Astrinovia.com

Setiap Anak Adalah Unik dan Terlahir Sempurna

resize

 

“Like flowers, every child is special and unique… that is why gardens are beautiful every day of the week.”

 

Seorang anak, dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, adalah unik. Mereka terlahir sempurna dengan talenta dan kemampuan masing-masing yang memukau.

Sebagai orangtua, kadang kita lupa dan kerap membandingkan anak kita dengan anak yang lain. Hal seperti ini, di satu sisi bisa menjadi sumber kebanggaan yang tinggi. Namun, di sisi lain bisa menjadi sumber kekhawatiran bahwa ada sesuatu yang salah dengan anak kita atau kita bertindak salah sebagai orangtua.

Setiap anak berkembang di jalannya sendiri dengan cara sendiri

Perkembangan anak memiliki kadar berbeda-beda. Meski jalan yang ditempuh berbeda namun dalam perjalanannya mereka sudah menentukan pijakan yang dapat diprediksi untuk masa depan. Adalah normal, ketika seorang anak mengalami proses perkembangan yang lambat di satu aspek. Jadi, kalau satu anak ketinggalan satu fase di umur tertentu –ini adalah normal. Seiring perjalanan waktu, dengan nutrisi dan stimulasi yang tepat semua anak akan bisa mengejar ketertingalannya.

Setiap anak memiliki kekuatan dan kerapuhan berbeda. Beberapa di antaranya jago dalam berolahraga, yang lainnya malah ahli dalam musik. Ada lagi yang pintar secara akademik sedangkan yang lainnya biasa saja. Beberapa anak memiliki rasa gugup yang sulit hilang sedangkan anak lain tampak tenang menghadapi tantangan. Ada lagi anak yang mudah sekali tertidur sedangkan di sudut lain, ada anak yang sulit memejamkan mata setiap malam selama bertahun-tahun.

Anak yang diperkirakan bakal minderan, ternyata bisa berprestasi. Lengkapnya disini

Yakin bahwa kita berjalan sesuai jalur

Terkadang memang ada suatu tekanan atau beban tertentu bagi orangtua, untuk bisa mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Ada pernah satu kalimat dari orangtua lain yang begitu menohok hati, “ Oh, anak kamu kelihatannya pintar, badannya bagus atletis, ganteng juga. Tapi kok, nilai ulangan matematikanya dua, sih? Kok bisa?”

Bu, andai ibu tahu bahwa perkatan seperti itu mengiris hati. Tekanan atau beban seperti ini kerap membuat orangtua memaksakan anak untuk bisa menjadi sempurna versi orangtua. Padahal, jika orangtua mau membuang egonya, setiap anak bisa mengoptimalkan kemampuannya. Yang mereka perlukan adalah pelukan dan dorongan dari kita untuk bisa berjalan di jalur yang positif. Banyak orangtua yang merasa bahwa ternyata membesarkan seorang anak tidak senatural kelihatannya.

Sebagai orangtua tunggal, saya juga sering merasa kurang percaya diri. Rasanya cara saya membesarkan anak jauh dari kata sempurna. Kadang sedih melihat anak lain yang begitu banyak mengantungi prestasi. Miris juga hati ini melihat anak lain yang dibangga-banggakan oleh ayah ibunya karena prestasi akademik yang mengesankan.

Sebenarnya, yang dibutuhkan anak adalah kita untuk selalu hadir dalam hidupnya. Masalah prestasi adalah bonus. Hanya perhatian dari kita orangtuanya yang mereka butuhkan.

Saya teringat pada satu film keluarga yang menyentuh hati. Film garapan sutradara anak negeri, Agus Makkie, yang diproduseri oleh Angga Dwimas Sasongko, Rio Dewanto dan Handoko Hendroyono, membuat air mata saya menetes tak terasa. Bahkan, rasanya jiwa saya ikut terbawa oleh adegan-adegan antara Aqil (Sinyo) dan Ibu Amalia (Atiqah Hasiholan) yang banyak mirip dengan kehidupan saya bersama anak saya.

1000x750_9a94e87ef6b1c6f8d9229c4d70b213768deb0e04

Perjuangan seorang ibu bekerja menangani anaknya yang disleksia. Seorang ibu yang harus bisa memilah waktu, menetapkan prioritas dalam hidupnya, membuang keegoisan yang tanpa disadari malah merusak ikatan antara ibu dan anak. Satu kutipan yang menyentuh kalbu saya adalah “Tidak ada yang salah dengan seorang anak. Semua anak terlahir sempurna.”

Seorang anak bukanlah suatu masalah. Anak harus dijadikan sebagai seorang sahabat. Sahabat terdekat yang pernah kita punyai. Keegoisan orangtua membuat anak merasa dikesampingkan dan mereka sebenarnya kesepian. Tidaklah menjadikan seseorang gagal sebagai orangtua, karena cinta pada anak adalah segalanya.

Kita tidak sendirian

Tugas orangtua berubah secara konsisten sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak dalam masanya. Tidak ada istilah satu ukuran yang sama untuk semua orang. Yang cocok untuk satu anak mungkin tidak akan sama bagi anak yang lain. Metode pendidikan yang bisa dijalankan ketika anak berusia dua tahun mungkin sudah tidak bisa lagi dipakai saat anak menginjak umur 4 tahun.

Jika orangtua pernah kurang percaya diri maka itu adalah normal. Berbagi pengalaman dengan orangtua lain, juga teman dan keluarga akan membuat kita sadar bahwa ternyata kita tidak sendirian. Berbagi pengalaman yang sama bisa membuat kita yakin bahwa kita ada di jalur yang tepat. Percayalah bahwa kita lebih mengenal anak kita dibandingkan orang lain. Dan, jangan lagi membandingkan anak kita dengan anak lain. Orangtua adalah salah satu kekuatan terbesar anak dalam mengarungi kehidupannya sepanjang hayat.

1 thought on “Setiap Anak Adalah Unik dan Terlahir Sempurna

  1. Betul banget mbak, semua anak terlahir dengan sempurna dan memunyai keunikan masing, jadi anak jangan disalahkan jika keadaannya tidak sesuai yang diharapkan, haru diterima dengan lapang dada dan baik, itulah ujiannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *