Adeu Pep Benvinguts Tito

Pa amb Tomaquet, Roti Khas Catalunya Yang Lezat
April 26, 2012
Never Lose Hope, We Can
May 2, 2012

Adeu Pep Benvinguts Tito

 

Each day I want to give the best I know but my finest day is yet unknown. Every gain you fought is worth, to taste the bittersweet of life and seek for chances. Face the pain in every rise and fall, because it makes you grow. Go through it all to find your moments when you are more than you thought you could be …

 

Entah kenapa hari Jumat tanggal 27 April menjadi hari paling malas sedunia, bagi saya. Janji berbagi atau sharing Bahasa Catalan dengan teman-teman di twitter terpaksa batal. Bagaimanapun benak ini tidak bisa focus karena menunggu sebuah pengumuman resmi yang cukup membuat hati ketar ketir. Akhirnya, meskipun tidak bisa streaming untuk mendengarkan langsung pengumuman itu, saya tahu bahwa keputusan telah diambil dan membuat hati banyak orang patah hati, tentunya mereka yang mencintai FC Barcelona, sama seperti saya. Pep Guardiola, pelatih muda luar biasa yang telah menjadi legenda hidup Barca memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Musim ini adalah yang terakhir dalam masa 4 tahun kepemimpinannya bersama para jugador Barcelona.

Sedih? Tentu saja. Maybe I was hyperbolic but you can’t tell people what you really feel and they can’t see it the way we saw it. Kenyataannya kita tidak boleh terus bersedih karena bagaimanapun seorang fans yang baik akan selalu mendukung perubahan sebuah tim demi kemajuan dan peningkatan prestasinya. Setiap orang pasti punya perasaan berbeda ketika tahu Guardiola menuntaskan perjalanan karirnya bersama Barcelona sampai disini. Siapa yang tidak sedih? Guardiola telah menjadi sosok yang fenomenal baik bagi Barca sendiri maupun bagi dunia sepakbola secara umumnya. Rasanya sulit bagi siapapun untuk menyaingi bahkan melangkahi pencapaian seorang pep Guardiola selama 4 tahun bersama Barcelona. Raihan 13 trofi dan ikatan batin yang kuat bersama seluruh tim adalah sesuatu yang sangat berharga. Masih adakah kemungkinan dia kembali suatu saat nanti? Mungkin saja.

Mengucap kata berpisah itu mudah tetapi kenangan yang tertinggal di dalam benak terkadang menyisakan kepedihan. It’s easy to say goodbye but what remain is hard to let forget. Meskipun begitu, waktu terus berjalan dan dunia tidak berhenti berputar. Semua harus terus maju dan melangkah menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya. Mungkin saja Guardiola merasakan sebuah kepenatan dan ingin mencari penyegaran atau pencerahan untuk membangkitkan kembali semangat serta motivasinya secara pribadi. Setiap orang berhak melakukan hal itu, mencari binar cahaya di ujung gelap. Karena terkadang manusia perlu memisahkan diri dari kerumunan untuk menemukan kembali dirinya yang sebenarnya, setelah itu mereka bisa kembali dengan harapan, semangat dan cita-cita baru yang lebih besar.

 

“ …….

Who can say where the road goes

Where the day flows, only time

And who can say if your love grows

As your heart chose, only time ….”

 

Siapa yang bisa menunjukkan kemana kakimu melangkah hari ini? siapa yang bisa menumbuhkan rasa cinta ketika hati ini telah memilih? Hanya waktu .. ya, hanya waktu yang bisa. Enya, seorang penyanyi, pemusik dan instrumentalis asal Irlandia, menggambarkan guratan takdir yang tak ada seorangpun bisa menebaknya, dalam satu lagu yang sangat menyentuh. Bagi mereka yang pernah merasakan sakit dan pedih dalam kehidupan mungkin tak bisa menahan airmata saat mendengar lagu ini. “Only time” … hanya waktu yang bisa memutuskan kapan dan dimana kita semua akan berlabuh nanti. They, who can embrace changes would be a better person each and every day.

Alasan yang kuat kenapa para punggawa Barcelona tertunduk lesu dan menunjukkan wajah murung ketika pengumuman resmi itu muncul adalah karena Pep ‘The Magician’ Guardiola telah memberikan begitu banyak trofi dan kemenangan dalam waktu sedemikian singkat. Bukan hanya itu, gaya latih dan sikap terbuka terhadap semua pemain membuat suasana ruang ganti selalu hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Setidaknya itu yang saya baca dari setiap berita atau melihat sikap dan pernyataan mereka di lapangan, karena tentunya saya tidak menyaksikan secara langsung bagaimana kondisi ruang ganti yang sebenarnya. Melihat dari luar betapa kekompakan tim begitu solid sudah cukup membuktikan jika Pep telah berhasil menanamkan disiplin dan ketegasan dengan caranya sendiri dimana semua orang bisa menerimanya dengan lapang dada. Mungkin ada juga yang tidak tetapi itu bisa dihitung dengan jari. Lionel Messi, performanya beberapa laga ke belakang bisa disebut menurun bahkan raut wajahnya seperti murung. Mungkinkah Lionel Messi sudah tahu lebih dulu bahwa Pep akan pergi? Semua orang tahu dalam acara pengumuman resmi itu Messi sengaja tidak muncul. Kenapa? karena dia tak ingin pers meliput dan menangkap gurat kesedihan di wajahnya ketika Pep mengumumkan hal itu. Kesedihan Lionel Messi bukanlah konsumsi public meskipun kenyataannya saya akui, banyak yang ingin tahu bagaimana mimik wajah Messi jika dia hadir dalam acara itu. Apakah sama seperti punggawa lainnya atau tidak.

Bagi saya pribadi yang notabene hanya seorang Barca addict dan fans berat, kepergian Pep menyuguhkan kesedihan tersendiri. Betapa kita telah memupuk harapan akan kemenangan setelah beberapa pencapaian hebat yang telah didapatkan. Ketika sang pelatih memutuskan pergi, seakan menjadi pukulan tersendiri, seakan membuat harapan itu sirna. Wajar, asalkan kesedihan tidak untuk berlarut-larut. Bagaimanapun seorang fans sejati akan selalu mendukung timnya dengan suara hati yang tegas, dari belahan bumi manapun, ketika tim menang atau kalah. Begitu juga dengan pergantian pelatih dan berbagai keputusan penting lainnya, tetap mendukung karena apapun pilihan yang Barcelona pilih sudah pasti yang terbaik bagi tim, manajemen juga fans di seluruh dunia.

Terbukti, Barca mampu melindas Rayo Vallecano dengan skor fantastis 7-0 dalam laga pertama setelah pengumuman resmi hengkangnya Guardiola. Kemenangan ini menjadi perwujudan semangat dan harapan bahwa semua ilmu yang ditinggalkan Pep Guardiola demi kesuksesan tim tidak pernah luntur dan diaplikasikan dengan baik oleh semua tim. Bersedih boleh saja tetapi segala hal yang berlarut-larut itu tidak pernah baik. Kebangkitan Barcelona ini adalah gambaran bahwa tanpa Guardiola di musim depan Blaugrana akan tetap bermain sesuai filosofi dan identitas khasnya. Tangan terbuka lebar untuk memeluk hangat sang pelatih baru, Franscesc ‘Tito ‘ Vilanova I Bayo. Saya rasa pilihan ini sangat tepat karena Tito adalah jebolan La Masia dan telah menjadi tangan kanan Pep Guardiola selama 5 tahun terakhir. Mari kita menghembuskan harapan pada sosok pelatih baru ini agar tim bisa mencapai era kesuksesan yang tetap memegang teguh filosofi dan identitas ala Barcelona.

“Semangat, hasrat untuk menang dan menjadi yang terbaik akan bertahan selamanya dalam diri, lebih penting dari raihan yang sudah dicapainya”

 

Moltes gracies Pep, VISCA BARCAAAAAA !!!

1 Comment

  1. sediih teh, lebih sedih dari kekalahan2 sebelumnya -amel-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *