Jelang Big Clash Chelsea FC kontra FC Barcelona

I’m the real Cule / Cule Sejati
April 16, 2012
What a Crossfire, Congrats Chelsea !
April 19, 2012

Jelang Big Clash Chelsea FC kontra FC Barcelona

Waspadai Chelsea, Barca!


Tengah minggu ini, tanggal 19 april 2012, pukul 1.45 WIB, RCTI akan menyiarkan laga big match di perhelatan semifinal Piala Champions tahun ini. Semifinalis Chelsea FC akan menjamu FC Barcelona di leg pertama di stadion Stamford Bridge, London. Mari kita layangkan kembali kenangan pada masa 3 tahun lalu ketika Chelsea masih diasuh oleh pelatih hebat asal Belanda, Gus Hiddink.

Tidak ada yang pernah menyangka kalau pertarungan antara dua tim besar asal Negara berbeda di benua Eropa ini akan kembali bertemu tahun ini. Chelsea, tim yang mengandalkan serangan cepat, pintar membaca situasi dan menekan dengan agresif tidak bisa diremehkan begitu saja oleh Barcelona. Meskipun selang 3 tahun adalah masa yang panjang untuk berbagai perubahan yang mungkin terjadi di setiap kubu tetapi Barcelona harus tetap mewaspadai dan menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi Chelsea. Bagaimanapun, tim yang telah masuk pada tahap semifinal Liga Champions bukanlah tim yang bisa dianggap enteng. Dengan kerja keras dan prestasi mereka bisa menyingkirkan tim-tim besar di awal perjuangan ketika ajang sepakbola terbesar di Eropa ini digelar.

Ketika itu di Camp Nou, leg pertama semifinal kontra Chelsea, 3 tahun silam, banyak foul dan pertanyaan muncul di benak setiap orang. Michael ballack yang terlihat menarik Andres Iniesta tidak diberi kartu merah oleh sang wasit, Ovrebo. Di pihak Barca pula, sang kapten, Carles Puyol mendapat kartu kuning pertamanya tetapi dihukum tidak boleh mengikuti pertandingan berikutnya. Barcelona, untuk pertama kalinya, di bawah asuhan Josep Guardiola, tidak bisa mencetak gol di kandang sendiri dari semua kompetisi yang diikuti. Bukan hanya itu keburukan yang mengikuti perjalanan Barca. Rafael Marquez mendapat cedera hingga tak bisa bermain sampai akhir musim dan Puyol tentu saja tidak bisa diikutsertakan di starting eleven untuk leg kedua di Stamford Bridge.

Chelsea bermain sangat ofensif dan menunjukkan permainan terbaiknya. Gol Michael Essien yang bagai petir membuat semua supporter Barcelona tercekat dan harus mengakui jika Chelsea bermain lebih baik dibandingkan Barcelona. Ada satu hal yang lucu jika memperhatikan semua factor yang ada di lapangan ketika itu. Di balik semua aspek atletis, kecepatan dan tekanan ala sepakbola modern, wasit Ovrebo malah tampak seperti kelebihan berat badan. Kegemukan di antara semua pemain yang bertubuh atletis.

Perdebatan masih terus berlanjut mengenai klaim handsball Gerard Pique dan yaya Toure juga kartu merah yang seharusnya tidak perlu didapatkan oleh Eric Abidal. Nyatanya, sepakbola selalu terkait dengan kesalahan manusia juga debat polemic. Sepakbola juga adalah drama dan kontroversi, itulah yang membuat olahraga ini paling banyak digemari di seluruh dunia. Selalu ada debat hangat di setiap laga yang dihadirkan.

Chelsea yang bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke 66 bisa memimpin pertandingan dengan satu gol. Barcelona tampak tak berdaya dan kebingungan menghadapi the Blues. Strategi seperti apa yang bisa diterapkan oleh Guardiola di menit-menit krusial menjelang laga berakhir? Tidak ada. Hiddink adalahs eorang pelatih yang hebat namun keputusannya mengganti Didier Drogba dengan Juliano Belleti enam menit setalh kartu merah Abidal adalahs ebuah keputusan yang hamper sulit dimengerti oleh siapapun.

Ingat kata pepatah, best men smile the last. Michael Ballack malah menunduk ketika akhirnya Iniesta melesakkan tendangan bak petir ke gawang Chelsea di injury time. Voila …. What a great gol. Entah bagaimana perasaan para pemain dan supporter ketika itu. Yang pasti, di lapangan, semua terlihat berhamburan ke tengah lapangan dan memburu si penyelamat tim, Andres Iniesta. Supporter, yang menonton pertandingan di rumah, ketika itu sudah menutup telingan dan mata serta mempersiapkan diri menerima kekalahan tetapi hujan berbalik dan berpindah haluan ke London. The Blues banjir air mata begitu juga dengan para pendukungnya. Semua tertunduk lesu seakan tak percaya dengan apa yang sudah terjadi barusan. Fantastik!!

Apa yang sebenarnya terjadi? Lionel Messi mengontrol bola kemudian mencari ruang dengan cerdik dan mengirimkan bola pada Andres Iniesta yang berdiri siap di tengah lapangan. Sebuah passing yang sempurna dan berakhir dengan gol menakjubkan dari Don Andres. Luar biasa. Injury time belum selesai dan Drogba mendapat penalty terakhirnya kala itu tetapi saying peluit sudah berbunyi dan pertandingan berakhir dengan emosi serta kekesalan Drogba yang melampiaskannya di depan kamera televise yang ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia. Graham Hunter, penulis olahraga yang menyaksikan langsung laga itu di Stamford Brogde hamper tak habis pikir, bagaimana mungkin kemenangan akhirnya bisa menjadi milik Barcelona. Diakuinya, laga itu adalah satu suguhan laga paling aneh dan tidak dapat dimengerti yang pernah dia datangi.

Sekarang, sejarah mengulang kembali pertemuan kedua tim. Semua pihak tentunya mengharapkan hasil yang berbeda kali ini. Chelsea ingin membawa tiket final bersamanya dan Barcelona bertekad untuk mempertahankan prestasi serta kekompakan tim untuk melenggang ke final Liga Champions bulan mendatang. Yang pasti, laga ini tidak boleh dilewatkan. Menyaksikan siaran ulangan bukanlah pilihan yang tepat. Visca Barca !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *