Astrinovia.com

Tour de Pelatnas 2 Menuju Asian Games 2018 Jakarta & Palembang

 

Halo guys, untuk kedua kalinya saya ikut berpartisipasi dalam acara Tour de Pelatnas dalam rangka menggemakan keseruan perhelatan akbar olahraga Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Kali ini kami para blogger, media, vlogger dan influencer lainnya diajak melihat langsung dua tempat Pelatnas Asian Games cabang Pencak Silat dan Bulutangkis.

Seperti dalam rangkaian tour yang pertama, kami semua berkumpul di kantor Kemenpora di kawasan Senayan untuk kemudian berangkat menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggunakan bis. Tentu saja Pak Menteri Imam Nahrowi, menjadi tour guide istimewa dalam perjalanan ini. Setibanya di TMII kami disambut dengan acara konferensi pers dan pertunjukkan duo pesilat Prima dan Puspa memperlihatkan beberapa jurus andalan mereka pada para hadirin.

 

Pencak Silat

Saya jadi ingat pada bapak saya sendiri yang juga seorang pesilat amatir yang cukup senior. Saat kecil dulu saya juga sempat belajar beberapa gerakan tapi rasanya olahraga pencak silat bukan passion saya. Walaupun begitu, melihat pertunjukkan pencak silat selalu menjadi keseruan berbeda, karena gerakan mereka sungguh bertenaga dan membuat penasaran seperti apa dampak dari sebuah gerakan kecil jika direalisasikan sebagai gerakan bela diri senyatanya? Lumayan kan kena tonjokannya, pasti benjut deh hehe …

 

 

Nah, berkaitan dengan acara olahraga terbesar se-Asia, ternyata cabang olahraga (cabor) Pencak Silat ini baru sekarang dipertandingkan di Asian Games 2018. Sebanyak 16 medali emas akan diperebutkan di cabor ini termasuk 10 nomor tarung dan 6 nomor seni. Untuk Indonesia, kita mengunggulkan atlet dari Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri dan Putri Kelas Tanding.

 

 

Keunikan dari cabor ini adalah bahwa juri yang bertugas menilai pertandingan tidak duduk bersama di satu meja melainkan akan berada di setiap sudut arena, termasuk seorang wasit yang berada di tengah laga. Selain itu, karena Pencak Silat adalah cabor khas dari Indonesia maka semua istilah pertandingan tidak boleh digantikan dengan bahasa Inggris. Jadi para atlet dari negara lain harus tahu apa artinya istilah banting, pukul atau tendang. Ya, tentu saja mereka sudah tahu dong. Sebelum bertanding kan sudah mempelajari dulu dan berlatih. Hanya saja, rasanya bangga Pencak Silat, salah satu jenis olahraga tradisional Indonesia, bisa menjadi cabor yang dipertandingkan di skala Asia seperti ini.

 

Bulutangkis

Dari TMII kami kemudian menuju Pelatnas PBSI di Cipayung untuk melihat persiapan para atlet bulutangkis yang juga menjadi andalan Indonesia. Wah, ternyata pelatnas bulutangkis ini luas juga ya. Ada sejumlah 21 lapangan yang digunakan untuk latihan. Bulutangkis sendiri akan bertarung di  lima nomor pertandingan di Asian Games 2018 ini yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, Ganda Campuran , Regu Putra dan Regu Putri.

Di pelatnas, kami semua disambut oleh Alex Tirta (Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian PP PBSI), Achmad Budiharto (Sekretaris Jenderal PP PBSI), serta Susy Susanti dan Alan Budikusuma. Dua nama terakhir adalah atlet idola saya sejak mereka berdua berjuang meraih medali emas Olimpiade di Barcelona tahun 1992. Saya masih ingat jelas betapa semua orang di kampung semangat menyaksikan pertandingan yang disiarkan di televisi bareng-bareng di lapangan terbuka. Ketika Susi menahan shuttle cock dan berusaha mengembalikannya dengan baik, kami semua menahan nafas, berharap pengembalian itu berbuah skor. Begitu juga ketika smash Alan tak bisa dibendung oleh lawan, kami semua spontan berdiri dan bersorak lalu berjoget-joget meluapkan kelegaan dan kegembiraan. Lalu, ketika tangis haru mewarnai penyerahan medali emas untuk kedua atlet ini. Ketika Sang Saka Merah Putih dicium bangga di hadapan para penonton dunia. Betapa membanggakan bagi kami semua. Momen itu masih terbayang jelas dalam ingatan.

 

 

Di Cipayung, sesi latihan dibagi dua yaitu latihan untuk pemain utama dan pemain pratama. Latihan pemain utama ditujukan untuk para atlet yang sudah biasa bertanding di berbagai kejuaraan besar, seperti Liliana Natsir, Tantowi, Kevin dan Gideon dan banyak lagi. Sedangkan latihan pemain pratama adalah latihan yang ditujukan untuk para pemain tim lapis kedua yang sejatinya akan meneruskan jejak para seniornya nanti.

Kita semua tahu bahwa bulutangkis adalah salah satu cabor andalan Indonesia. Selain peta kekuatan olahraga ini yang ada di Asia, namun Indonesia juga sudah beberapa kali menjuarai pertandingan-pertandingan besar mengalahkan China, Korea, Malaysia, India, Thailand dan banyak lagi. Jadi, bulutangkis diperkirakan akan menjadi cabor yang dinantikan. Tak hanya itu, mendapat medali emas Asian Games adalah prestasi bergengsi, untuk itu kami semua mendukung para atlet untuk berjuang optimal dan meraih sukses di semua cabor.

 

 

Kini, Susi Susanti menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi sedangkan Alan Budikusuma menjabat Kepala Subid Sponsorship PB PBSI. Bersama para legenda lainnya seperti Lim Swie King, Cristian Hadinata dan Rudi Hartono, mereka kembali berjuang dalam kepengurusan PBSI dan membantu para atlet untuk meraih prestasi gemilang di Asian Games 2018.

Semangat juang para atlet ini patut didukung karena melalui merekalah nama Indonesia akan menjadi harum di seluruh dunia. Mari kita dukung para atlet dan sukseskan Asian Games 201 dengan cara menyuarakan secara positif event ini di berbagai platform, hingga gaungnya terdengar sampai ke langit. Semoga Indonesia bisa dan merebut banyak medali. #AyoIndonesia #AsianGamesKita

 

 

Yuk, yang ingin menonton langsung upacara pembukaan atau pertandingan Asian Games, bisa langsung klik saja disini! Dan untuk pembaruan berita seputar Asian Games, kamu boleh melipir langsung ke portal resmi Kemenpora. Semangat, Indonesia Bisa!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *