini. Bukan hanya pembangunan infrastruktur ini hasil karya murni anak bangsa, namun juga pembangunannya dilakukan melalui model pembiayaan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang resmi dioperasikan pada 2018 lalu seharusnya menjadi harapan baru di industri penerbangan dan pariwisata Indonesia.

 

 

Apa sebab BIJB Kertajati sepi pengunjung?

Sebagai seorang yang cukup sering bepergian menggunakan pesawat terbang tentu saja saya juga mempertimbangkan jarak tempuh antara rumah menuju bandara. Jika mengejar waktu yang cepat maka saya akan berpikir dua kali untuk berangkat ke Bali melalui bandara Kertajati. Bukan apa-apa. Alasannya simple saja. Jarak antara Bandung – Majalengka itu memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan, itu pun jika tidak terhambat macet. Pilihan transportasi dari Bandung menuju bandara langsung juga sepertinya sangat terbatas dan kurang memadai. Akses dari gerbang tol terdekat menuju bandara masih begitu jauh. Jadi, saya lebih memilih bandara Husein Sastranegara untuk pergi ke Bali. Perjalanan dari rumah ke bandara memakan waktu 40 menit menggunakan ojek online. Selain cepat juga hemat biaya.

 

 

Apa upaya pemerintah meningkatkan trafik Bandara Kertajati?

Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan’ yang digelar di Grand Ballroom Hotel Mercure Bandung (22/6/19) bersama perwakilan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Angkasa Pura II, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan beberapa komunitas, mencoba mengumpulkan beberapa usulan dan saran dari publik dalam upaya memajukan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Disebutkan oleh Angkasa Pura II, bahwa pihaknya siap membantu dan melayani perpindahan penerbangan domestik dari bandara Husein Sastranegara Bandung ke BIJB Kertajati Majalengka. Rencananya, sebanyak 56 penerbangan termasuk 13 rute domestik akan mulai dioperasikan di BIJB Kertajati per tanggal 1 Juli 2019 mendatang. Tak hanya itu, angkutan umum Bus Damri juga akan membantu berjalannya rencana tersebut dengan mengoperasikan angkutan khusus secara reguler dari terminal Damri Kebon Kawung Bandung dan terminal Cikarang Kabupaten Bekasi menuju Majalengka.

 

 

Tak hanya itu, pemerintah juga sedang mengembangkan kawasan megapolitan Jabodetabek termasuk kawasan Aerocity Kertajati, dan implementasi rencana pengembangan kawasan bandara Kertajati ini sudah mulai dijalankan dengan 3 tahap masterplan, yaitu tahap 1 (stage 1 & stage 2), tahap 2, dan tahap 3 (ultimate). Saat ini yang sudah selesai yaitu tahap 1 stage 1.

Tak lama lagi, jika pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) yang menghubungkan Bandung dan Majalengka selesai maka warga akan semakin terbantu karena jarak tempuh antara Bandung ke Majalengka bisa lebih cepat. Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menyebutkan, “ Kami optimis BIJB Kertajati akan menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah Jawa Barat secara keseluruhan.” Tentunya saya sebagai penduduk Jawa Barat juga mendukung program pemerintah ini.

 

 

Jika boleh memberi saran atau usulan, maka saya mengusulkan pemerintah untuk memperhatikan secara baik faktor-faktor penunjang kelayakan sebuah bandara bertaraf internasional, sehingga bisa meminimalisir dan bisa cepat memperbaiki kekurangan yang ada. Hadirnya bandara internasional ini juga bisa menciptakan lapangan kerja baru yang luas dan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.

 

 

 

Photo credit:

  • Liputan6
  • Merdeka
  • Independensi
  • cnbc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *