Astrinovia.com

Dimsum Enak di Bandung Dimsum Choie | Kuliner Bandung

Dim Sum Choie / Astri Novia
Dim Sum Choie / Astri Novia

You don’t need a silver fork to eat a good food. -Paul Prudhomme

Dimsum adalah sejenis kudapan atau makanan ringan yang berasal dari masyarakat Cina. Disebutkan,  Dimsum pertama dibuat sekitar 2500 tahun yang lalu di wilayah utara negeri Cina. Dahulu kala, kudapan ini adalah sajian khusus yang disuguhkan untuk kaisar dan keluarganya. Tapi, ternyata para bangsawan dan orang kaya pada jamannya juga menyukai camilan ini. Pada akhirnya Dimsum kemudian sering disajikan di tempat-tempat minum teh di wilayah sibuk Jalan Sutra.

Kini, Dimsum telah menjadi bagian dari kebudayaan Cina dan banyak disukai oleh masyarakat di negara-negara Asia lainnya. Isian, kulit pembungkus dan bentuk Dimsum sangat beragam tergantung dari daerah dan iklim wilayah asalnya. Orang Kanton, jika duduk di rumah makan kemudian memesan Yum Cha, itu  artinya memesan minuman teh yang biasanya disajikan bersama Dimsum.

Di Indonesia, Dimsum menjadi jenis makanan yang populer di masyarakat. Pada awal kemunculannya Dimsum masih dipatok dengan harga mahal dan hanya bisa dikonsumsi di restoran besar saja. Tapi, sekarang siapapun bisa menikmati Dimsum dimanapun dengan harga terjangkau. Soal rasa, tergantung selera juga bagaimana cara pembuatan dari masing-masing penjualnya.

Baru-baru ini saya diajak seorang teman blogger, Ratri, bersama blogger lainnya untuk mencicipi nikmatnya sajian Dimsum murah meriah namun berkualitas di Dimsum Choie. Lokasinya ada di bilangan Surapati, Bandung. Sebagai seorang Food Enthusiast –tukang icip-icip makanan, saya antusias mengiyakan ajakan Ratri.

Lokasi kedai Dimsum ini bisa dengan mudah ditemukan, karena berada di kawasan sibuk jalanan kota Bandung. Dekat dari Lapangan Gasibu dan Monumen Perjuangan Jawa Barat. Tempatnya tidak begitu besar tapi ada tiga lantai yang  bisa dipilih konsumen untuk menikmati Dimsum sembari menikmati keramaian jalan di malam hari. Iya, enaknya kalau makan disini malam saja, karena tempatnya romantis dan cozy. Kalau ingin mampir sambil nulis, disini juga bisa. Ada free wifi dan …. banyak colokan listrik!

Ada 24 jenis Dimsum di kedai ini. Dari sekilas pandangan mata saat melewati dapurnya, tampilan Dimsum yang beragam itu sangat menggugah selera. Dimsum Choie juga menyajikan menu lain, seperti Bebek Lava dengan saus telur asin yang maknyus banget. Ada juga paket nasi SPG lho. Apa itu? Menu paket hemat nasi dan lauknya. Harganya hanya 10 ribu rupiah saja termasuk nasi dan lauknya berupa ayam dan/atau ati ampela. Ssst … nasi SPG ini termasuk menu favorit pelanggan ternyata, karena murah dan enak, juga mengenyangkan.

Back to Dimsum …

Tadi saya tertarik untuk mencicipi menu Lumpia Kulit Tahu. Menurut ownernya, menu yang ini termasuk favorit. Okay, saya ingin coba, benarkah jadi favorit. Seperti apa rasanya? Ternyataaa … enak, asli! Apalagi pas panas-panas, masih berasap, kemudian disantap. Ah, rasa ayam, udang dan wortel yang dibungkus dengan kulit tahu ini lumer di lidah. Gak cukup satu, saya ingin makan dua, dan malah ingin pesan lagi. Untuk Lumpia Kulit Tahu saya kasih nilai 8/10.

Tasty Lumpia Kulit Tahu / Astri Novia-ANC
Tasty Lumpia Kulit Tahu / Astri Novia-ANC

Setelah itu saya mencoba Furatera, yaitu bakpau manis dengan isian ubi ungu atau taro. Semua pasti tau rasanya bakpau manis. Empuk, lembut, manisnya pas dan saat dikunyah tidak nempel di gigi. Saya menghabiskan tiga Furatera saking enaknya. Untuk menu yang ini saya harus memberi nilai 8/10.

Gimme more Furatera Please! / Astri Novia-ANC
Gimme more Furatera Please! / Astri Novia-ANC

Menu ketiga yang saya cicipi adalah Baso Suki. Ah, rasanya baso kan udah umum banget ya. Eh tapi baso yang satu ini ternyata beda. Basonya bukan berupa bakso bulat seperti yang biasa ada di warung-warung bakso, tapi baso pelengkap menu suki seperti baso ayam, kepiting, juga udang. Kuahnya juga mirip kuah Tom Yam. Ada rasa asam, pedas, aromnya khas suki, dan kuahnya sedikit kental dengan warna dan aroma yang menggoda lidah. Saat dicoba whoaaa … lezat. Tekstur mie yang lembut dipadu dengan kuah kental asam pedas begini membuat mata langsung melek! Saya harus memberi nilai 8,5/10 untuk menu yang satu ini. Saya ingin pesan lagiii …

Menu Baso Suki paling enak yang pernah saya coba nyuumm / Astri Novia-ANC
Menu Baso Suki paling enak yang pernah saya coba nyuumm / Astri Novia-ANC

Hmm, guys, ada satu menu favorit saya disini, yaitu ceker ayam. Namanya Kaki Ayam Tausi. Warna merahnya berasal dari angkak yang menjadi salah satu bahan bumbunya. Saya kadang suka ragu untuk menyantap menu kaki ayam karena tidak semua kedai makan bisa menyajikan masakan kaki ayam yang mudah dikuliti oleh lidah dan dinikmati tanpa merasa kesal karena cekernya alot. Tapi, Kaki Ayam Tausi ini empuk, tulang kakinya bisa lolos dengan mudah dari kulitnya. Ah, saya suka. Enak banget. Untuk Kaki Ayam tausi ini saya berikan nilai 8/10.

Ini kaki ayam enak banget, gampang lolosnya nyammm / Astri Novia-ANC
Ini kaki ayam enak banget, gampang lolosnya nyammm / Astri Novia-ANC

Selain yang saya cicipi tadi, masih banyak menu Dimsum lain yang bisa dicoba. Harganya murah. Sekarang ini kebetulan sedang masa promo. Untuk setiap satu porsi Dimsum seharga 12 ribu mendapat potongan 20%, artinya kamu cuma harus membayar 9 ribu saja untuk satu porsi Dimsum yang tasty ini. Murah, kan? Buat kamu yang ingin makan kenyang dengan harga terjangkau plus dalam suasana cozy dan romantic, jangan lupa mampir kesini ya.

 

 

Where to find this place?

Dimsum Choie

Jl. Surapati No. 63 Bandung

Open : 09.00 – 22.00 WIB

7 thoughts on “Dimsum Enak di Bandung Dimsum Choie | Kuliner Bandung

  1. Kabita semua ah aku mah, hehe
    BTW itu asli seporsinya dapet diskon 20% berarti kalo pesen banyak diskonnya banyak juga dong keren ya ditempat lain ma kena pajak ini kena diskon….

    Moga makin rame ya kang Benny Dimsum Choie nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *