Keajaiban Sholat Dhuha

History of FC Barcelona
May 22, 2010
Seperti Kata White Lion, Till Death Do Us Part
September 23, 2010

Keajaiban Sholat Dhuha

Banyak yang bilang katanya kalau rajin mengerjakan solat dhuha rejeki akan mengalir tanpa disadari. Kalau mengikuti penjelasan itu sih siapa yang gak mau punya rejeki melimpah. Tapi,rasanya malas banget musti sholat di sela-sela waktu kagok seperti itu. Antara jam 7 pagi hingga sebelum dzuhur tiba. Saat itu kan lagi semangat banget makan pagi, buka email, ngecek kerjaan dan ngobrol sama temen kerja di kantor.
Tanggal 20-an adalah hari-hari suram dalam setiap bulan kehidupanku. Masanya tongpes, masanya manyun ngeliatin gerobak bakso yang lewat. Cuma bisa ngiler. Pikiranku melayang jauh, teringat lembaran di dompet tinggal selembar warna biru, belum lagi anak sakit, sedangkan kalo minta suami cari utangan lagi dah gak mungkin. Wong, yang bulan kemarin aja belum kebayar, pusing deh. Kalo ditanya kemana uang sekian banyak cepat hilangnya, hitung aja sendiri berapa buat bayar listrik, gas, beli beras, internet, sekolah anak, keperluan rumah tangga dan belanja ke warung tiap hari. Sejuta setengah jaman sekarang mah kurang artinya, kurang banyak maksudnya. Kalo masalah makan sih buat aku nyantei aja. Makan sama kerupuk plus taburan bawang goreng dah cukup nikmat, tapi buat anak yang lagi sakit, lagi rewel, pengen ini itu, gimana caranya cari tambahan uang ya.
Tadi malam temanku cerita tiba-tiba punya uang untuk membayar hutangnya. Kuangkat telepon dan langsung bertanya, mau ikutan pinjem uang maksudnya. Dia bilang gak ngerti darimana uang itu datang, yang pasti dia yakin banget dengan mukjizat sholat. “Alhamdulillah, aku kontinyu ngerjain sholat dhuha,” begitu katanya. Meskipun masih banyak kekurangan tapi dia berusaha untuk mengerjakan sholat sunat itu setiap hari. Aku tercenung dan tertarik ucapannya. Entah kenapa pertanyaan yang tadinya ingin kuajukan urung kulontarkan. Aku melamun, apakah memang betul seperti itu. Dalam hati aku sedikit penasaran nih, bener gak sih bisa seperti itu. Maafkan aku Tuhan yang seringkali meragukan kuasaMu!
Kali ini aku berseluncur di dunia maya lebih lama dan serius dari biasanya. Mencari dari A-Z semua tentang Sholat Dhuha. Kuhapalkan bacaannya hingga rokaat yang paling ampuh untuk mendapatkan mukjizat itu. Suamiku datang tanpa disadari.
“Bu, lagi ngapain sih serius amat?”
“Gak apa-apa kok, yah!” *sambil membuka window baru*
“Kok sampe gak nyadar aku dah datang sih.”
“He he maaf, Yah…”
Ustad Yusuf Mansyur bilang, “Sholat Dhuha adalah sumber inspirasi, kelimpahan rejeki dan energi kesuksesan yang abadi.” Hmmm…dah gak sabar rasanya ingin membuktikan itu semua. Malam itu semuanya sudah kuhapal, dari niat sholat sunah, surat ad-Dhuha, surat Asy-syams dan dzikir khusus setelah sholat. Bibirku masih terus komat kamit sampai mata ini gak kuasa lagi menahan kantuk. Kali ini, alarm subuh gak perlu lama berbunyi. Aku terlalu semangat untuk menanti datangnya matahari. Setelah mengerjakan semua tugas rumah tangga dan mengurus keperluan anak dan suami, aku siap berwudhu. Sebentar saja kupalingkan wajah melihat anakku yang masih pucat lesu sedang duduk di sofa.
Semua sudah siap dan akhirnya terlaksana juga sholat sunah 4 rokaat itu. Setelah selesai, entah kenapa mukjizat mendatangkan rizki itu tidak kuingat lagi. Seakan lupa lalu aku larut dalam pekerjaan rumah tangga yang tak ada habisnya serta menuntaskan hobiku, tidur siang! Kalau ibu-ibu kan capek, siang hari saat yang tepat buat tidur sekalian meninabobokan anak yang lagi sakit *alesan* . Perasaan baru saja sekerjap aku tidur eh sudah ada yang menggoyang-goyang tanganku. “Eh, bangun, bangun sudah sore nih!” Ternyata suamiku sudah pulang. Aduh, maafin aku gak nyiapin segalanya malah ketiduran. Gak perlu nunggu lama segera aku meluncur ke dapur membuat teh panas kesukaan dia.
Tapi, kok tumben, suamiku gak langsung duduk di kursi depan computer. Biasanya setelah dia pulang selalu saja kursi itu jadi rebutan. Maklum kita berdua pengen selancaran terus di dunia maya hehe. Seperti biasa sepulang kerja dia selalu mengajak anakku ngobrol dilanjutkan dengan bertarung boongan di atas kasur. Aku hanya memandang mereka sambil tersenyum. Wajah anakku masih pucat tapi dia senang sekali ayahnya datang. Anak kecil memang suka lupa kalau dia lagi sakit. Meskipun gak enak badan tapi kalau diajak main sih mau aja. Ah, aku teringat lagi masalah yang tadi. Gimana ya, kemana cari tambahan buat bawa anakku ke dokter, sigh! Uang lima puluh ribu mana cukup. Gajian juga harus nunggu 5 hari lagi.
Di sela keasyikannya bercanda gurau, suamiku bilang mau ngasih sesuatu untukku. Hah, apaan tuh? Dia bilang mau ngasih uang buat aku! Kaget dua kali, kok dia tahu aku gak punya duit? Katanya, “ Ini buat beli obat ke apotek, kasian anak kita!” Alhamdulillah, ternyata keajaiban itu memang ADA. Tak disangka tak diduga rejeki itu datang meski hanya selembar uang seratus ribu tapi sangat berarti saat kondisi sedang kejepit seperti ini. Aku bersyukur punya suami yang baik, pengertian dan soleh. Terima kasih Ya Allah, maafkan aku yang pernah meragukan kekuasaanMu. Hiks ,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *