Astrinovia.com

Buah Pir Vs Buah Botak


Jadi kemarin adalah kali ketiga terjadinya pertarungan terelakkan antara dua bocah kecil dengan perangai berbeda. Setibanya di rumah, sang nenek langsung meluncurkan sebuah kisah yang rasanya sudah dapat diduga seperti kisah-kisah sebelumnya. Lagi dan lagi, konflik itu terjadi lagi. Ya, mau bagaimana lagi orang kita rumahnya berdekatan kok ,,, tetanggaan maksudnya, hanya diselang satu rumah saja.

Bocah berambut ikal punya perangai yang keras, tertekan dan biasa berada di lingkungan keluarga yang keras dengan bahasa-bahasa tak enak didengar. Kalau lagi akur, dia datang ke rumah dengan muka manis dan menurut pada titah si empunya rumah dengan satu alasan jelas. Biar diajakin main game gratis di kompi sang mamih yang kerjanya memang internetan melulu, so layanan unlimited dari spidi sangat menguntungkan buat bocah ikal itu. KALAU ,,, lagi ada maunya !

Bocah satu lagi selalu iseng, mulutnya keriting gak mau terkatup. Selalu saja ada kata-kata baru yang dilontarkan, mau tak mau pendengar setia di rumah harus terbiasa dengan kelakuannya. Tidak semua kata yang diucapkannya itu lucu, manis, sopan dan enak didengar. Ada satu waktu-waktu tertentu dimana dia menyerap kata-kata asing tak berperi-keanak-an lalu dipraktekan di rumah. Bertanya apa artinya, maksudnya apa dan apakah dengan mengucapkan kata itu dia punya dua pilihan sama seperti yang dikatakan teman-temannya. Dua pilihan itu adalah KaSur atau KaNaDora. Lah, istilah apalagi ini mak? ckckck ,,, Oh iya, bocah jail ini rambutnya dulu botak sekarang sih udah jabrik lagi ( gak mau dicukur, katanya sih pengen mirip Brandon :p )

Rupanya Kasur artinya Ka Surga (ke surga, basa sunda :p ) dan KaNaDora artinya Ke Naraka Doraka (durhaka jadi masuk neraka, basa sunda ,,, lagi :p ) Kalau aku bilang An***g dapat KaSur atau KaNaDora? Sang nenek memberi penjelasan sambil menahan tawa gelinya. Dalam benaknya pasti dia berpikir darimana anak ini bisa dapat istilah seperti itu. Aneh-aneh saja ,,, hihihihi

Nah berkaitan dengan pertarungan terelakkan tadi (karena pelemparan batu akhirnya selalu terhindarkan) begini ceritanya. akibat mulutnya yang iseng dan jahil itu, si bocah dapat ancaman keras dari sobatnya. Biasa kalau anak-anak berseteru kan suka saling lempar-lemparan kata menyebelkan tuh. Nah si ikal diteriaki ‘buah pir’ , julukan ini berhubungan dengan namanya Firman. Yang satu lagi dijuluki ‘buah botak’, berkaitan dengan kepalanya yang selalu botak. Meskipun sekarang sudah jabrik dan pingin mirip si MOmon, jadi dia keras hati gak mau dicukur sampai rambutnya mencapai bahu ,,, halahhh ,,, tadi pingin mirip brandon sekarang Momon, capedehhh #tepok jidat

Rupanya si buah pir ini anaknya temperamen tinggi, emosian dan nafsu berantemnya kuat banget. Diteriaki julukan yang mengerikan (menurutnya) seperti itu dia marah besar. Ambil batu kali sebesar kepalan tangan siap untuk dilemparkan ke arah si buah botak yang tak henti-hentinya menjulurkan lidah sambil terus berteriak, ” buah pir, buah pir, buah pir nakal ,,, !” Si bocah botak ini ngambil cara aman, teriak-teriaknya dilakukan di teras rumah sendiri.

Lama kelamaan melihat batu yang dipegang si buah pir ini, dia tak mau kalah. Sang nenek yang terus memperhatikan dari tadi jadi waswas dan berjaga-jaga untuk kemungkinan buruk yang bakal terjadi jika dibiarkan (bonyok, berdarah, batu kena kaca, pecah, ganti rugi dll ,,, pusing deh). Eh, si buah botak masuk kedalam rumah, dikira sang nenek dia menghindar dan ngumpet karena tak mau meneruskan pertarungan yang semakin menakutkan.Alhamdulillah, bisa bernafas lega. Tak disangka dia keluar lagi membawa ,,,, SAPU !!! Ya ampun, tetap semangatnya tak mau kalah. Bentrokan fisik semakin dekat, saat itulah sang nenek merasa perlu memisahkan mereka berdua sebelum terjadi keributan yang beresiko membawa kedua orangtua beradu argumen.Akhirnya Firman berhasil dihalau (halahh) pulang sambil terus ngedumel di jalan dan dadanya tetap turun naik kesal, marah, jengkel. Kata-kata terakhirnya adalah, “Awas lu, botaaaakk !!”

Saat ditanya kenapa iseng panggil-panggil nama orang dengan julukan nama buah, bocah itu menjawab cuek sambil matanya terus saja menonton kartun. “Habis, Firman nakal, diajakin main yang lain gak mau,pengen main game aja.” Oohh alasannya biasa saja, tapi akibatnya bisa sangat membahayakan. Karakter anak yang berasal dari dua lingkungan berbeda sungguh terpancar dari ucapan dan perilakunya. Yang satu melancarkan serangan dengan kata-kata tak pantas dan hanya layak diucapkan oleh orang dewasa sedangkan yang satu lagi hanya tertawa-tawa cengos sambil terus meneriakkan julukan-julukan menyebalkan khas anak-anak.

Ya, perbedaan mendasar yang harus selalu diperhatikan oleh para orangtua. Jangan sampai anak tersayang terbawa oleh mindset masyarakat dan lingkungan sekitar rumah yang kurang berwawasan. Ini sudah ketiga kalinya dan semoga saja konflik ini yang terakhir (bikin degdegan banget)

Keesokan harinya,

“Akeeennnn ,,,, main yukkkk ?”

# boy is a child with a noise and dirt and what would the world be like without them? QUIET ,, 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *