Astrinovia.com

Book I read : Barca The Making of The Greatest Team In The World

I love this book !

Buku yang selesai kubaca selama satu bulan ini berjudul “ Barca ; The Making of The Greatest Team in The World’ hasil karya Graham Hunter, jurnalis dan penulis olahraga di ESPN yang menjadi favoritku selama ini.

Jika ada yang mengatakan buku Graham Hunter ini sebuah tim, maka bisa dibilang buku ini mirip dengan tim asuhan Mourinho dibandinkan Barca sendiri. Kenapa? Buku ini menceritakan perjalanan FC Barcelona secara langsung pada poin yang dituju seperti ketika Ronaldo mengejar bola dan menggiringnya lalu menendang kencang ke gawang lawan. Tapi jika buku ini diibaratkan FC Barcelona, maka sampai sekarang rasanya saya masih akan terus membaca tahap demi tahap sedetil mungkin tanpa pernah kehabisan kontennya. Seperti permainan indah Barca yang selalu bermain sabar, menciptakan banyak peluang dan mengkreasikan passing serta tembakan yang enak dilihat.

Lacak jejak yang dilakukan oleh Graham Hunter sangat jelas dituliskan disini mulai dari era Cruyff, kembalinya Cruyff dan kelahiran Cruyffisme, era Van Gaal/Gaspart, kemudian kembalinya pemain galmor Frank Rijkaard sebagai pelatih dan terakhir kembalinya Catalanisme di era Pep. Dalam perjalanannya, terutama di era Guardiola, FC Barcelona bisa meraih pencapaian yang luar biasa. Mungkin tidak akan banyak pelatih muda lain yang bisa menyami rekor perolehan atau prestasi Guardiola dalam melatih satu tim selama hamper 4 tahun. 13 trofi dan mungkin 14 trofi sejak Guardiola mulai menandatangani kontrak sampai mengakhiri jabatannya tanggal 27 april 2012 lalu. Buku ini menunjukkan pada pembacanya dari perspektif berbeda apa yangtelah dicapai oleh Barcelona dalam waktu yang begitu singkat.

Barcelona telah berinvestasi pada satu style permainan. Permainan yang memerlukan beberapa pemain yang bisa mengisi beragam peran dengan baik. Hasil yang didapat termasuk kategori indah dalam olahraga. Namun, ketika tim lain bisa mengimbangi dan tahu cara bermain melawan Barcelona, maka Barca harus bermain mengandalkan para pemain yang terbilang hebat sehingga penyesuaian taktik tidak bisa lagi menghindari kekalahan.

Hal ini sangat terlihat musim ini di beberapa ajang kejuaraan internasional. Messi berada di musim yang fantastis dan talentanya begitu tercermin dalam setiap permainannya bersama Barcelona. Di semifinal UCL melawan Chelsea dan Clasico di bulan April mungkin menjadi alasan kenapa mereka tak bisa memenangi dua ajang itu. Jika mereka tidak dibiarkan bermain dengan gayanya maka mereka tidak bisa bermain, setidaknya tidak seperti tim terhebat di dunia.

 
Filosofi Guardiola dan Barcelona telah membuat tim lain kewalahan dimana mereka harus menjadi tim yangbenar-benar terbaik untuk bisa menghentikan Barcelona bermain menyerang. Chelsea adalah satu tim yang bisa mengalahkan Barca musim ini, karena mereka telah menghalangi Barca menjadi Barca seutuhnya.

 
Budaya dan filosofi sepakbola sangatlah baik, namun cenderung menjadi luar biasa sulit untuk menjadi yang terbaik ketika taktik kita dapat ditebak dan tim tidak bisa mengadalkan kehebatan individual untuk terus menang. Messi tidak akan selalu bisa menghindar dari serbuan dan kurungan defender lawan pada satu waktu yang sangat penting yang memungkinkan dirinya tidak bisa mencetak gol.

Walau begitu, Barcelona telah menjadi poros atau model permainan sepakbola indah bagi banyak tim di dunia. Kini, satu tim terhebat di dunia telah bisa disaksikan oleh seisi dunia dengan tiki-taka yang memancarkan kemampuan tinggi para pemainnya. Tetap yang sangat menentukan dari sebuah permainan, baik yang dimainkan oleh tim hebat ataupun bukan, adalah keberuntungan. I think Barcelona did not luck out of crucial results this season, right?

Buku ini adalah persembahan dari seorang fans sejati yang memenuhi seluruh tulisan dengan isi yang sangat layak dibaca. Rasanya menarik sekali untuk tahu sejarah dari klub kesayangan dipadu dengan evolusi modern dari sebuah tim terhebat di dunia seperti FC Barcelona, dituturkan dengan detil sebanyak 478 halaman. Saya merekomendasikan buku ini untuk setiap fans Barcelona. Meskipun saat ini masih belum ada buku edisi bahasa Indonesia tetapi buku ini layak untuk dibaca kalimat per kalimat. Great book.

 

2 thoughts on “Book I read : Barca The Making of The Greatest Team In The World

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *