Astrinovia.com

Jilbab = Menjaga Hati

Tulisan pagi ini sebagai selingan saja di tengah padatnya proyek yang harus diselesaikan. Dari tadi malam rasanya cerita ini ingin disampaikan dan mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan bagi orang lain.

Gemes banget gak sih, kalau ada mulut manis yang iseng berkata hal buruk tentang kita. Anggap saja orang itu sotoy -sok tahu- banget gitu. Pastinya kita terkejut, kaget, kecewa … lalu berpikir, salahku apa ya? Kok bisa-bisanya ada orang mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu. Perkataan yang tidak berdasarkan logika dan realita. Sungguh dangkal pikirannya, kok bisa ya? …. Tapi, dipikir lagi berkali-kali, ya bisalah … namanya juga manusia, tak sempurna. Adakalanya hati ini dipenuhi rasa sirik, tak bersyukur, lupa dengan nikmat yang Allah berikan di sekeliling kita, buta dengan ikatan batin yang dinamakan persaudaraan atau keluarga.

Semoga Allah selalu menganugrahi ketetapan dan ketentuan yang baik untukku.

Pedih rasanya hati ini mendengar, “ Owh, mungkin karena sudah ber-jilbab jadi suaminya menganggap dia tak lagi menarik.” Gubrakkk!! ,,, darimana datangnya kalimat itu? Rasanya gak pernah memikirkan tentang dia apalagi memikirkan hal-hal buruk. Tiap bertemu hanya bicara seperlunya, bersikap sopan dan menghormati dia sebagai orang yang lebih tua. Ternyata, siapa menyangka di balik itu hatinya njelimet! Setelah itu, lebih banyak yang dia lontarkan tentang suami orang. Hmmm …. Aku mau tahu nih, kalau hari ini seorang lelaki memakai parfum dengan aroma berbeda, apakah itu artinya dia berselingkuh? Mind your own business-lah yaaa ,,, Dia pakai parfumku, you know !^^

Lalu, What’s wrong with jilbab? Untuk siapa kain lembut ini menutupi auratku? Apakah perlu penjelasan panjang lebar alasan di balik penggunaan jilbab ini? Rasanya gak perlu tuh. Kalimat yang dilontarkannya benar-benar menohok hati ini. Sedih … bukan karena fitnah itu untukku … tapi sedih karena dia tak berkaca dan melihat dirinya sendiri. Apa makna jilbab yang juga dia kenakan di kepalanya itu? Ah pusing deh …. rumit dan perlu pemahaman yang luar biasa dalam.

Kutarik nafas dalam-dalam lalu kukeluarkan bersama seluruh prasangka dan pemikiran buruk tentang dia akibat perkataannya itu. Aaahh … hati ini lega juga, kesal ini masih bisa ditahan meskipun masih sedikit heran. Tapi biarlah, kuanggap sebagai bumbu hidup hari ini. Biarlah orang lain bergumul dalam kubangan suudzon dalam dirinya. Doaku, untuknya semoga Allah membukakan pintu hatinya dan melihat yang ada di depan matanya dengan benar.

Aku bersyukur dengan semua ujian yang diberikan olehNya. Membuatku semakin kuat, berjuang lebih keras, dan berpikir dewasa …. Aku bersyukur, untuk pendamping hidup yang soleh, penuh pengertian, pekerja keras dan tak pernah mengeluh … Aku bersyukur dengan semua anugerah dan kenikmatan yang telah Kau beri baik kusadari atau tidak …

Ya Allah, jagalah selalu hatiku, panca inderaku, imanku untuk selalu menatapMu
Ya Allah, limpahkanlah selalu berkah, karunia, nikmat, dan perlindunganMu
Ya Allah, hanya kepadaMu hamba berlindung dari semua keburukan dan kenistaan

Masih inget kan dengan nasyid yang didendangkan oleh Aa Gym beberapa waktu silam? Nah, rasanya lagu ini cocok banget deh kalau dia mau menyelami setiap liriknya dengan baik.

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Ahlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutuk

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh
dst

Bercermin dari kejadian tadi malam …. (huffft tarik nafas dalam-dalam) …. biarkan saja orang lain mau berkata apa, tak usah didengar. Yang paling utama dalam hidup ini adalah menjaga amalan kita agar jangan sampai hilang akibat perbuatan kita sendiri. Semua yang dilakukan dalam hidup ini adalah mencari ridhoNya. Semoga Allah SWT selalu menjaga hatiku dalam setiap langkah kehidupanku, aminnn

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. AL KAHFI:28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *