No Pain No Gain, Ngobrol Kece Body Aesthetic Bareng DF Clinic

Best Western Premier La Grande Hotel, Bandung, Tawarkan Internet Berkecepatan Tinggi dan Cookies Gratis
February 29, 2016
Bab 1 Europe, Here I come!
April 6, 2016

No Pain No Gain, Ngobrol Kece Body Aesthetic Bareng DF Clinic

Injeksi-Filler

Tulisan ini termasuk kategori postingan gemas sebenarnya. Kok gemas? Iya, gregetan karena masalah yang muncul di wajah. Selama dua bulan terakhir wajah ini rasanya kurang oke. Alasannya karena, satu, jerawat yang muncul hilang di bagian hidung. Jerawat mungkin masalah sepele tapi kalau jerawatnya besar, merah, nyeri, ngilu, nyutnyutan, duh sakitnya lebih-lebih daripada perih menahan lapar. Dua, problem minyak di daerah T yang susah hilang, padahal kalau diingat-ingat jarang sekali ada produk kecantikan yang nempel di muka selain pelembab, bedak lipstick dan pensil alis. Ketiga, masalah flek hitam. Yang satu ini bandelnya minta ampun. Pernah coba dihilangkan pakai produk impor –gaya bener, berkurang sih sedikit tapi ya masih adalah bikin jejak di kulit muka.

Kalau ada orang yang gak pernah menyempatkan diri ke salon kecantikan untuk merawat wajah atau rambut, ya sayalah orangnya. Saat teman-teman lain sibuk ngajak ke salon untuk ikut program ini itu, saya sih cuek saja. Cuek karena menganggap gak penting dan juga memikirkan biayanya yang pasti menguras isi dompet.

Senin kemarin entah kenapa saya tertarik untuk mengikuti acara Ngobrol Kece Body Aesthetic dan Kesehatan Tubuh bareng DF Clinic dan dr. David Budi Wartono di Best Western Premiere La Grande Hotel di jln. Merdeka. Biasanya kalau acaranya pagi saya paling malas berangkat. Bukan karena jarang bangun pagi, tapi karena kemacetan dari arah Bandung Timur ke kota itu luar biasa di jam-jam pagi. Tapi, akhirnya berangkat juga meski sedikit telat. Saking ingin tahu tentang penyebab masalah-masalah menyebalkan di wajah saya. Kenapa dinamai acara Ngobrol Kece? Karena semua yang dibicarakan di acara ini umumnya demi kesehatan dan kecantikan tubuh. Bukan hanya untuk perempuan, kaum lelaki juga ada yang datang, kok. Ya memang membicarakan masalah hormon, alergi, anti aging, penuaan dini dan olahraga tidak mengenal gender.

Waspada alergi makanan

Bicara tentang alergi, hormone dan lemak jahat gak ada habisnya. Beneran deh. Sesi tanya jawab yang hanya kurang dari dua jam itu benar-benar tidak cukup. Masalah kesehatan setiap orang berbeda dan unik jadi setiap kita perlu konsultasi khusus. Tapi secara keseluruhan, arah pembicaraan yang diungkapkan oleh dr. David bisa dipahami.

Bicara tentang alergi, bukan hanya sekadar kaligata atau gatal-gatal, lho. Susu, salah satu jenis makanan yang bisa menyebabkan alergi, baik pada anak-anak ataupun orang dewasa. Ciri alergi yang paling bisa dilihat mungkin pada anak-anak karena rata-rata anak sekarang mengkonsumsi susu setiap hari. Tapi waspada ya jika setelah minum susu si anak kemudian muntah dan sedikit berlendir. Itu tandanya anak alergi pada susu. Kalau pada orang dewasa mungkin tidak begitu terlihat, kadang justru tanda alergi diabaikan. Orang dewasa biasanya berkomentar begini, “Ah, cuma gatal biasa aja, kok. Nanti juga baikan lagi.” Tapi, jangan abaikan gejala alergi pada anak ya. Yang mengagetkan, ternyata kata dr. David, susu itu tidak berpengaruh apa-apa pada tubuh kita. Lho, kok bisa? Iya karena susu di jaman sekarang sudah terlalu banyak ditambahi zat aditif, jadi sudah tidak murni lagi susu sapi. “Jangan termakan iklan, ya buibu!” Benar juga sih, ya. Yang pasti mah, ASI tidak ada tandingannya, yang terbaik untuk anak.

 

Hormon, si pengatur keseimbangan tubuh

Nah, topik yang satu ini seru banget untuk didiskusikan. Hormon, apa sih hormon sebenarnya? Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar untuk menyampaikan pesan antar sel atau antar kelompok sel. Mudahnya, si hormon ini seperti seorang manajer yang mengatur keseimbangan tubuh. Satu hal yang paling diingat dari penjelasan dr. David yang panjang lebar adalah bahwa saya harus mengurangi secara serius atau bahkan berhenti total mengkonsumsi ayam dan telur negeri. Kenapa? Karena ayam dan telur ini mendapat suntikan hormon buatan untuk mempercepat pertumbuhannya agar bisa dikonsumsi segera oleh manusia. Bayangkan bagaimana jadinya jika tubuh kita mendapat asupan hormon yang bukan buatan tubuh sendiri. Siklus menstruasi bisa terganggu. Kalau siklus haid terganggu maka bisa menyebabkan percepatan menopause. Jika menopause datang lebih cepat maka penuaan dini juga akan menghampiri. Aduuuh … serem kan? Udah ah, say no to ayam negeri dan produk turunannya. Padahal saya paling suka makan paha ayam negeri dari toko sebelah yang dibalut tepung krispi kriuk endes itu, hiks. Ya sudahlah ya, demi kesehatan sendiri masa tidak mau berkorban.

Cairan tubuh

Kalau kembali melihat ke masalah wajah saya, adalah tentang produksi minyak yang berlebih di area T sehingga menyebabkan munculnya jerawat yang membandel juga pori-pori kulit yang membesar dan tampak tidak indah dipandang. Awalnya saya kira penyebab minyak pada wajah ini karena terlalu banyak mengkonsumsi gorengan, tapi ternyata bukan. Penyebabnya adalah karena tubuh kekurangan air. Konsumsi air putih dalam satu hari tidak mencukup jadi kulit mengeluarkan minyak berlebih untuk menjadi pelindung dari polusi. Wah, bukannya malah wajah berlebih malah menyerap pulusi, ya? Duh, bingung kan? Satu lagi penyebab kulit berminyak adalah kurangnya asupan sayuran dan buah segar yang mengandung vitamin juga mineral. Hmmm … kalau soal ini saya ngaku, memang kurang, sih. Huft.

Ya, yang paling utama itu memang mindset kita sendiri. Harus mau tahu banyak tentang ilmu kesehatan karena manfaatnya luar biasa, terutama untuk tubuh sendiri. Makan apa saja sebenarnya tidak menjadi masalah asal tahu porsi dan takarannya saja. Nabi Muhammad SAW kan bilang, makan itu secukupnya, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Artinya makan tidak boleh berlebihan karena berlebihan biasanya mengundang penyakit. Coba saja bayangkan, setiap hari makan daging dan karbohidrat dalam jumlah besar tapi tidak mengkonsumsi sayur, buah atau air minum cukup pasti bakal sakit deh. Itu karena asupan tubuh tidak seimbang.

Untuk perempuan seumuran saya, HARUS lebih banyak mengkonsumsi sayuran hijau dan buah agar kinerja liver tetap terjaga. Buah dimakan segar dan tidak perlu dijadikan juice atau smoothie karena mengunyah buah akan meningkatkan kinerja organ tubuh yang ikut menua. Jangan banyak mengkonsumsi tepung, gua dan lemak jahat. Kadar gula dalam tubuh sangat penting lho, perhatikan takaran konsumsinya, jangan berlebihan.

Kesimpulan yang bisa ditarik dari bincang singkat ini adalah bahwa setiap orang harus mengenal tubuhnya sendiri baru setelah itu bisa menentukan bagaimana caranya membuat tubuh terus sehat. Ah, saya kecewa dengan sebetulnya, karena waktu yang disediakan terasa kurang banget. Saya masih perlu banyak konsultasi dengan dr. David. Saya butuh pertolongan. DF Clinic, would you help me. Please? Huhu …

12813962_10208905531146168_7234593322152422196_n

 

2 Comments

  1. Ah cuma gatel biasa. Tar juga sembuh. Na aku juga dulu gini, hihihi dan pantesan ketombe ga sembuh. Ternyata pencetusnya alergi huhuhu Ayam tepung itu emang enak banget. Aku suka yang dadanya. Soalnya banyak dagingnya *kecil-kecil makannya kuat*

    • astrinovia says:

      Masalah terbesar adalah kenapa jerawat munculnya di idung muluuu hiks, kan mengganggu pemandangan huhu

      iya keliatan bu efi da siga nu rewog *eh hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *