Vilanova, We’ll Never Forget You

El Clasico, Laga Penentuan Juara La liga
March 18, 2014
Life is never flat
May 1, 2015

Vilanova, We’ll Never Forget You

Lantunan music dari penyanyi bersuara emas Celine Dion sedang lembut menemani malamku menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang sudah demikian dekat dengan tenggat. Suara pemberitahuan dari Whatsapp membuatku mengalihkan konsentrasi sejenak pada kalimat yang tertera di layar telepon selulerku. “ Mbak, Tito Vilanova has passed away just now.” Sekejap jari ini berhenti menulis, tertegun seperti sedang mengumpulkan rasa yang terserak tanpa aba-aba. Benarkah? Pemberitahuan ini datang dari Barcelona, tak mungkin bohong.

Tito Vilanova

Tito Vilanova

Tak ada yang mengenal secara pribadi sosok yang meninggalkan jejak manis di Barcelona ini, begitu pula denganku. Namun tak ada yang menyangkal bila dirinya telah meninggalkan kesan begitu mendalam di hati cules di seluruh dunia. Manusia memang hidup berjarak namun ingatan selalu membuat dekat, siapapun dia.

Tito menjadi asisten yang memberi pengaruh atas sebuah keputusan pelatih selama masa keemasan Barca paling sukses sepanjang sejarah klub di bawah tangan kreatif Pep Guardiola. Berbahagia bersama tim dengan perolehan tiga dari empat gelar La Liga dan dua gelar juara Liga Champions di tahun 2009 dan 2011. Sejak Tito mengambil alih tampuk kepelatihan Barcelona sepeninggal Pep Guardiola di musim 2012-2013, Barcelona memulai musim dengan memukau, mengantungi 18 kemenangan dari 19 laga. Namun sayang, di bulan Desember 2012 Tito harus menerima diagnosa tim medis bahwa dirinya terkena penyakit kanker parotid –sejenis kanker yang menyerang air liur, termasuk langka- untuk kedua kalinya. Jordi Roura, asisten pelatih, dengan terpaksa mengambil alih posisi pelatih Barcelona karena Tito harus mendapat perawatan yang memadai untuk pemulihan penyakitnya.

Di akhir musim, Tito membuat pemberitahuan resmi bahwa dirinya mundur sebagai pelatih Barcelona agar bisa lebih berkonsentrasi pada penyakitnya. Bila kau ijinkan kami mengingat sekilas pernyataan terakhirmu, adalah sebagai berikut :

“ Setelah lima tahun menjadi bagian dari satu tim yang menjadi impian pelatih manapun, tiba saatnya aku harus mendedikasikan semua kekuatan dan energy untuk penyakit yang telah merangkulku sejak satu setengah tahun lalu.

Perawatan yang harus kujalani tak mengijinkan diri ini mencurahkan konsentrasi penuh pada tugas sebagai pelatih utama bagi FC Barcelona, tetapi semangat dan dukunganku akan selalu lekat dengan klub yang sangat kucintai ini.

Tak mudah untuk meninggalkan tempat yang telah membuatku berbagi begitu banyak kenangan manis bersama para pemain, staf dan sahabat. Terima kasihku selamanya untuk semua hal yang telah diberikan dan ditunjukkan untukku. Aku percaya, kualitas tim baik secara personal maupun professional siap dan mampu melalui berbagai hambatan menghadapi musim-musim di depan sana.

Kepada semua pendukung Barca, kolega, penggemar sepakbola, klub, atlit, kerabat dan mereka yang tak kukenal secara pribadi, terima kasih tak terhingga tulus dari hatiku atas semua semangat dan perhatian yang begitu besar untukku. Aku ingin semua tahu bahwa aku, menghadapi keadaan ini dengan tenang, kuat dan aku akan menghadapi tantangan besar dalam penyembuhan penyakit ini dengan penuh keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.

Terima kasih semuanya.”

Tito, ingatan kami tak akan lindap. Terima kasih kami untuk 100 poin yang telah kau torehkan, untuk semua kerja keras, dedikasi, kecintaan dan loyalitas terhadap FC Barcelona. Terima kasih untuk sikap tenang yang kau tunjukkan di lapangan, kami semua yakin, dirimu sosok yang mengagumkan dan akan terus lekat dalam benak kami. Terima kasih untuk semua yang telah kau ajarkan tanpa kau sadari. Semoga tenang bersama-Nya.

Francesc “Tito” Vilanova i Bayo, 17 september 1968 – 25 April 2014
El nostre més sentit condol. Mai oblidarem que …

1 Comment

  1. siti nurenny says:

    R.I.P tito! We’ll never forget you!:'(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *