Luis Enrique: Halo Berlin, kami siap!

Seru, kenalan dengan Multipel Sklerosis!
Seru, kenalan dengan Multipel Sklerosis!
June 1, 2015
Martabak Tropica, Martabak Kekinian Yang Bikin Ketagihan
January 5, 2016

Luis Enrique: Halo Berlin, kami siap!

Luis Enrique Halo Berlin, kami siap!

Dua tim hebat siap berhadapan di final Liga Champions yang akan dilangsungkan pada Minggu, 07 Juni 2015 pukul 01.45 WIB. Masih beberapa jam lagi menuju waktu kick off dini hari nanti. Sebagai tim editor dan konten versi Indonesia, saya tentu saja mendukung FC Barcelona untuk bisa meraih trofi ketiga musim ini setelah sebelumnya berhasil merebut dua trofi di liga dan Copa Spanyol. Jika harapan ini terwujud maka musim ini merupakan musim yang luar biasa bagi Barça. Kenapa? Di awal musim, tim sempat mendapat cibiran dan keraguan dari banyak pihak bahwa mereka tak lagi sebagai tim yang kompak di lapangan. Ya, maklum saja anggapan seperti itu karena pelatih Blaugrana kali ini, Luis Enrique, masih baru dan hampir menyelesaikan musim pertamanya di Barça. Pelatih yang sempat diragukan bisa mengulang kembali kejayaan Barça seperti di era Guardiola ini muncul di hadapan awak media menjelang laga final di Berlin dan mengungkapkan sikap optimis Barça bisa mengakhiri musim dengan indah. Mengangkat trofi ketiga musim ini di final Liga Champions dan mengukuhkan gelar treble.

image

“Saat ini tim berada di tempat yang aku inginkan, meraih dua trofi dan satu peluang untuk mencatat sejarah baru.”
Enrique berharap tim bisa bergerak lebih menguasai wilayah Juventus dan melakukan serangan lebih banyak disana. Dirinya membayangkan satu permainan dimana tim bisa menguasai bola lebih banyak namun tentu saja harapan ini tidak mudah untuk diwujudkan. Namun begitu, pelatih Blaugrana ini yakin bahwa pertempuran nanti bukanlah pertandingan gaya bermain. Seperti yang diketahui, gaya bermain kedua tim sangat bertolak belakang. Barcelona sangat mengedepankan strategi menyerang sedangkan Juventus, seperti halnya tim Italia lainnya lebih kuat di lini belakang. Namun begitu, Enrique menegaskan bahwa Juventus juga memiliki keinginan sama untuk menguasai bola meski mereka bermain sangat baik di wilayahnya sendiri, tapi mereka punya cara sendiri untuk mengalahkan lawan.

Untuk edisi laga final ini, Enrique mengatakan bahwa tujuan utama tim adalah untuk bermain dengan performa baik dan lebih baik dari lawan. Satu hal yang ditekankan olehnya adalah, ” Lini tengah akan sangat vital dalam laga ini.” Kenapa lini tengah menjadi sangat istimewa? Karena memang lini tengah Barça adalah salah satu yang terbaik di dunia. Tim akan berusaha untuk mendominasi banyak area di lapangan, mengeksploitasi keberanian tim dan meminimalisir titik kekuatan Juventus. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Allegri mengenai gelandang tengah Barça, sang maestro, Andres Iniesta, ” He always won trophies but I hope he doesn’t do treble this season.” Enrique juga menyebutkan bahwa Iniesta dalam kondisi fisik yang baik dan siap untuk bertempur bersama tim.

Menurut Enrique para penggemar harus bisa merasakan suasana pertandingan yang menyenangkan dan menegangkan, juga semoga dengan dukungan fans yang begitu besar, Barça bisa merebut trofi. Melihat kekuatan dari kedua tim, diharapkan bisa terjadi banyak gol di lapangan. Karena bagaimanapun laga final selalu memiliki sensasi ketegangan istimewa yang membuat segala hal menjadi sulit diprediksi. Menyoroti trisula Barça yang sekarang yaitu Leo Messi, Neymar dan Luis Suarez, pelatih menyebutkan bahwa kehadiran mereka dilapangan sangatlah penting. Namun, mereka juga tak akan bisa tiba di laga final ini jika tidak berkat kerja keras tim.

image

Jadi, Enrique mengatakan bahwa semua pemain dalam tim adalah penting dan masing-masing memiliki tugas sendiri yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Semua ini adalah tentang tim. Jika kedua tim siap untuk membuat sejarah baru bagi klubnya masing-masing maka tak pelak lagi kedua tim sudah melakukan hal yang terbaik sampai di penghujung musim ini. Kali ini, di stadion Olympic Berlin, dunia sepakbola akan tertuju pada satu laga dan mengharapkan sebuah laga final berisi dua tim yang siap tempur dan mengerahkan kemampuan terbaiknya masing-masing.

Bagi yang ingin tahu lebih jelas, berikut informasi kunci mengenai laga final Liga Champions UEFA 2015

– Final Liga Champions UEFA 2015 akan dibuka dengan upacara pembukaan yang berlangsung sekitar sembilan menit menampilkan Paduan Suara Junges Ensemble bersama 400 sukarelawan, penyanyi sopran Nina Maria Fisher dan penyanyi tenor Manual Gomez Ruiz. Pertandingan sendiri akan dimulai pukul 07.45 waktu Berlin atau 01.45 WIB.

– Stadion Olympic Berlin untuk pertama kalinya menyajikan laga final European Cup. Ibukota Jerman sendiri merupakan kota keempat yang menjadi tuan rumah event final setelah Munich (1980, 1993, 1997, 2012), Gelsenkirchen (2004) dan Stuttgart (1959, 1988). Kapasitas penonton di stadion ini sekitar 70 ribu orang.

– Laga ini akan ditayangkan secara langsung oleh ITV1, Sky Sports 1 dan Sky Sports 5 juga saluran lainnya di seluruh dunia.

– Setiap klub mendapat alokasi sekitar 20 ribu tiket yang dijual kepada pemegang tiket semusim dan anggota klub. Harga tiketnya sendiri berada di harga mulai 70 Euro sampai 390 Euro. Lebih dari sepertiga tiket dari seluruh kapasitas stadion di Berlin diberikan pada sponsor UEFA, partner korporat dan anggota sedangkan sekitar 6 ribu tiket dijual di situs resmi UEFA selama bulan Maret. Dan mengejutkan, tiket final terjual semua dengan harga yang luar biasa per lembarnya yaitu sekitar 5.286 Euro. Wow!

– Juara Liga Champions kali ini akan mendapat hadiah sebesar 10,5 juta Euro sedangkan runner-up akan mendapat hadiah sebesar 6,5 juta Euro.

– Trisula FC Barcelona yaitu Lionel Messi, Neymar Jr dan Luis Suarez siap beraksi dalam pertempuran panas di final sedangkan pemain bertahan Juventus Giorgio Chiellini tak bisa turut bermain akibat cedera di bagian paha. Tentu saja, kondisi ini membatalkan kesempatan reuni dengan Suarez yang sebelumnya pernah menggigit Chiellini saat berlaga untuk Uruguay di Piala Dunia 2014 lalu.

– Pertemuan terakhir kedua tim adalah di fase gugur tahun 2003 ketika Juventus kalah dari Milan di babak perempat final namun menang agregat 3-2 dan melaju ke final.

– Juventus memenangi European Cup dua kali dan berhasil mencapai final selama tujuh kali kesempatan.
1984/85 Juventus mengalahkan Liverpool 1-0

1995/96 Juventus mengalahkan Ajax 4-2 melalui adu penalty (1-1 waktu penuh)

– Tim Catalan memenangi gelar juara empat kali, lebih sedikit satu kali daripada Liverpool dan Bayern Munich, tiga lebih sedikit dari AC Milan dan enam lebih sedikit dari Real Madrid.
1991-92 FC Barcelona mengalahkan Sampdoria 1-0
2005-06 FC Barcelona mengalahkan Arsenal 2-1
2008-09 FC Barcelona mengalahkan Manchester United 2-0
2010-11 FC Barcelona mengalahkan Manchester United 3-1

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *