Astrinovia.com

Gagal penalti di Copa America Messi umumkan pensiun dari laga internasional | Football

Messi terunduk lesu dalam kekecewaan di final Copa America
Messi terunduk lesu dalam kekecewaan di final Copa America

Kisah yang sama diceritakan kembali ribuan kali. Lionel Messi, seorang pemain terhebat di generasinya, tidak pernah memeangkan trofi besar untuk Argentina. Dirinya tampil di dua laga final secara berurutan untuk negaranya, namun kalah di Piala Dunia di waktu tambahan dan di final Copa America tahun lalu dalam adu penalti. Argentina berhasil lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun di Copa America Centenario 2016, dan sekali lagi, bertemu Chile, dalam adu penalti.

Dan, Messi gagal.

Rasanya tidak adil menyalahkan Messi ketika Argentina kekurangan gelar besar, dan memang bukan salah Messi. Tapi kali ini, tampak jelas oleh publik bahwa dirinya terlibat langsung dalam kegagalan timnas di final. Ini adalah untuk pertama kalinya Messi gagal melakukan tendangan di adu penalti, dan kegagalannya buruk sekali. Argentina malah tidak pernah memimpin dalam skor adu penalti, Chile menang 4-2.

Benar atau salah, hal ini tetap menjadi bagian dari kisah Messi. Sebelum final digelar, legenda Argentina, Maradona, mengatakan bahwa Messi tidak perlu pulang ke rumah jika gagal masuk final, dan banyak sekali fans yang menganggap Messi tidak bisa menyamai Maradona jika tidak bisa memenangkan penghargaan tinggi bagi negaranya seperti yangdilakukan Maradona di Piala Dunia 1986.

Reaksi Messi setelah gagal melakukan tendangan penalti di final Copa America Centenario (AP Photo/Julio Cortez)

Argentina menjadi juara Copa America di tahun 1993 dimana malah Maradona tidak bermain karen aharus berjuang merehabilitasi dirinya setelah dilarang bermain karena gagal lolos serangkaian tes medis penggunaan obat penyokong stamina. Maradona juga menyumbang gol kemenangan di semifinal Piala Dunia yang dimenangkannya dengan tangannya –The Hand of God. Hal ini bukan untuk memilah-milah siapa yang paling hebat, tetapi jika ditilik lebih lanjut maka perbedaannya begitu tipis ketika tiba di level kesuksesan internasional. Sungguh tidak pantas mengkritik Messi tidak bisa memelihara warisan Maradona –dan sayang sekali jika Maradona sendiri yang mengatakan hal seperti itu.

Tapi, apapun penjelasannya, tidak ada yang peduli apa makna adil yang sesungguhnya. Hal ini akan tersemat lekat sebagai warisan dari Messi. Dirinya kalah di tiga final secara beruntun. Dirinya tidak mencetak skor atau memberikan assist. Dan dirinya gagal melakukan tendnagan penalti. Topik ini tidak akan pernah tuntas dalam perdebatan kecuali Messi menjadi bintang kemenangan di Piala Dunia.

=============================

Tak lama …

Messi membungkuk, menahan rasa sakit, melepas ban kapten lalu berjalan menuju bangku cadangan, dimana rekan Angel Di Maria menyambutnya dengan sedih. Setelah Messi kembali ke lapangan, Aguero meletakkan satu tangannya di pundak Messi. Ketika Presiden FIFA Gianni Infantino mengalungkan medali juara kedua ke leher Messi, dirinya nyaris langsung membukanya kembali.

Gerardo Martino mengatakan, “ Beban kalah di laga sebelumnya sudah menumpuk selama dua tahun belakangan. Messi sangat terpukul.”

Dalam balutan atmosfir kemenangan sang juara Copa America, Messi menyatakan mundur dari laga internasional usai kekalahan kedua kalinya dari Chile. Tampak jelas dari raut wajahnya, Messi hancur. Setelah upacara penutupan turnamen, Messi melakukan wawancara dengan TyC Sports di Argentina, dimana dirinya mengumumkan tak akan lagi bermain untuk tim nasional.

Banyak orang mengenal Messi sebagai pemain sepakbola terbaik di planet ini. Ada satu pemain yang bisa menyainginya dalam hal ini, yaitu Cristiano Ronaldo dari Portugal, yang juga sedang berjuang di Euro 2016, turnamen sejenis dengan Copa America. Namun, siapapun pesaingnya tak menjadi masalah. Yang pasti, sekarang Messi sudah mengalami tiga kali final, tiga kali kalah, di tiga tahun berturut-turut. Dan kini Messi memutuskan untuk pensiun dari tugas internasional.

Apakah kekalahan dari Chile di final Copa America adalah salah Messi? Tentu saja bukan. Bahkan, dirinya menunjukkan permainan yang menjadi bagian sangat besar dalam perjalanan Argentina ke final. Kalau mau dilihat lagi lebih teliti, nyaris satu pertandingan penuh menyoroti nama Messi. Hal ini menunjukkan betapa berkualitasnya seorang Lionel Messi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *