Astrinovia.com

The Winner : Tribute To Pep Guardiola

Thanks for Everything, Pep
Pep Guardiola. Nama yang sangat identik dengan Barca selama 4 tahun belakangan ini. Bagaimana tidak, dalam jangka waktu 4 tahun, 13 trofi telalh diraihnya selama menukangi Barca. Bahkan berpotensi untuk menambah 1 trofi lagi jika Barca memenangkan pertandingan final Copa del Rey melawan Athletic Bilbao 25 Mei nanti. Raihan yang sangat mencengangkan, terutama bagi pelatih yang sebelumnya ‘hanya’ berpengalaman melatih Barcelona B. Apalagi saat dimusim pertamanya menjadi pelatih tim utama Barcelona, ia mencatatkan diri sebagai pelatih yang meraih treble winner bersama Barca. Belum lagi 3 trofi tambahan setelahnya, sehingga dalam waktu setahun itu, ia adalah pelatih pertama yang bisa memenagnkan 6 trofi dimusim pertamanya. Amazing!

 
Cara ia melatih, menyusun skuad, meracik taktik, serta memotivasi pemain mendapat decak kagum bukan hanya dari para pemainnya, tapi juga para koleganya sesama pelatih maupun para pemerhati sepakbola. Filosofi permainan menyerang dan indah mampu diraciknya selama ini, tentu saja itu jugga berkat kemampuan para pemain untuk menerapkan instruksi pelatih saat pertandingan.

 
Kedekatannya dengan para pemain pun sangat terlihat. Para pemain sangat menghormati sebagai pelatih dan sebagai teman. Dani Alves pun pernah berujar dalam akun twitternya bahwa Pep memperlakukan mereka seperti anak-anaknya sendiri. Perbedaan umur yang tidak terlalu jauh dengan beberapa pemain senior Barca pun tidak membuatnya disepelakan, mereka justru sangat menghormatinya.

 
Kejeniusannya dalam melihat bakat dan potensi yang ada dalam para pemain muda pun tidak diragukan lagi. Selama 4 tahun masa kepelatihannya, tidak kurang dari 24 pemain muda yang berasal dari tim Barca B akhirnya mencicipi bagaimana rasanya bermain di tim utama FC Barcelona. Pep seolah dikirim oleh Tuhan untuk mewujudkan impian mereka. Impian para pemain muda untuk jadi bagian dari skuad utama FC Barcelona.

 
Tidak heran pada konfrensi pers tanggal 27 April 2012 saat Rosell mengumumkan bahwa Pep tidak memperbarui kontraknya, kekecewaan mendalam dirasakan para insan sepakbola. Aku sebut para insane sepakbola karena bukan hanya pemain dan manajemen klub saja, tapi semua fans dan para penikmat sepakbola. Bahkan David Beckham yang notabene adalah mantan pemain Real Madrid pun turut member komentar di Facebook-nya tentang keputusan Pep untuk tidak memperbarui kontraknya. Para legenda Barca, para manajer klub lain, serta para olahragawan dari bidang lain pun turut menyesalkan keputusan Pep ini.

Tapi tentu saja, yang paling terpukul disini adalah para pemain Barca yang selama ini dekat dengan Guardiola. Cesc Fabregas contohnya, saat konfrensi pers itu, gurat kekecewaan sangat tampak diwajahnya. Maklum, Pep adalah idolanya sejak ia kecil. Satu musim dilatih idolanya adalah hal yang sangat berharga baginya, dan akan ia kenang selamanya, begitulah yang ia katakan melalui akun twitternya.

Lionel Messi sendiri tidak hadir dalam konfrensi pers tersebut. Dalam akun facebooknya, Leo menjelaskan alasannya bahwa ia takut tidak bisa menahan emosinya, apalagi akan banyak kamera disana. Bahkan sebelum konfrensi pers itu, dikabarkan bahwa Messi telah berbicara secara pribadi dengan Guardiola. Entah apa isi pembicaraan mereka.

 
Tapi keputusan telah dibuat, kita harus menghormatinya. Toh, Pep tidak akan pergi selamanya. Aku yakin dimasa depan nanti ia akan kembali ke Barcelona, entah apa posisinya. Dan kita pun telah mendapat penggantinya, bukan? Ya, Tito Vilanova, orang yang selama ini mendampingi Pep Guardiola dipinggir lapangan. Bahkan sewaktu masih melatiih Barca B, Tito pun sudah mendampingi Guardiola sebagai asisten pelatih. Penunjukkan Tito sebagai pengganti Pep adalah hal yang menurutku sangat tepat. Pengalaman sebagai asisten dari pelatih terbaik Barca sepanjang masa tentu akan sangat membantu Tito dalam melaksanakan tugasnya musim depan. Tito pun tentu sudah mengenal baik para pemain dan potensi yang ada dalam diri mereka. Begitu pula para pemain, mereka sudah menunjukkan dukungan pada Tito dan sangat setuju dengan penunjukkan Tito tersebut.

 
Namun kita tidak bisa begitu saja melepas Pep Guardiola, bukan? Oleh karena itu, pada tanggal 5 Mei 2012 melawan Espanyol yang merupakan pertandingan terakhir Pep di Camp Nou, pihak klub pun menyiapkan tribute untuk Guardiola baik sebelum (dengan banner besar) maupun sesudah laga. Para pemain tidak mau ketinggalan, mereka pun turut member kenanagan manis untuk Pep saat laga sedang berlangsung. Lionel Messi-lah penggeraknya. Ya, dipertandingan itu Lionel Messi lagi-lagi membuat keajaiban. Ia mencetak 4 gol kegawang Espanyol dan membuat rekor baru dalam catatan rekornya yang sudah panjang. Rekor sebagai topskorer Liga Spanyol sepanjang masa (50 gol) sekaligus raja gol di Eropa dengan raihan 72 gol dalam satu musim.

 
Sebenarnya, bukan hanya gol dan rekor tersebut yang diberikan Messi melainkan cara Messi merayakan gol tersebut, terutama setelah gol keempat. Dalam selebrasi gol keempatnya itu, Messi merayakannya dengan berlari menuju bangku cadangan untuk menghampiri Pep Guardiola. Pep pun segera menyambutnya dengan pelukan hangat. Tindakan Messi ini segera diikuti oleh para pemain lain. Mereka semua menghampiri Pep dan turut memberikan pelukan hangat. Sungguh momen yang sangat mengharukan. Terlihat sekali bahwa ikatan diantara mereka memang kuat. Guardiola is more than a coach.

Tribute yang dilangsungkan seusai laga pun tidak kalah mengharukan. Seluruh pemain ada disitu, termasuk yang sedang cidera, kecuali Abidal karena ia masih dirawat di rumah sakit. Sang Kapten, Carles Puyol bahkan terlihat berkaca-kaca matanya saat Pep sedang menyaksikan video tentang dirinya juga disaat Pep memberikan pernyataan-pernyataan tentang mereka dan tentang keputusannya dihadapan public Camp Nou. Momen yang sangat emosional bagi semua yang hadir di Camp Nou, bahkan juga bagi kita yang hanya bisa menyaksikannya lewat layar televisi.

Tribute yang sangat pantas diberikan untuk pelatih terbaik Barca ini. Banyak hal yang telah ia ajarkan kepada kita. Tentang bagaimana menyikapi kemenangan dengan rendah hati, dan bagaimana menerima kekalahan dengan lapang dada. Juga bahwa sepakbola kadang bukanlah prioritas, kesehatan lebih penting dari itu, seperti yang ia tunjukkan saat Abidal sedang berjuang melawan penyakitnya.

 
Gracies Pep atas semua yang telah kau berikan pada Barca dan juga pada kami sebagai fans.
Gracies Pep atas 4 tahun istimewa yang akan kami kenang selamanya.
Gracies Pep telah membuat impian pemain muda menjadi kenyataan.
Gracies Pep telah menyajikan permainan-permainan yang indah disetiap dinihari kami.
Gracies Pep telah menjadikan filosofi permainan indah sebagai identitas Barcelona.
Gracies Pep telah menjadikan sepakbola menjadi hal yang bisa dinikmati siapa saja.
GRACIES PEP ATAS SEGALANYA.

Nur Farida Oktaviana
@farida_10

1 thought on “The Winner : Tribute To Pep Guardiola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *