Astrinovia.com

Los Merenges Meringis, Blaugrana Menggema

Rasa waswas dan degdegan jelang el clasico terbayar sudah. Tak ada pemain Madrid yang mau membuka mulut untuk berkomentar kecuali Xabi Alonso, setelah laga tadi malam berakhir 5-0 tanpa balas bagi kemenangan Barca. Sejak awal pertandingan, tim Blaugrana menyerang cepat tanpa memberikan kesempatan bagi si Putih untuk melakukan serangan balik.

Xavi Hernandez menjadi Man Of The Match setelah gerak cepat kakinya melesakkan gawang lawan di menit ke sembilan. Putra Catalan itu telah membuka peluang dan memacu semangat para jugadors untuk tetap focus dan konsisten dengan permainan indahnya. Gol selanjutnya dipersembahkan oleh Pedro Rodriguez (1gol), David Villa(2gol) dan Jeffren Suarez (1gol).

Camilan yang sudah disiapkan tadi malam tak lagi disentuh karena mata ini tak ingin kehilangan sedetikpun jalannya pertandingan yang luar biasa seru. Meskipun diwarnai sikap tidak sportif beberapa bintang Real Madrid yang kurang terpuji, anak-anak Catalan tetap bermain cantik dan tidak terbawa provokasi berlebihan.

CR7, pemain termahal di dunia, tidak dapat membuktikan bahwa dirinya bisa bermain baik di hadapan public Catalan. Sebaliknya, bintang yang berlari seperti kijang itu membuat catatan buruk bagi dirinya sendiri. Mendorong Guardiola di sisi lapangan karena mengambilkan bola untuknya, bukan sikap bijak malah memperlihatkan kekesalan dan frustasi yang dia derita. Ditambah lagi dengan permainan kasar dan brutal para pemain Madrid lain seperti Pepe dan Sergio Ramos, sungguh tidak terpuji.

Mou, sebelum pertandingan kemungkinan memberi instruksi pada anak-anak asuhnya untuk menjaga Leo Messi seketat mungkin. Taktik itu berhasil, Messi tak bisa bergerak bebas dan menggocek bola. Tapi, pemain yang lincah dan cerdas ini mampu membuat semua pemain lawan mengalihkan perhatian pada dirinya, sehingga anak-anak Catalan lain bisa mengoptimalkan keadaan tersebut.

Mungkin, taktik mengawal ketat Leo Messi bukan lagi cara cerdas bagi Mourinho. Pribadi yang sinis, provokatif dan terbuka ini tak lagi bisa berkata-kata melihat permainan anak-anak asuhnya yang buruk. Pep Guardiola, seperti yang dikatakan oleh bung Towel -komentator sepakbola- dalam tabloid Soccer beberapa hari yang lalu, dia adalah The Chosen One, pelatih yang tepat untuk Barca. Tampaknya hal itu benar!

Dalih yang dilontarkan Mourinho tidak menutupi kenyataan bahwa Los Merenges dipermalukan di hadapan puluhan ribu cules yang memadati stadion dan mengerahkan seluruh semangat mendukung tim kesayangan. Di hari ulang tahunnya yang ke-111, Barca mempersembahkan kado terindah untuk kejayaan Catalunya. Laga ini memang bukan menjadi penentu Barca untuk menjuarai La Liga tetapi nilai 3 poin yang didapat anak asuh Guardiola mampu memperlihatkan bahwa uang bukan segalanya.

Kerjasama yang kompak dan rasa kekeluargaan dalam sebuah tim, itulah yang terpenting. Jika saja Lionel Messi memiiki sikap egois tadi malam, tak akan ada assist darinya dan berbuah gol indah. Kemenangan besar ini membuat Barca kembali menduduki posisi nomor satu dengan perolehan 34 poin.

Seperti yang sudah diprediksi dalam tulisan saya yang berjudul “Detik-detik Menuju El Classico”, Mou terbukti belum bisa memenangi laga yang digelar di Camp Nou dan Barcelona kembali memetik kemenangan setelah kembali dari laga tandang ke kubu Panathinaikos. Pun, CR7, belum bisa mencetak gol ke gawang Victor Valdes hingga kini. Betul-betul sebuah laga yang istimewa dengan hasil menakjubkan. Saya suka sekali dengan angka 5! Haha …

Terima kasih pada jugadors, entrenador, warga Catalunya dan seluruh pendukung tim terbaik dengan sponsor UNICEF ini, semoga Barca akan selalu bermain konsisten dan meraih kemenangan di setiap laga. Khususnya kepada PLN, terima kasih telah berdamai dan tidak memadamkan listrik saat laga berlangsung. Visca El Barca y Visca Catalunya! Oleeeeee …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *