new book in 2011
January 4, 2011
Buah Pir Vs Buah Botak
January 15, 2011

Aku dan Helen Keller

Dulu, saat membaca komik Topeng Kaca karya seorang Jepang, Suzue Miuchi, tak pernah berpikir bahwa salah satu karakter drama yang menjadi lakon dalam karyanya itu adalah nyata. Hanya membaca saja saya sudah terbius oleh perjuangan, semangat dan karakternya yang luar biasa. Kekurangan fisik tidak membuatnya menjadi orang terpuruk. Helen Keller, lahir dalam keadaan normal ketika bayi namun saat usia 19 bulan terserang penyakit misterius yang tidak diketahui darimana asalnya, menyebabkan buta dan tak bisa mendengar.

Helen anak yang pintar dan berpendirian keras. Kekurangan fisik membuatnya tumbuh menjadi anak yang liar dan tidak mau diatur. Berkat kasih sayang dan ketelatenan sang guru, Anne Mansfeld Sullivan, Helen sedikit demi sedikit berubah menjadi anak yang penurut dan mau belajar. Sang guru, seorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Semua hal yang diketahuinya dalam kecacatan itu -mengenal Braille, belajar berbagai bahasa, sekolah sampai tingkat tertinggi dan menulis buku- adalah berkat seorang Anne Sullivan yang sabar dan penyayang.

Setelah membaca berbagai jenis buku, saya menjadi tahu bahwa Helen Keller itu nyata. Kalau ada di depan saya sekarang, mungkin mulut ini akan ternganga saking kagumnya pada perjuangan dan semangat hidupnya yang luar biasa tinggi. Hebat! Inspirational! Saya dan Helen sama-sama wanita tapi kenapa terkadang saat ada ombak yang menghantam sedikit lebih kuat rasanya semangat ini meredup. Malu rasanya setiap kali gairah dan api perjuangan dalam diri ini menurun, kalah oleh pancaran gairah hidup Helen Keller. Tapi, ada satu kebiasaan baru yang belakangan ini sering saya lakukan saat jalanan terasa menurun dan saya merasa sedikit oleng. Untaian kalimat semangat yang dilatarbelakangi pengalaman hidup dan perjuangan Helen Keller, menjadi turbo booster seketika bagi hidup saya. Bukan lebay bukan berlebihan tetapi memang begitu adanya. Saya terkagum-kagum dengan Helen. What a remarkable human being!

Suatu hari saya sangat bersemangat ingin menyelesaikan sebuah proyek yang dalam benak saya sudah terbayang asyiknya kalau proyek itu tercapai. Berkali-kali data dicatat, dikumpulkan dan dievaluasi tapi tetap tak ada jalan keluar yang menggembirakan. Ah, mungkin dengan sedikit bantuan dari pihak ketiga proyek saya bisa berjalan lancar, Begitu pikiran saya saat itu. Tapi ternyata tidak, hasilnya tetap sama. Ada satu hal yang menghambat dan bukan tidak bisa ditangani. Semua ada solusinya dan hambatan itu bisa diatasi, tapiiiiii …. dalam waktu yang lumayan panjang. Hhhhh …. Menyadari kenyataan seperti ini hati saya langsung menciut. Kesal, tak puas dan pesimis menjadi kata-kata yang berputar-putar di atas kepala.

Banyak yang ditanyakan dalam hati, kenapa sih saya gak bisa seperti orang lain? Kenapa saya gak bisa menyelesaikan proyek ini dan tersenyum besok? Semangat kerja mendadak dangdut eh anjlok. Saya kecewa dengan kondisi dan keadaan diri pribadi kini. Belum bisa mewujudkan keinginan dan salah satu mimpi saya. Kembali setelah berpikir lama, saya membaca lagi kalimat-kalimat sakti yang pernah keluar dari mulut Helen Keller. Entah kenapa rasa percaya diri ini muncul lagi dan semangatpun mengikuti. Satu hal yang dikatakan wanita hebat itu, hal terbaik dan terindah di dunia ini hanya dapat dirasakan oleh hati. Saya lupa betapa saya mempunyai keluarga kecil yang saling menyayangi, suami yang setia, sabar, dan penuh pengertian dan selalu mendukung apapun hal positif yang dilakukan. Mungkin itulah sebenarnya salah satu keindahan yang tidak dimiliki oleh sebagian banyak orang di dunia ini.

Banyak mimpi yang ingin diraih dan salah satunya mungkin memerlukan waktu lebih lama. Tentunya dengan berbekal kesabaran, kerja keras dan disiplin diri pasti bisa kuraih. Semua hal getir yang menjadi pengalaman hidup akan memperkuat mentalmenjadi kuat sekokoh pilar baja. Lebih berani, lebih bersemangat menghadapi dunia yang semakin semrawut dan keras. Ya, keluarga adalah segalanya, hal yang bisa membuat kita terus berjuang dan berbuat yang terbaik dalam keseharian hidup.

Dan jangan lupa, bukankah istiqomah adalah hal yang paling diinginkan oleh semua umat di dunia ini. Kita baru saja menjejakkan kaki di tahun yang baru, jangan sampai terkalahkan oleh sedikit rasa pahit di awal tahun. Tetap maju dan berjuang, semua akan berbuah manis. Ya, sabar dan tekun insya allah semua MIMPI tercapai. Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan segala doa. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *