Tips Belajar Catalan Dengan Cepat
June 8, 2012
Kiblat Cules, Tour Di Stadium Camp Nou
June 9, 2012

A Glimmer of Light

 

As my soul heals through the shame
I will grow through this pain
Lord I’m doing all I can
To be a better man

 

Manusia, makhluk yang tidak pernah luput dari kesalahan. Jika ada manusia yang merasa paling benar, dia tanpa sadar sedang melupakan penciptaNya. Tidak ada manusia yang mau dihakimi atau dinilai menurut pandangan selintas oleh manusia lainnya. Hanya Tuhan Yang Paling Hakim, tak ada lagi lainnya.

 
Manusia, makhluk yang tidak pernah lepas dari lupa. Keberhasilan, gemerlapnya dunia serta kepercayaan diri yang menjulang seringkali membuat manusia lupa akan darimana dia berasal. Tanah tempatnya berpijak tidak bergeser sedikitpun. Seyogyanya manusia juga tidak boleh lupa perasan keringat dan cucuran airmata orang yang telah membesarkannya. Terkadang manusia lupa diri. Lupa bahwa setua apapun dia, jika orangtua masih hadir di dunia ini, dirinya tetap seorang anak yang wajib memperlakukan orangtua dengan sebaik-baiknya. Manusia suka lupa bagaimana perih dan peluh ayah dan ibu yang bercucuran sejak dia dilahirkan telah membuatnya seperti sekarang ini.

 
Manusia, tak selalu ingat lidah itu tajam. Pepatah tua dari belahan dunia manapun seringkali mengatakan bahwa perkataanmu adalah harimaumu. Apa yang kau tulis disitulah sedikitnya sifatmu tersirat. Kesibukan, kemakmuran, kepopuleran dan nilai yang telah diperoleh kini cenderung membuat lidah ini tak lagi berpikir panjang sebelum berucap. Kepada siapa kita bicara, sudahkah bahasanya tepat. Mereka yang berpikir lebih dalam tentang apa yang akan diucapkan adalah manusia yang berpikir panjang, memikirkan segala dampak yang akan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan di sekelilingnya. Secara naluriah, manusia tidak ingin menyakiti manusia lainnya dengan cara apapun, bahkan dengan tajamnya lidah sekalipun karena pada dasarnya manusia suka dipuji, dihargai, dihormati dan dianggap setara dengan makhluk mulia lainnya. Semua ini berlaku bagi siapapun.

 
Sebuah peristiwa, seperti apapun bentuknya, sudah tersurat dan digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Manusia, hanya bisa menggantungkan harapan setinggi langit agar takdirnya adalah baik, sebaik ciptaanNya.

 
Orangtua, makhluk mulia yang HARUS dihormati, dihargai, diperlakukan dengan sebaik-baiknya oleh mereka yang menjadi anak-anaknya. Setitik airmata kecewa adalah penghalang bagi kelancaran perjalanan hidup kita. Sudah selayaknya manusia bisa dewasa dan bijak untuk selalu menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan serta harga diri orangtua sampai kapanpun.

 
Anak-anak, kakak beradik sekandung, selayaknya saling menjaga, mengingatkan, menghormati setiap perkataan dan perilaku sebaik menjaga dirinya sendiri.

 
Tulisan ini hanya sekadar mengingatkan karena manusia tak luput dari dosa. Semoga kita semua bisa terus belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap saat sepanjang perjalanan hidup ini. Insya allah, aminnn …

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *