Seru, Cerita Jadi Mentor di Kota Udang!

Cara Mudah Investasi Reksa Dana Dengan klikMAMI
May 1, 2016
Dimsum Enak di Bandung Dimsum Choie | Kuliner Bandung
May 27, 2016

Seru, Cerita Jadi Mentor di Kota Udang!

Foto bersama anak-anak, rekan mentor, perwakilan sekolah, dan pihak Telkomsel

Foto bersama anak-anak, rekan mentor, perwakilan sekolah, dan pihak Telkomsel

“If you dont know how to be scared, you’ll never really learn how to be brave.”
― Simon Holt, The Devouring

Siang itu ada pesan masuk di whatsapp saya. “Oke, kalau begitu kamu gantiin aku ya jadi mentor di Cirebon,” kira-kira begitu isi pesannya.

Dulu, sudah lama sekali saya pernah mencoba menjadi seorang guru. Keahlian utama saya saat itu adalah Bahasa Inggris. Jadi, bidang yang akan saya ajarkan juga berkaitan dengan Bahasa Inggris. Pertama kali menjadi seorang guru, rasanya luar biasa. Luar biasa gugup!

Kalian tau kan, untuk bisa lolos menjadi guru pasti kita diminta untuk mendemonstrasikan keahlian menghipnotis murid agar mau mendengarkan semua penuturan kita di depan kelas. Ceritanya, saat itu saya dites maju ke depan. Semua yang duduk di bangku murid adalah penguji saya yang bertugas memutuskan layak atau tidaknya saya menjadi guru di tempat mereka. Aduuhh …

Badan ini rasanya gemetar, lidah terasa kelu, semua yang ada di dalam kepala mendadak hilang. Blank. Entah apa yang harus saya ucapkan di depan nanti. Selama lima menit sebelum tampil, perut rasanya berputar-putar gak karuan. Mual, sakit perut, pengen pipis, segala macam campur aduk. Tapi, eh tapi, situasi seperti itu ternyata hanya bertahan selama 5-10 menit di awal saja. Setelah melewati waktu itu, semua pembicaraan mengalir begitu saja. Oalaah ternyata gak sengeri yang saya bayangkan menjadi seorang guru itu. Hahaha …

Nah, itu pengalaman pertama.

 

Empat hari yang lalu, saya ditawari seorang teman blogger, Rolly Awangga, untuk menggantikan posisi dia sebagai mentor pembuatan video pendek melalui gawai dan aplikasi sederhana pada anak-anak SMA di Cirebon. Wah, saya sering tuh bikin video pendek. Ya, iseng-iseng juga sih, berhubung memang perangkat yang saya punya hanya smartphone dan aplikasi, ya bikin videonya juga sederhana aja.

Singkat cerita, akhirnya saya berangkat ke Cirebon untuk mengikuti Roadshow ke SMA Putra Nirmala dan SMAN 3 Cirebon bersama Telkomsel dalam acara LOOPKePo atau Loop Kreatif Project. Jadi, acara ini bertujuan mengajak anak-anak SMA untuk berani kreatif menyajikan idenya dalam bentuk video berdurasi pendek. Tapi … pembuatan video ini hanya boleh dilakukan dengan menggunakan smartphone dan aplikasi yang ada untuk android. Begitu pula dengan pengeditannya. Pokoknya, semua dikerjakan menggunakan smartphone. Tidak boleh ada keterlibatan PC atau Laptop hehe …

So, di acara inilah saya menjadi seorang MENTOR. Hahaha …

Lalu, serunya dimana, sih?

Serunya adalah ketika konfirmasi keberangkatan hanya dalam dua hari dan saya harus menyiapkan bahan presentasi yang bagus dan mudah dipahami oleh anak-anak SMA, saat itulah rasanya saya harus gradak gruduk bergegas membuat presentasi dalam format powerpoint. Dan, kamu tau gak? Bikin presentasi itu gak mudah. Perlu waktu hampir seharian untuk memastikan bahwa bahan presentasi kita layak ditampilkan. Aduh, gimana atuh?

Akhirnya, sambil mengerjakan pekerjaan lain saya juga menyiapkan presentasi bersama sahabat saya, Lygia Pecanduhujan, di sebuah café yang nyaman dan berwifi kencang. Huft, menjelang magrib akhirnya semua sudah siap dan saya bergegas pulang ke rumah untuk packing karena keberangkatan ke Cirebon dimajukan menjadi pukul 05.00am WIB. Nyubuh, bok!

Meski tidak mendapat briefing yang cukup tentang acara ini, karena mungkin pemberitahuannya dadakan, secara keseluruhan acara ini seru, seru banget. Akhirnya semua tim termasuk mentor dan penyelenggara acara, Gravcomm, berangkat menuju kota Cirebon. Perjalanan kami melalui jalan tol Cipali yang membosankan. Tapi keceriwisan teman saya, Rere, yang bertugas sebagai MC, bikin suasana di dalam mobil menjadi penuh tawa dan ceria. Rame deh, ada Rere si Radio Gaul …

Di hari pertama, seperti biasa kegugupan itu datang lagi. Dan saya, disebutkan masih kaku ketika bicara. Yah, mau gimana lagi, gugupnya minta ampun, padahal cuma di hadapan puluhan murid dan petinggi Telkomsel aja sih. Hadeh, berat itu sebenarnya, berat, seriusan!

Di hari kedua, saya berupaya dan berusaha keras untuk tampil lebih santai. Anggap saja bicara pada anak-anak fans Barcelona yang sering saya temui –btw, saya fans FCB garis keras. Intinya, di hari kedua kegiatan ini, semua anak-anak mengerti cara pembuatan video dan editingnya di smartphone. Secara, anak-anak sekarang malah lebih pintar daripada mentornya. Tapi, seorang mentor tetaplah mentor, masih setingkat lebih tinggi ilmunya dibanding anak-anak SMA. Begitu kata rekan mentor saya, si Wanwan Oz yang gaul abis Hehehe …

Menjelang kegiatan usai, anak-anak banyak yang menyerahkan videonya untuk ikut dilombakan dalam kompetisi ‘Bikin Video Keren Buat Sekolah Kalian Makin Beken’ bersama Loop Kreatif Project dan mencoba meraih peruntungan sebagai video paling beken yang memerebutkan hadiah total senilai 50 juta rupiah. Aseekk …. Ayok, ikutan! Caranya gampang, tinggal daftar disini dan submit. Selesai deh.

Anyway, meski dirasa sudah cukup santai melakoni posisi mentor di hari kedua acara ini, tapi saya masih dibilang kaku. Atuh da gimana, pada dasarnya memang saya mah pemalu. Eh gimana?

Sampai ketemu di event selanjutnya yaaa …

 

4 Comments

  1. Nia Haryanto says:

    Uhyeah…. Seruuuuu. Ajarin biki video juga atuhlah…

  2. Keren ceu, terkadang aktualisasi diri itu erat hubungannya dengan aktifitas bernilai. Teu ngansaukur narsis!

    Mantaf!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *