Astrinovia.com

Lost In Words

Hari ini kok rasanya otak saya menjadi kelu, entah kenapa. Tidak ada inspirasi menulis yang menyentil pikiran saya sejak bangun pagi tadi. Biasanya setiap mau tidur selalu terlintas di dalam benak saya apa yang ingin dituliskan saat itu juga. Seperti warna udara abu-abu dan hujan yang ragu turun sejak pagi tadi, rasanya pikiran saya berwarna sama hari ini

Tuh kan, sekarang bingung lagi. Sebenarnya apa yang ingin diungkapkan di atas kertas ini ya? Entah kenapa rasanya malas untuk mencari inspirasi. Otak ini hanya ingin mendengarkan musik yang membuat pikiran menjadi tenang dan jiwa ini menjadi sedikit nyaman. Apa yang sebenarnya membuat hari saya menjadi gelisah, entahlah?

Berpikir sedikit mendalam, hitam putih perjalanan hidup sudah ada yang mengatur. Dia pula yang memberi warna agar skenario hidup ini tak membosankan. Ada kalanya tawa selalu menghampiri namun tanpa disadari sedetik kemudian air mata juga menyambangi. Orang bilang hidup itu butuh perencanaan, tapi bagi saya hidup itu adalah spontanitas. Hari ini kita tertawa, besok entah apa yang akan terjadi. Merencanakan sesuatu berarti menggantungkan harapan untuk lebih baik. Itu memang bagus, setidaknya untuk memberikan rasa percaya diri pada diri kita sendiri. Menghirup semua energi positif yang ada di sekeliling dan meminimalisir energi negative yang bertahan di dalam hati.

Manusia berharap mendapat hidup yang lebih baik padahal jika kita mau bercermin dan melihat makna yang ada di baliknya, nasib buruk tidak berarti bemakna buruk. Begitukah? Adakah hikmah yang tersembunyi di setiap nasib dan jalan hidup yang buruk. Pernahkah berpikir kalau seorang pencuri pun sudah ditakdirkan seperti itu olehNya? Bagaimana dengan para koruptor? Mereka juga sudah ditakdirkan untuk menjalani hidup seperti itu. Lalu bagaimana dengan kita? Yang bisa dilakukan hanyalah meminta dan berdoa semoga jalan hidup berakhir dalam kebajikan dan mendapat berkahNya. Tuhan mendengar semua permintaan umatnya, hanya waktu yang akan menunjukkan kapan Dia memenuhi permintaan itu.

Owgh, kenapa pembicaraan jadi melenceng ke arah nasib, takdir dan jalan hidup ya? Apa sih yang sedang dipikirkan? Wahhh ,,, sepertinya banyak sekali sehingga membuat saya tak bisa konsentrasi dan mengaburkan semua inspirasi yang sesungguhnya akan mendatangi saya hari ini.

Mungkin ini gara-gara tadi pagi saya sibuk mencermati semua persoalan yang melanda negara ini, mulai dari kasus Gayus, pajak warteg, harga beras yang naik, anak kecil yang menjadi korban perampokan, pergaulan bebas hingga para pejabat yang seenak udelnya menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan sendiri. Hmmm … mungkin juga ini sindrom kecemasan seorang ibu rumah tangga terhadap masa depan anak-anaknya.

Lalu apa yang bisa saya lakukan untuk membuat dunia lebih baik? Setidaknya dunia saya sendiri. Mungkin bisa dengan cara memperbaiki segala sesuatu yang tidak pada tempatnya. Hal-hal yang kecil dapat mengubah satu hal besar tanpa disadari. Ya, harapan tak bisa digantungkan pada seseorang karena hanya Tuhan Yang Maha Mengabulkan. Ayo semangat ah ,,, ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *