Untuk apa cemberut (lagi) ?

Emang gak niat!
September 23, 2010
Untukmu Sahabat
October 15, 2010

Untuk apa cemberut (lagi) ?

Dalam waktu beberapa minggu terakhir, rasanya saya dihadapkan pada banyak persoalan yang cukup membuat hidup yang sudah sulit menjadi semakin njelimet. Ingin rasanya mulut berteriak dan melontarkan semua rasa gundah yang terpendam selama waktu tertentu. Tapi, rasanya kok tidak pantas ya? Saya menyadari bahwa usia saya sekarang sudah semakin berkurang, dengan arti lain saya sudah semakin menua. Menua tapi bukan berarti wajah tidak muda loh. Kalo pujian pada diri sendiri selalu dibawa-bawa, anggap saja affirmasi diri untuk menambah semangat he..he.

Semua persoalan bertubi-tubi mendatangi saya seperti angin ribut. Mulai dari kondisi keuangan yang mengalami terjun payung bebas, inspirasi menulis yang terasa mandeg, kondisi badan tidak fit, situasi rumah yang tidak kondusif hingga persoalan rumit yang saya alami dengan seorang sahabat. Tapi jauh di lubuk hati, saya sadar, hidup ini hanyalah skenario semata. Teringat lagu religi dari Opick, “ Bila waktu tlah bergulir, teman sejati hanyalah amal, bila waktu tlah terganti, teman sejati tinggalah sepi.”

Menikmati lagu itu dan memahami kata perkata dari liriknya membuat bulu kuduk merinding. Betapa kita tidak harus menyikapi segala sesuatu persoalan dengan ekspresi yang terlalu berlebihan. Sebagai manusia yang sudah semakin sering mengalami aneka pengalaman hidup, tentu saya sudah harus bisa menyikapi segala kondisi dan keadaan dengan hati yang terbuka. Pikiran juga harus jernih. Saya tidak mau terpancing emosi karena memang tidak ada gunanya berbuat seperti itu.

Seperti sandiwara yang sudah tertulis dengan jelas arah dan tujuan menuju akhir, saya yakin hidup ini memiliki alur cerita yang sudah ditetapkan dengan proporsi tepat bagi seseorang. Kalau sudah begitu, untuk apa terlalu banyak mengeluh, toh kita juga sedang berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Toh, dalam perjalanan waktu ini, kita juga sedang berjuang melawan hawa nafsu yang semakin lama semakin mendapat pengaruh besar dari kemajuan jaman? Dan kita juga sedang berjuang untuk mencukupi semua gelas-gelas setengah kosong yang harus dipenuhi. Bukankah begitu?

Hmmm……Merenungi semua persoalan dan peristiwa pahit selama ini rasanya mustahil dapat dilakukan dengan kepala dingin kalau saja kita tidak mengingat Sang Khalik. Percikan air wudhu yang membasahi kepala hingga kaki membuat badan menjadi segar, pikiran terbuka, mata kembali berbinar dan anggota badan lainnya sudah siap bergotong royong menjalankan semua kegiatan dengan semangat. Tidak perlu curhat atau berkeluh kesah pada orang lain, karena seperti yang sudah saya bilang tadi, bahwasanya apapun kondisi yang sedang dialami saat ini tidak seharusnya disikapi dengan lebay. Karena segala sesuatu yang berlebihan sangat tidak disukai olehNya.

Saya yakin, memompa semangat diri dan memberikan kepastian pada diri sendiri bahwa kita mampu berbuat bijak, mampu berbuat baik, mampu berpikir jernih, seratus persen dapat menjadi turbo booster untuk diri sendiri. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sabar dan ikhlas adalah KUNCInya. Segala sesuatu yang ditemukan di jalan kehidupan kita sudah ditentukan dengan pasti olehNya. Saya tidak pernah ragu dengan kekuasaanNya. Saya yakin dan bisa lebih memacu diri ini untuk sabar, ikhlas dan tawakal atas semua ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Sahabatku bilang, tidak usah bersedih terlalu lama, kita semua disayang Tuhan, jangan takut untuk menghadapi hari, siapkan senyuman agar hari yang dilalui memberi manfaat dan menjadi tabungan amal di akhir hari nanti. Untuk sahabatku di sebelah sana, kita pasti akan menjadi KUAT! Saya yakin dengan itu. Jadi untuk apa cemberut lagi? hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *