It Is Goodbye But Never Stop Fighting, Cules!

Congrats Real Madrid, Move On Barca !
April 22, 2012
Journey to Catalunya
April 23, 2012

It Is Goodbye But Never Stop Fighting, Cules!

Ada satu lagu yang benar-benar pas untuk para fans sepakbola yang menikmati permainan sepakbola dengan sedikit hati dan banyak logika. Khususnya bagi Cules yang baru saja berusaha menerima kekalahan dalam match El Clasico jilid ke sekian sepanjang sejarah. Untuk beberapa alasan, menerima kekalahan itu bukan suatu hal yang mudah. Tak bisa diingkari begitu banyak fans yang lebih mengedepankan emosi dibandingkan fakta nyata bahwa tim kesayangan telah kalah di lapangan. Sungguh sulit menerima hal itu, bukan hanya fans yang terluka, bahkan para pemainpun sulit meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Setiap tim berjuang untuk menang tetapi bila kalah, itu sudah menjadi bagian dari perjuangan. Tidak ada tim hebat tanpa pernah kalah. Tidak ada tim hebat yang selalu menang. Mereka yang pernah merasakan kekalahan menyakitkan akan menerima kemenangan dengan sederhana tanpa arogansi berlebihan karena mereka tahu kalah itu menyakitkan. Perasaan seperti ini berlaku universal untuk fans manapun.

Bryan Adams, pemusik, composer dan penyanyi hebat di dunia menginterpretasikan rasa kehilangan dan kekalahan dalam sebuah lagu soundtrack film yang membuat hati cukup terluka. -“Never Let Go”- lagu yang menyiratkan luka karena hikmah yang bisa diambil dari film itu sesuai dengan kenyataan yang sedang dihadapi dalam setiap kehidupan. Terluka karena film itu bagai sebuah gambaran perjuangan manusia yang saling menghormati, terikat dalam persaudaraan yang erat dalam balutan kasih yang nyata.

can you lose everything, you ever planned?

can you sit down again and play another hand?

could you risk everything for the chance of being alone?

under pressure find the grace or would you come undone?

we say goodbye but never let go …. 🙂

Bisakah kita menerima segala sesuatu yang terjadi di lapangan dengan berbesar hati. Melepaskan semua harapan dari rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya? Tidak terlalu lama memendam kesedihan karena di depan jalan masih panjang dan kita harus kembali duduk tenang lalu memainkan strategi baru. Bisakah seorang fans mempertaruhkan harga diri demi sebuah tim yang disayangi. Bisa tidak menerima dengan legowo bahwa di saat kita terjatuh –dengan keras- lalu menengok kiri kanan tak ada siapapun disana. Betapa puasnya mereka yan mencaci dan mencela, tertawa bahagia atas kesedihan orang lain tanpa pernah berpikir bahwa suatu saat semua tim akan terjatuh. Tidak ada yang abadi di dunia ini, begitu juga di dunia sepakbola. So, we say goodbye to the past, to the lost but we never let go of what we are believing, the beautiful play Barca always play.

Tito Vilanova, asisten pelatih mengatakan, “ Aku tidak suka kalah tetapi menjadi tim yang hebat tidak selalu harus menang dan itu yang selama ini selalu kupegang. Tidak buruk mengalami kekalahan karena ada pelajaran baru yang bisa dipetik disana. Tentu saja untuk permainan berikutnya yang lebih baik dan tetap bermain dengan keyakinan kami sebagai Barca.” Setidaknya dengan kalah, kita bisa disadarkan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. setiap hal mengalami turun naik dan itulah yang disebut dengan kehidupan normal.

Apa yang membuat sesuatu dikategorikan sebagai suatu legenda? Ketika bisa menutup hari tanpa kemenangan dan kebanggaan, ketika bisa menegakkan kepala saat tak ada seorangpun menyerukan namamu, ketika bisa lebih banyak memberi daripada menerima, itulah yang disebut dengan legenda, setidaknya begitu menurut beberapa orang.

So, to every Barcelonistas in the world. Let’s face the next match and forget the lost because time never stops. It keeps on ticking and that’s what we have to do. To walk ahead and move on with new spirit and motivation. I, personally support Barca whenever they lose or win. To love the team because of their play and philosophy, like I love their beautiful region of Catalunya. Visca Barca para siempre !

 

9 Comments

  1. biah says:

    Aku jatuh cinta pada FCBarcelona bertahun-tahun yang lalu, jauh sebelum mereka dieluk-elukan seluruh dunia sebagai team dengan gaya permaianan terhebat sepanjang sejarah. Kekalahan beruntun dari Chelsea dan Real Madrid, memang membuat patah hati yang benar2 parah. Selama berhari2 badan rasanya lemas. Setiap mengingat momen itu rasanya sakit. Tapi tidak seperti perasaan sakit hati pada kekasih yang setelahnya bisa menimbulkan benci, sakit ini malah membuatku dengan bangga mengatakan aku adalah seorang CULES diantara para fans LesBlues dan Madritista.

  2. Ricky Ripai says:

    Ini siklus dlm sepakbola jadilah cules yg berbesar hati

  3. ferry kamoto says:

    Nice post! Semua cule harus baca ini. Karena Barca srg menang, banyak yg jadi takabur. Padahal dulu Barca sempet 5 musim nihil gelar. There's a time we are on top. There's a time we are not on top. That's life. Life will always be Yin & Yang = Balance.

    Visca Barca y Visca Catalunya

  4. Ticko says:

    barca hasta la muerte , sekali cules tetap cules

  5. Alfa Dinarie says:

    munkin krna jarang kalah, mereka hampir mnganggap barca sudah sempurna. pdahal itu semua mnyimpang dri hukum alam dan khidupan normal.

    Visca Barca

  6. risa azzahra says:

    Keep calm guys. Always viscabarca. Gue suka bgt sama kata kata di blog ini yang 'So, we say goodbye to the past, to the lost but we never let go of what we are believing, the beautiful play Barca always play' keep smile cules

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *