Seks, tak lagi tabu!

new book
November 27, 2010
Who would not like to be a model?
November 29, 2010

Seks, tak lagi tabu!

Justify FullGila, kata itu yang pantas saya ucapkan setelah beberapa kali mendengar berita atau kejadian berkaitan dengan perilaku seksual manusia jaman sekarang. Betapa hati terhenyak mendengar selentingan-selentingan miris yang akhirnya berbuah menjadi fakta di kalangan masyarakat. Terhitung sudah ada sekitar enam orang anak remaja tetangga sendiri yang akhirnya menikah dini akibat perilaku seksnya dengan sang pacar yang melampaui batas. Di daerahku termasuk banyak yang seperti itu. Tanya kenapa? Hmmm .. Ujung-ujungnya mereka tidak bekerja, putus sekolah dan frustasi dengan kehidupannya sendiri.

Apa sih seks itu sebenarnya? Menurut beberapa sumber terpercaya seks adalah kegiatan yang berkaitan dengan manipulasi kelamin, dengan arti kata sebuah hubungan seksual yang secara umum dilakukan antara pria dan wanita. Kegiatan yang mengarah ke arah sana juga mengindikasikan sebuah kegiatan seksual. Norma yang berlaku di masyarakat Indonesia menyebutkan bahwa seks bisa dilakukan oleh pasangan berbeda jenis dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah secara agama dan hukum.. Perkembangan teknologi dan pertumbuhan sosioekonomi global kini mempengaruhi secara luas cara berpikir dan kekuatan psikologis masyarakat. Di Indonesia, dulu termasuk tabu bila harus membicarakan maslaah seks di antara keluarga apalagi dengan orang lain. Tapi sekarang, bukan hanya orang dewasa yang blak-blakan membicarakan hal tersebut tetapi remaja pun tak mau kalah.

Pernah suatu ketika di dalam sebuah angkutan umum di kota Bandung, tempat dimana saya tinggal, ada dua orang remaja lelaki dan perempuan duduk di depan saya. Mereka asyik mebicarakan temannya yang melakuakan aborsi di usia muda, baru 15 tahun. Tanpa berbisik-bisik atau menutupi mulutnya, mereka tak malu membicarakan hal tersebut di depan umum. Kejadian ini membuat saya kaget dan mengambil kesimpulan bahwa apa yang mereka lakukan dianggap wajar tanpa mempertimbangkan beragam aspek buruk yang mengikuti di belakangnya. Sungguh menyedihkan, gambaran seperti ini banyak terjadi di negara kita.

Boomingnya penggunaan internet dan fasilitas dunia maya lainnya membuat remaja memiliki lebih banyak sumber untuk memuaskan keingintahuan mereka. Orangtua nyaris kesulitan membatasi sumber-sumber informasi yang membludak masuk ke dalam otak anak. Untuk menyaring semua informasi itu diperlukan usaha dan kerja keras serta perhatian dari keluarga secara ekstra. Bila hal ini dibiarkan berlanjut maka akibatnya akan sangat mengerikan yaitu kemerosotan moral, penurunan tingkat stabilitas psikologi anak dan perkembangan pikiran yang terlalu cepat. Bisa saja dalam tubuh seorang remaja hidup satu jiwa dewasa dimana dalam kehidupan sehari-hari muncul pertentangan di antara keduanya dan mengakibatkan perilaku menyimpang.

Televisi menjadi salah satu sarana yang berperan besar terhadap perkembangan psikologis anak. Apa yang mereka lihat setiap hari disana seringkali diwujudkan dalam kehidupan sehari-harinya. Remaja umumnya memiliki seorang idola yang mereka lihat di tivi dan apa yang dilakukan oleh idolanya tersebut seringkali ditiru tanpa menyaring mana yang baik dan buruk bagi kehidupannya.

Contoh terbaru, artis dangdut terkenal (DP) ketahuan melakukan pengambilan foto setengah telanjang. Apa yang telah diperbuatnya seakan tidak menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Dengan tenang artis itu hanya mengatakan kalau dia berfoto seperti itu hanya untuk iseng-iseng saja. Remaja pikir, berfoto topless itu mungkin keren dan bisa terkenal. Aduh …. Belum lagi dengan artis lainnya (RS) yang ketahuan telah melakukan perbuatan cabul terhadap fansnya. Ah, sungguh sebuah perkembangan jaman yang menyedihkan.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang ibu seperti saya agar nantinya anak saya tidak terjebak dalam gaya hidup ngawur seperti itu. Betapa kita semua tahu, setiap kali masuk ke mall atau tempat keramaian, terlihat nyata bagaimana tingkah laku serta cara berpakaian anak muda jaman sekarang? Disitulah titik awal dimana rangsangan itu muncul dan menjadi tidak terkendali. Bagaimana dengan penyakit-penyakit mengerikan yang mengancam jiwa seperti HIV dan penyakit kelamin lainnya? Sepertinya mereka belum paham betul tentang itu.

Internet menjadi salah satu penyebab utama yang mendukung perilaku seksual anak muda sekarang ini. Banyaknya situs porno dan video serta gambar yang bisa diakses dengan bebas memuaskan hasrat darah muda yang bergejolak. Mereka melihat, meniru dan memperoleh akibat dari perbuatannya. Bukan hanya anak-anak itu yang dirugikan, tetapi orangtua, teman, lingkungan dan masyarakat serta masa depan dipertaruhkan akibat perbuatan tidak bernorma itu.

Saya hanya waswas dan greget mencari solusi untuk mengatasi hal ini setidaknya dalam skala kecil sebagai awal, misalnya di dalam keluarga. Menekankan pada adik bungsu untuk memahami berbagai akibat buruk dari pergaulan bebas, dari perilaku seksual yang tidak pantas sehingga dia mengerti dan tidak ingin menghancurkan masa depannya. Semoga pemerintah memperhatikan masalah seperti ini dengan kritis dan menemukan solusi untuk membatasi pengaruh buruk yang merasuki pikiran anak bangsa ini. Tentunya demi masa depan generasi yang akan datang. Ya, semoga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *