Life is never flat

Vilanova, We’ll Never Forget You
April 25, 2014
XL Future Leaders 4: Menjadi pemimpin di negeri sendiri
May 22, 2015

Life is never flat

Ternyata sudah setahun berlalu blog kesayanganku ini belum lagi diperkaya oleh tulisan tulisan menarik. Menarik, setidaknya menurutku sendiri.

Perjalanan hidup memang tidak dapat diprediksi. Ragam ujian dan naik turun semangat dalam perjalanan ini rupanya berhasil membuatku lupa untuk sekedar bercerita. Menumpahkan perasaan yang beraneka rupa lebih banyak dilakukan di sudut ruang hati. Rasanya tidak enak membagi pengalaman hidup jika tidak menerbitkan inspirasi positif bagi orang lain.

Aku hanya ingin posting sedikit saja. Masih ingat iklan keripik kentang yang diperagakan oleh Agnes Monica? Taglinenya yang terkenal kalau tidak salah adalah “Life is never flat”. Tagline ini benar. Buatku sendiri benar adanya. Entah bagi orang lain. Tapi pada dasarnya memang kehidupan tidak pernah mulus, rata, datar, teratur, terencana, sesuai keinginan dan banyak lagi. Selalu ada sesuatu yang muncul tanpa diduga.

Apapun itu, tidak akan muncul satu hal dalam hidup yang tanpa memberi hikmah setelahnya. Selalu ada alasan di balik pertemuan. Selalu ada kisah di balik lambaian tangan perpisahan. Berpuluh kali rasanya aku mengalami hal seperti ini. Rupanya, kini, ombang ambing yang muncul selepas peristiwa buruk, saking seringnya, tak lagi menjatuhkan aku ke lubang terdalam. Mungkin merasa sedikit pincang tapi tak lagi membuatku terlarut dalam duka. Satu atau maksimal tiga hari sudah cukup bagiku untuk berada dalam kegetiran. Setelah itu, tak akan lagi aura negatif kubiarkan mengeram lebih lama di dalam hati juga pikiran.

Hey, masih banyak orang yang jauh lebih sakit daripada aku. Coba saja diingat. Apa masih mampu beli cemilan yang mendadak terlintas dalam ingatan kemudian bergegas menuju kedai untuk membeli dan menyantapnya tanpa menunggu lama. Semudah itu. Jika pernah merasakan hal seperti itu berarti kamu masih termasuk manusia beruntung. Bersyukurlah. Nikmat Tuhan begitu luas. Hanya saja terkadang kamu biarkan dirimu sendiri mengabaikan nikmat itu.

Itu hanya sekilas tentang syukur. Lain lagi cerita tentang pertemuan dengan banyak nama baru. Nama yang hanya sekedar menyapa, singgah, mengetuk pintu dan bertamu, berdiam beberapa lama di dalam ruang hati lalu berlalu tanpa bahasa. Ya, kisah seperti ini sudah berulang kali aku alami. Apakah ada hikmahnya? Tentu saja. Belajar untuk tidak terlalu terbuka pada orang lain –sikap ini sebenarnya sudah mendarah daging karena aku gak percayaan orangnya. Belajar untuk memahami maksud yang tersirat dalam setiap kalimat yang terlontar spontan dari mulut orang lain. Belajar juga untuk menerima karakter setiap manusia adalah unik.

Dari sini, aku belajar untuk melihat jauh lebih ke dalam diriku sendiri. Sudahkah innterospeksi diri? Sudahkah memperbaiki keburukan yang aku punya? Sudahkah lebih banyak memberi? Iya, sulit rasanya melakukan hal itu tapi memperbaiki diri adalah kemauan, niat dan keputusan yang bisa dibuat sendiri bukan karena orang lain.

Melalui tulisan ini aku hanya ingin menyapa mereka yang pernah datang lalu pergi, bahwa kehadiran mereka, baik atau buruk, sudah memperkaya diriku sendiri mengenai karakter manusia. Terima kasih sudah singgah dan berlalu. Tuhan tak pernah salah menempatkan manusia dalam situasi apapun karena percayalah, ada hal lebih besar dan membahagiakan yang sudah disiapkan-Nya nanti. Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *