Seru, kenalan dengan Multipel Sklerosis!

Ngerinya Alkohol dan Kasus @redjopi
May 26, 2015
Luis Enrique Halo Berlin, kami siap!
Luis Enrique: Halo Berlin, kami siap!
June 6, 2015

Seru, kenalan dengan Multipel Sklerosis!

Seru, kenalan dengan Multipel Sklerosis!

Siang ini udara sangat terik. Yang terpikirkan hanyalah segelas es kelapa jeruk yang bisa menghilangkan dahaga dan sepiring gado-gado segar di warung makan kecil langganan saya. Disana, dekat pasar. Pasti bisa membuat udara panas siang ini sedikit adem. Baiklah, saya putuskan untuk beranjak kesana sekarang juga.

Melewati pintu masuk warung itu mata saya langsung tertuju ke pojokan. Ada meja panjang dan beberapa kursi berjejer disitu. Disana … di pojok itu pasti dingin deh. Benar, sejuk rasanya. Padahal interior warung ini biasa saja. Mungkin langit-langit ruangan yang tinggi ditambah lubang sirkulasi yang cukup membuat aliran udara keluar masuk dengan lancar dan rasanya teduh sekali. Ok, waktunya memesan gado-gado dan es kelapa jeruk yang sudah terbayang dalam pikiran sedari tadi.

Ibu yang punya warung merespon dengan ramah dan sigap menyiapkan pesanan. Tak lama kemudian, masuk seorang ibu berumur sekitar 50-an tahun. Ibu ini duduk tepat di depanku, jadi kami duduk berhadapan. Beliau memesan lontong kari. Katanya sudah terbayang rasa lontong kari khas warung ini sejak pagi. Hmmm … rupanya warung ini punya banyak pelanggan tetap. Sambil menunggu kami berkenalan dan ngobrol tentang banyak hal. Lalu kami tiba di suatu topic dimana beliau bercerita soal penyakit yang dideritanya.

Multiple Sklerosis. Duh, apa lagi ini ya? Dari namanya saja saya baru dengar, apalagi gejala dan dampak penyakitnya. Tapi sepertinya cukup berat kalo dibaca dari namanya. Saya jadi penasaran ingin tahu lebih banyak soal penyakit ini. Ah, pesanan kami datang. Lalu kami sepakat untuk meneruskan obrolan menarik ini sambil makan. Yah, asyik kan akhirnya acara makan siang ini tak sendirian, malah dapat tambahan ilmu. Sambil menyuapkan satu sendokan pertamanya, beliau bilang bahwa multiple sklerosis itu adalah salah satu jenis penyakit otoimum.

image

Otoimun itu bagaimana ya? Jadi, manusia itu memiliki system kekebalan tubuh yang membantu menghalangi serangan penyakit yang mungkin datang. Namun, tidak semua kondisi system kekebalan tubuh manusia itu normal. Ada yang sistemnya lemah, gampang terkena penyakit, kalau dalam bahasa sunda orang yang sering sakit disebut ririwit. Ada juga manusia yang punya system kekebalan tubuh terlalu aktif. Saking aktifnya system ini malah menyerang bagian pelindung saraf manusia yang disebut dengan myelin.
Duh, lumayan pusing yah. Myelin ini anggap saja seperti selubung yang melindungi sel saraf manusia dari gangguan luar.

Jadi, kalau myelin ini rusak maka hantaran saraf menjadi bergerak lebih lambat. Kelambatan inilah yang menimbulkan banyak gejala tidak enak pada tubuh manusia. Orang yang terkena multiple sklerosis bisa tiba-tiba merasa sangat lelah hingga tak mampu melsayakan kegiatan apapun. Selain itu, penglihatan juga terganggu, mata jadi tidak fokus dan apa yang dilihat tampak ganda atau berbayang. Yah, mungkin jika hanya merasa lelah yang teramat sangat bisa disembuhkan dengan istirahat yang cukup. Tapi tidak, bukan hanya itu yang dirasakan penderita multiple sklerosis.

Ibu ini bilang dia sering terserang vertigo atau pusing yang sangat hebat hingga rasanya tak mampu membuka mata karena semua tampak berputar cepat. Satu lagi yang paling tidak enak adalah rasa kebas pada beberapa bagian tubuha tau bahkan seluruh tubuh. Rasa kebas ini membuat penderita MS (Multipel Sklerosis) sulit menggerakkan tubuh. Jika menyerang bagian kaki maka kaki seperti lumpuh tak mampu berjalan.

Sampai disini saya masih mengernyitkan dahi. Ngeri dan berdoa semoga tak terserang penyakit seperti ini. Lalu saya tanya, “Ibu keliatannya sehat dan bisa jalan-jalan dengan nyaman. Apa memang penderita MS tidak tampak sakit secara fisik ya, bu?” beliau bilang memang ada yang mendapat MS dengan level ringan atau berat. Ibu ini bilang dirinya bersyukur hanya mendapat MS di level ringan saja, meski bisa muncul kekambuhan tidak terduga dalam waktu yang bervariasi namun MS di level ini bisa pulih secara total atau sebagian. Yang paling tidak enak adalah mereka yang menderita MS di level berat, dimana tidak muncul serangan yang parah namun kecil-kecil saja. Tapi jangan salah, serangan kecil ini justru memburuk dari hari ke hari. Perburukan seperti ini yang kemudian berakumulasi yang membuat penderita sampai pada titik terendah dan berlanjut hingga berbulan atau bertahun kemudian.

Masih segar dalam ingatan bagaimana artis seperti almarhum Pepeng yang berjuang hidup bersama MS hingga akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa. Ya, penyakit ini sampai sekarang belum diketahui penyebab pastinya dan obatnya pun secara medis belum ditemukan. Obat-obatan yang tersedia sekarang hanya untuk menghilangkan atau mengurangi rasa sakit dari dampak gejala yang timbul dan kambuh.

Tak terasa, santapan kami sudah tandas saking asyiknya ngobrol tentang MS ini. Sedikit cerita dari ibu ini menambah wawasan saya lebih luas lagi. Pada ibu ini saya hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat karena sudah bisa berjuang untuk hidup damai bersama MS. Mungkin jika terjadi pada diri saya sendiri belum tentu saya bisa sekuat ibu ini. Pada semua pejuang MS, terus semangat dan pantang menyerah. Hidup ini indah kawan, just appreciate everything we have and expect nothing but bless from God.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *