Lionel Messi : Diamond of Barca

Lesson 7 / Frase sehari-hari
May 25, 2012
The Winner : Tribute To Pep Guardiola
May 28, 2012

Lionel Messi : Diamond of Barca

Dido says :
And I want to thank you for giving me
The best day of my life
Ohh, just to be with you is having
The best day of my life

Semua tahu Pep Guardiola tidak meneruskan lagi jabatan pelatih di Barcelona dan semua cules tahu betapa berterima kasihnya semua terhadap hasil kerja keras serta dedikasi yang telah diberikan Guardiola terhadap klub. Tapi disini saya ingin membahas hal lain karena tak ingin lagi bersedih tentang berakhirnya masa kontrak Pep di Barcelona. Ada satu kontroversi yang mungkin belum banyak yang tahu bagaimana sebenarnya keadaan FC Barcelona di kala Ibrahimovic bergabung. Mungkin sudah ada sebagian yang tahu tapi tidak apa, saya hanya ingin menuliskan rasa penasaran saja.

Pesan yang mencengangkan

Baru saja tanpa sengaja saya membaca postingan twitter teman beserta link yang disertakan di dalamnya. Twitnya cukup membuat penasaran karena me-mention akun informasi seputar Barca yang sangat popular. Penasaran saya buka link itu dan membaca isi artikelnya. Cukup mengejutkan. Belum pernah saya membaca artikel yang memuat isi tentang perasaan Lionel Messi ketika Ibrahimovic dating ke Barcelona atas permintaan Pep Guardiola.

 
Apa isi sms dari Messi? “I can see that I’m no longer important to the team so ….” Apa maksud itu semua? Kenapa Lionel Messi tidak melanjutkan isi smsnya? Membaca dan memahami isi sms yang setengah terpotong itu saya punya pemikiran sendiri. Lionel Messi, ketika itu masih berusia 22 tahun, sedang berusaha mengembangkan talentanya lebih luas lagi. Di bawah kepemimpinan Guardiola dia merasa yakin kemampuannya akan meningkat pesat. Kita semua tahu -dari berita-berita di internet dan buku- bahwa Messi adalah seorang yang berkepribadian pendiam, tidak banyak bicara, rendah hati, pemalu dan memilih untuk menghindari dari terangnya keglamouran cahaya selebritas dunia olahraga. Terbukti dengan berita personal tentang dirinya jarang dimuat di media, bahkan dia memilih seorang kekasih dari lingkungan teman masa kecilnya. Berbeda dengan pemain kelas dunia lain yang memilik selera berkelas tinggi. Kenapa seperti itu? Karena Messi menyatakan setinggi apapun raihan yang sudah kucapai, dia tetap berasal dari keluarga kecil yang tumbuh di Rosario, Argentina.

 
Kembali lagi pada isi sms Messi yang mencengangkan. Pep Guardiola dan koleganya ketika itu ,Manel Estiarte, yang sedang berada dalam perjalanan bus bersama tim terhenyak mendapatkan pesan yang melankolis dari seorang bintang tim. Waktu itu Messi duduk di bangku bis bagian belakang dan dia terlihat memainkan telepon selulernya seakan sedang berpikir mengenai kegundahan dalam hatinya. Pep tidak dapat mempercayai penglihatannya sendiri. Tidak percaya kenapa Messi bisa mengirimkan pesan seperti itu.

 

 

Dilema Pep Guardiola

Ketika itu performa Leo sedang menurun dan tak lama kemudian datanglah Zlatan Ibrahimovic yang muncul berkat permintaan keukeuh Guardiola kepada manajemen untuk mendatangkan striker jangkung asal Swedia itu. Melihat proses transfer yang cukup rumit dengan nilai tinggi, 69 juta euro, tentunya menjadi hal wajar bila Lionel Messi merasa khawatir dengan posisinya sebagai striker tidak bisa berjalan seiring dengan striker baru yang dating. Karakter Ibra berbeda dengan dua striker sebelumnya yang bisa klik dengan penampilan Messi seperti Ronaldinho dan Eto’o.

 

Ibra ketika itu meminta gaji yang sama tinggi dengan gaji Messi di klub dan permintaan ini sepertinya tidak membuat manajemen menyatakan kata setuju. Ibra dipasang di lini depan nyaris menyingkirkan posisi Lionel Messi sebelumnya, dan hal ini yang membuat Messi menjadi sedikit terhenyak dan menuliskan pesan itu pada Guardiola.

 
Pada perjalanannya di Barcelona, Ibra justru menjadi pribadi yang tidak bisa kompak dengan kemauan dan arahan tim di bawah asuhan Guardiola. Ibra menyudutkan tim dengan mengatakan tim bagaikan sekumpulan siswa sekolah dasar yang hanya menurut saja apa kata guru seperti kerbau dicocok hidung. Ibra tidak terbiasa dengan hal seperti itu. Egonya sebagai pemain kelas atas di dunia terlalu tinggi. Dia membandingkan cara pelatihan tim Itali dengan Barcelona. Di Itali, ketika pelatih memerintahkan pemain untuk berjongkok, pemain akan bertanya lebih dulu. Kenapa kita mesti jongkok, apa alasannya? Sedangkan di Barcelona tidak seperti itu. Pemain yang masuk dalam training menuruti semua perintah pelatih dan berusaha menjalankan latihan dengan baik. Semua itu demi kata disiplin dan ketertiban. Semua pemain mampu mengikuti aturan itu termasuk David Villa yang bergabung kemudian hari. Ibra, secara pribadi tidak dapat mengikuti aturan seperti itu, dan dia mengatakan, “ I didn’t fit in. Not at all.”

 
Ibra menyebut dirinya seorang non konformis, artinya orang yang tidak bisa dengan mudah beradaptasi mengikuti aturan dan nilai yang ada di suatu tempat, apalagi jika tidak sesuai dengan kata hati dan kemauan dirinya. Ibra adalah orang yang selalu melakukan sesuatu semau gue sendiri. Hal ini dia akui dalam bukunya yang berjudul “ I am Zlatan”. Ketika semua orang menuruti semua aturan maka dia akan merasa bosan, seakan dia menyatakan bahwa Zlatan bukanlah Zlatan yang sama lagi. Menurutnya zalatan yang asli adalah yang terbang bebas seperti seekor burung –di lapangan- dan zlatan yang asli adalah orang yang melakukan perbedaan.

 
Di Barca, Ibra diberi posisi di tengah sedangkan Messi bermain di sayap. Ketika itu Ibra bisa memaksimalkan kemampuannya sedangkan Messi tidak bisa berkembang dengan berada di bagian sayap. Ketika itu Messi mulai bicara dan meminta pada Guardiola untuk mengembalikan posisinya di tengah dan Ibra merasa hal yang dilakukan Messi membuatnya tidak bisa bebas bergerak. Guardiola yang yakin dengan kemampuan Messi mulai membuat formasi 4-5-1 yang membuat Ibra merasa menjadi bayangan Messi. Guardiola melakukan formasi itu demi Messi dan Ibra merasa tidak bisa memainkan permainannya secara alami dengan posisi seperti itu. Namun, bagaimanapun keputusan Guardiola memainkan Messi kembali di tengah adalah tepat karena Messi telah berhasil memenangi tiga kali penghargaan Ballon D’Or sebagai pemain terbaik dunia. Menakjubkan.

 
Keadaan ini tidak membuat Ibra senang. Kenapa? Ibra berpendapat bahwa seharusnya Guardiola tidak membuat keputusan dan mengharuskan tim beradaptasi hanya untuk satu individu saja. “Untuk apa Guardiola mendatangkan saya jika memang hanya Lionel Messi yang ada di dalam pikirannya?” Ibra berusaha menanyakan hal itu berkali-kali pada Guardiola tetapi pelatih muda bertalenta itu tak mau menjawab dan hanya memalingkan muka. Akhirnya Ibra sampai pada kesimpulan bahwa dirinya tidak lagi disambut baik di Barcelona dan akhirnya Ibra kembali ke liga Italia bersama AC Milan.

 
Lalu, apakah keputusan Guardiola mengembangkan talenta Lionel Messi demi kebaikan tim adalah tepat? Tentu saja. Lionel Messi sejauh ini belum berhenti menorehkan rekor pribadinya bersama Barcelona. Txiki Beriristain, salah satu direktur klub mengatakan bahwa untuk membayar pemain terbaik dunia di dalam tim adalah dengan meningkatkan gaji dan memperbaharui kontraknya setiap tahun. Itu adalah harga yang pantas bagi seorang pemain sebaik Lionel Messi. Guardiola mengatakan berkali-kali bahwa yang harus dilakukan oleh tim adalah dengan membuat Messi tetap bahagia maka dia akan memainkan keahliannya dengan baik dan terus mencetak rekor. Hal ini benar sekali. Semuatahu rekor-rekor baru yang telah dipecahkan oleh La Pulga sehingga nilai jualnya yang kini sebesar 250 juta euro adalah LAYAK.

 
Tak seperti yang ditudingkan Ibrahimovic, Messi tidak mengakui adanya pertentangan dengan pemain jangkung itu di dalam klub. Seperti biasa, Messi memilih untuk menghindar dari sorotan cahaya dan tak banyak bicara kecuai membicarakan kemampuannya memainkan si bola bundar.
Kenyataannya sekarang, Messi sangat berterima kasih pada Guardiola atas kesempatannya bermain secara maksimal di lapangan. Di musim 2011-2012 Messi terhitung hanya dua kali tidak bermain di La Liga. Sisanya, dia selalu bermain penuh meskipun ada saat ketika performanya menurun dan stamina tidak fit tetapi kehadiran dirinya selalu memberi semangat lebih bagi tim. Sama halnya dengan kehadiran sang kapten Carles Puyol. Ya, begitulah jika satu tim sudah merasa layaknya keluarga besar. Semua saling berpegangan tangan dan bekerjasama dengan baik. Rasanya kita patut mengatakan bahwa Lionel Messi layak berterima kasih dan behutang besar sekali kepada FC Barcelona. FC Barcelona is a great team, and it is greatest with Lionel Messi in the team.

 

“I find that the more willing I am to be grateful for the small things in life, the bigger stuff just seems to show up from unexpected sources, and I am constantly looking forward to each day with all the surprises that keep coming my way!”
Louise L. Hay

5 Comments

  1. Angel says:

    I think that is the TRUTH indeed … I don't like him at all. so be it !! Messi is the best ever :*

  2. -_____-" wah, bisa jadi fitnah nih. #BenerinKerah :p

  3. Angel says:

    ckckck … btw berita ttg sms messi ini belum tentu benar y, so ini hanya sebatas rumor biasa hehehee

  4. ah iya, saya membaca kalo ego Ibra sangat keterlaluan. Mencaci Pep di sisi lapangan ketika diganti oleh Pedro (kalo tidak salah) dan ketika membanting tas gear para pemain, Pep memunguti satu2 gear tersebut. Ibra, such a big-mouth-arrogant-bastard!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *