Astrinovia.com

2nd Runner-Up : Gracies Pep

 

GRACIES PEP

Josep ‘Pep’ Guardiola, itulah di saat di mana nama Pep Guardiola s untuk pertama kalinya saya dengar.Joan Laporta (Presiden Barca saat itu) memecat Frank Rikjaard dan menggantikannya dengan pelatih yang ‘hanya’ memiliki pengalaman sebagai pelatih dengan melatih tim Barca B. Dan dia  sekarang harus memegang tim sekelas FC Barcelona

Berani melepas pemain yang menjadi ikon FC Barcelona dan pemain favorit saya, Ronaldinho. Dan Pep juga melego Deco ke Chelsea, Zambrotta di lepas ke Milan. Oke, mungkin semua orang sama seperti saya, sangat ragu dengan pelatih yang hanya mempunyai jam terbang bersama Barca B. Apalagi pertandingan pertama Barca, Pep kalah, kalau saya tidak salah itu melawan Numancia.

Tapi semua keraguan pengamat sepakbola termasuk keraguan saya yang mencintai Barcelona sejak saya mengenal sepakbola di patahkan Pep! Yak. Dia berhasil menyapu bersih 6 gelar di musim 2009, 2 gelar di tahun 2010, dan 5 gelar di tahun 2011.

Dalam artian, Barcelona bersama Pep berhasil meraih 13 gelar hanya dalam waktu 3 tahun. Sungguh sebuah sejarah. Tak ada pelatih di belahan dunia manapun yang bisa sehebat Pep Guardiola.

Selalu berani memainkan pemain didikan akademi Barcelona “La Masia” membuat nilai plus tersendiri buat Pep Guardiola. Dengan itu, Barcelona tidak perlu untuk membeli pemain-pemain bintang yang akan menghabiskan financial Barcelona. Berkat Pep Guardiola jugalah La Masia di kenal dunia. Dan berkat Pep jugalah La Masia menjadi salah satu akademi sepakbola terbaik di dunia.

Semua mengelu-elukan Barcelona era Pep. Pecinta FC Barcelona semakin bertambah banyak dari seluruh belahan dunia. Semua pengamat sepakbola mengatakan Barcelona era Pep ini adalah terbaik dalam sejarah sepakbola. Mengalahkan Milan era Van Basten.

Keuntungan financial pun semakin bertambah berjalan dengan prestasi yang di berikan Pep Guardiola. Pihak manajemen dan fans Barcelona selalu mencoba mempetahankan Pep. Isu kepindahan Pep sudah mulai sejak awal musim 2010/2011. Tapi dia mau memperpanjang kontrak, tapi Cuma setahun sampai musim 2011/2012.

Dan sekarang waktunya tiba, musim 2011/2012 akan segera berakhir sejalan dengan kontrak sang entrenador, Pep Guardiola. Sekali lagi pihak manajemen dan seluruh pecinta FC Barcelona berusaha mempertahankan Pep Guardiola.

Tapi keputusan Pep sudah bulat, dia tidak ingin memperpanjang kontrak. Dia ingin beristirahat dari dunia sepakbola yang membesarkan namanya. Semua pecinta FC Barcelona bersedih. Pelatih yang telah memberikan kejayaan buat tim tercinta mereka harus pergi di akhir musim.

Bahkan bukan pecinta FC Barcelona saja yang bersedih, dunia sepakbola pun seakan ikut bersedih, mereka tidak akan menyaksikan seseorang yang telah mengajarkan dunia bagaimana cara bermain bola dengan menyerang dan dengan filosofi selalu di pegang dalam hidup.

Mungkin saya akan selalu mengingat satu moment yang paling indah dalam hidup saya sebagai pecinta sepakbola, Pep Guardiola nangis ketika Barcelona berhasil merebut piala dunia antar club tahun 2009. Dia merasa terharu bisa memberikan enam trophy yang sebelumnya belum pernah di raih Barcelona. Janji, saya akan menceritakan moment paling indah ini ke anak-anak saya suatu saat nanti.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pep Guardiola karena Barcelona hanya baru dua kali kalah melawan Real Madrid dalam kurun waktu 4 tahun. Kemenangan 6-2 di bernabeu dan 5-0 di Camp Nou dan kemenangan-kemenangan lainnya akan selalu saya ingat.

Terima kasih juga atas semua gelar dan kejayaan yang tlah Pep berikan kepada kami para pecinta FC Barcelona. Ini mungkin hal terindah yang bisa saya rasakan dalam hidup saya. Terima kasih juga sudah menjadikan kami sebagai saksi dalam sejarah kehebatan sepakbola dengan filosofi selalu menyerang.

Terima kasih sudah selalu mengajarkan kami untuk menjadi fans yang rendah hati dan tidak pernah sombong. Semua yang kau berikan akan selalu menjadi memori manis dalam hidup kami.

Mungkin di musim baru nanti kau tidak ada bersama pemain di lapangan, tapi percayalah ide dan filosofi yang kau ajarkan kepada pemain akan selalu di ingat dan di kenang dunia.

Kami semua pecinta FC Barcelona menerima semua keputusanmu, tapi percayalah Pep, pintu Barcelona akan selalu terbuka untuk orang yang telah berjasa dalam sejarah FC Barcelona dan Sepakbola Dunia.

#GRACIES PEP

“I won’t keep the titles, I will keep the memories of personal relations, what we lived together. That has been the best part.” – JOSEP GUARDIOLA i SALA

2nd Runner Up : @BenediktusBayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *