Astrinovia.com

Pengaruh Logistik Pada Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Era Industri 4.0

 

 

Seperti yang dikatakan oleh banyak pelaku ekonomi kini bahwa zaman sudah memasuki dunia digital, dimana nyaris semua informasi bisa ditemukan dengan mudah di internet. Indonesia, termasuk salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia meskipun penggunaannya masih didominasi oleh media sosial. Harus diakui bahwa hampir setengah dari jumlah total penduduk Indonesia memiliki akun pribadi di jejaring sosial. Dan, warganet Indonesia termasuk pengguna aktif. Artinya, banyak penduduk Indonesia yang menghabiskan waktu dengan beraktifitas di dunia maya.

Kondisi seperti ini memiliki dampak positif yaitu memicu berkembangnya ekonomi kreatif masyarakat. Perkembangan ekonomi kreatif juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perdagangan secara nasional, bahkan global. E-commerce merupakan pasar yang sangat potensial dalam beberapa tahun ke depan, dan ekonomi kreatif memberikan sumbangan yang cukup meyakinkan bagi pendapatan negara.

 

Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Di acara Kumpul Bareng Kawan Pers Nasional dan blogger bareng JNE Keren dan Bisnis Indonesia pada 31 Mei lalu di Hotel Grand mercure Bandung, topik ekonomi kreatif menjadi pembahasan yang menarik. Sebagai seorang blogger yang ke depannya ingin memiliki usaha sendiri dan dipasarkan melalui sistem digital tentu diskusi seperti ini merupakan ilmu yang harus diserap dengan baik.

Narasumber acara ini adalah mereka yang kompeten di bidangnya, seperti Hendra Wibawa [Redaktur Bisnis Indonesia], Setijadi [Chairman Supply Chain Indonesia], Agung Suryamal [Ketua Kadin Jabar], Slamet Pamungkas [Bekraf], Rimma Bawazier [Fashion enterpreneur], dan Eri Palgunadi [VP Marketing JNE].

Memang benar, ekonomi kreatif sedang menjadi tren sekarang ini. Bagaimanapun kita semua hidup di era industri generasi keempat atau disebut juga dengan industri 4.0. Jadi, industri 4.0 ini adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Sebuah fase industri dimana terjadi tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur, termasuk sistem cyber, internet of things, komputasi awan (cloud) dan komputasi kognitif. Artinya, apapun usaha yang dijalankan kini bisa diotomatisasi dan dijalankan secara digital melalui bantuan internet. Nah, semoga paham ya?

 

Ibu Hasmeliyani, Deputy GM JNE Wilayah 1, bicara tentang ekonomi global yang siap merambah Indonesia khususnya menyasar UMKM saat ini

 

Sekarang ini kita berada di era industri kreatif dimana masyarakat memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap teknologi informasi setiap harinya. Dan, hal itu juga memicu pertumbuhan ekonomo kreatif secara eksponensial. Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia merupakan negara yang memiliki kelebihan tersendiri di era industri 4.0 ini yaitu jumlah penduduk yang besar, sebanyak 250 juta lebih orang! Jumlah sebanyak ini bisa membuat Indonesia merajai pasar luar negeri dengan mudah. Tapi, dengan syarat, jika pemerintah dan juga masyarakatnya sendiri mampu memberdayakan potensi kreatif dengan baik.

Data dari Bekraf mencatat ekspor produk kreatif Indonesia pada tahun 2016 mengalami peningkatan 3,23% menjadi sekira US$20 milyar dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2015. Angka itu cukup bagus. Ke depannya, jika pemerintah memberikan dukungan kebijakan ekspor yang optimal maka angka tersebut bisa meningkat menjadi sekira US$ 40 milyar – US$60 milyar! Angka yang fantastis ya?

 

Efisiensi logistik

Perkembangan industri kreatif yang cepat tentunya membutuhkan dukungan logistik yang efisien. Perkembangan ekonomi digital memberi dampak positif pada bidang logistik karena pemindahan barang dari produsen ke konsumen membutuhkan media yang efisien dan tepat waktu. Perusahaan pengiriman ekspres seperti JNE (PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir) ikut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif lokal supaya memiliki daya saing tinggi di kancah global.

Salah satu pelaku bisnis kreatif, Rimma Bawazier, yang memiliki brand di bidang fashion mengatakan bahwa perusahaan logistik yang terpercaya itu sangat membantu sistem pengiriman produknya. Bayangkan, jika tidak ada perusahaan logistik yang efisien maka akan banyak waktu dan energi yang terbuang percuma karena tidak adanya sistem logistik yang bagus.

Belum lagi tantangan akan persaingan harga di pasar. Jika pengiriman barang terhambat dan membutuhkan waktu lebih lama maka harga barang juga akan menjadi tinggi. Bukan hanya itu, potensi peniruan juga terbuka lebar. Produk yang ditiru tentunya memiliki harga jual yang lebih murah. Bagi pelaku usaha, selain harus memilih perusahaan logistik yang bagus juga harus bisa memilih sumber daya manusia yang kompeten.

Memang tidak mudah menjalankan sebuah usaha. Saya masih ingat kutipan bagus dari film Batman Begins, “Kenapa kamu terjatuh? Agar kamu bisa belajar untuk bangkit kembali.” So, bagi yang memiliki ide-ide kreatif boleh coba diwujudkan menjadi sebuah usaha baru. Semoga, pemerintah bisa mendukung potensi kreatif masyarakat dengan kebijakan-kebijakan perdagangan yang optimal. Nah gimana, ada yang sudah mencoba merintis usaha sendiri?

 

2 thoughts on “Pengaruh Logistik Pada Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Era Industri 4.0

  1. terima kasih sudah di share
    sangat menginspirasi kita dalam memulai usaha kreatif hususnya yang ber bau online
    heeee
    di mana sbelum2nya kita sangat pesimis melihat persaingan dan modal yang ckup besar
    untuk maslah itu gmna ya solusinya mbak??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *